
"Wahai KANJENG SUNAN, katakanlah kerajaan apa itu yang berani menyerang negriku ?" Gemetar sang RAJA.
"Namanya kerajaan....MATARAM "
"Dimana tempatnya ?"
"Aku tidak tau "
"Lalu siapa nama rajanya KANJENG SUNAN ?"
"Aku juga tidak tau , maaf hanya s3batas itu yang aku tahu "
Pada akhirnya raja pun pamit undur diri , kembali melanjutkan perjalanan menuju istana PAJANG . Sayang disayang pesta yang diidamkan para rakyatpun pupus lantaran sejak sepulangnya dari jawa timur raja tidak mau diganggu siapapun, makan pun hanya sedikit , entah apa yang terjadi padanya, karena semenjak keluar dari GIRI KEDATON beliau murung sepanjang waktu.
Beberapa kendali pun sementara dipegang TUAN MANCA selaku patih kerajaan, bersama petinggi lain seperti tuan WILA, WURAGIL dan mentri dari keluarga SELA . Semuanya memang terkendali meski tidak 100 % , karena puluhan surat hampir setiap hari datang, tak lain dan tak bukan dari RATU KALINYAMAT yang menginginkan RAJA HADIWIJAYA segera menegaskan peperangan melawan JIPANG . Mengingat waktu lalu RAJA ber sama ratu sudah menyambanginya , dia yang bertapa dalam bejana dalam keadaan tanpa busana,membuat sang ratu prihatin, sehingga membuat adiknya memohon agar suaminya mau menyanggupi permintaan kakaknya. tapi memang belum digubris oleh raja mengingat dia mau lebih dulu mengurus JAWA TIMUR .
"Ayah..ini aku SUTA WIJAYA " sapa Suta didepan pintu kamar ayahnya.
"Masuk lah , ada apa ?"
"Ayah...kami mungkin tidak bisa membantu masalah yang dihadapi ayah, tapi meski ayah murung demikian , kami hanya bisa membantu tugas ayah , tapi kali ini sepertinya kami tak mampu untuk masalah ini, kami mohon ayah untuk segera memberi perintah perihal ini" ucap SUTA sembari memberikan tumpukan surat dari kakak iparnya RATU KALINYAMAT. Hal itu seperti menjadi tamparan bagi raja, sudah berhari hari pastinya dia membuat para bawahanya sibuk mengurusi urusan negara.
"Ya...sudah saat nya ayahmu tegas terhadap JIPANG, SUTA perintahkan s3mua mentri malam ini selepas ISYA kita ada rapat di aula "
"Sendiko ayah "
SUTA pun segera memberikan berita itu pada mentri semuanya, bila sang raja kini sudah berkenan memimpin jalannya rapat.
"Maafkan aku para mentri dan sodaraku, beberapa hari ini setelah dari GIRI KEDATON aku terus berdiam diri di dalam kamar ku, sesungguhnya memang ada yang kita bahas sebelum aku pergi, tapi maaf jika aku justru malah membuat kalian jadi tambah sibuk dengan mengerjakan tugas tugas ku "
"Kami mengerti baginda, kami juga mengerti akan baginda yang pasti membutuhkan waktu untuk memecahkan masalah "
__ADS_1
"Terimakasih tuan patih, dan malam ini kenapa aku mengumpulkan para jajaran mentri semuanya, karena puluhan surat dari kakakku memang sudah lama tidak aku gubris perihal penyerangan JIPANG, Aku tak kuasa untuk menggerakan kerisku untuk membunuh ARYA, dari dulu dia sudah aku anggap teman juga saudara bagiku, oleh sebab itu demi memenuhi janjiku kepada kakak iparku, aku akan mengadakan sayembara , BARANG SIAPA YANG DAPAT MEMBUNUH ARYA AKAN AKU BERI HADIAH ISTIMEWA " titah sang raja.
Tentu saja berita itu langsung menyebar keseluruh daerah dimalm itu juga, tak hanya satu dua orang bahkan puluhan orang pun menyusun siasat mereka untuk membunuh ARYA termasuk keluarga KI AGENG SELA mereka pun ikut mengatur siasat untuk ikut dalam sayembara itu.
"Aku punya ide , kita bisa melakukannya besok hari, kebetulan aku sering mengawasi perbatasan sungai dengan pengawal lainnya " ucap tuan PANJAWI sambil membisikan siasatnya pada saudaranya termasuk keponakannya SUTA WIJAYA.
Malam itu memang KENANGA sudah mulai gundah tak seperti biasanya, dia memang tidak tau akan kabar sayembara pembunuhan ARYA PENANGSANG , lagi pula selama ini raja memang tak pernah menggubris dengan perintah kakak iparnya, tapi semakin dipikir justru hatinya semakin cemas.
"Ada apa ini , semoga tak akan terjadi sesuatu dengan orang orang yang aku sayangi "
Siang itu ke empat lelaki itu pergi ke bengawan dimana diperbatasan itu mereka biasa melihat salah seorang berkeliaran masuk - keluar diperbatasan.
"Paman lihat lah , apa dia yang paman maksud ?" Tannya SUTA.
"Iya kamu benar SUTA , Mari kita buat ARYA kelabakan melihat pengurus kudanya terluka oleh kita " siasat tuan PAMANAHAN.
Seseorang itu ternyata adalah pengurus GAGAK RIMANG kuda jantan milik ARYA, sepertinya dia tak sadar sudah melewati perbatasan DEMAK dan JIPANG, karena sangkin asyiknya dia merumput.
"Asyik sekali kamu merumput disini kisanak "
Ucap tuan PANJAWI s3hingga membuat orang itu gemetar ketakutan.
"Tenang saja tuan, kami tidak akan membunuhmu , tapi sampaikan surat ini pada junjunganmu RAJA ARYA " Titah tuan MARTANI.
"Tapi maaf paman, tetaplah sedikit luka ini kami lakukan agar RAJA mu percaya "
Lalu dipotonglah satu telinga itu sehingga dia mengerang kesakitan. Serta memberikan surat beserta telinga itu kepada tuan itu untuk diberikan pada raja nya.
Hai ARYA !!
Aku menantangmu untuk berduel satu lawan satu ditepi sungai sore, jika kau tak datang hingga malam , maka berarti kamu adalah seorang pengecut, pakai saja kebaya dan memasaklah di dapur, tak perlu kamu bawa serdadumu karena kita akan berkelahi satu lawan satu secara adil, sampai jumpa ditepi sungai sore.
AKU SI JAKA TINGKIR.
__ADS_1
Sekiranya begitulah isi surat itu.
Sementara RAJA ARYA mendapati ajudan kudanya kesakitan serta melayangkan surat dari si pembuat ulah , langsung saja dia menghentikan makan siangnya kala itu, segera dia buka isi suratnya dan berubahlah wajahnya yang semakin merah dan mendidih sampai ke ubun ubun mendapati suray tantangan itu, rasa persaudaraan dengan raja HADI rasanya meledak kemana mana.
"Kurang ajar !!!!! Apa dia tidak bercermin bila dia hanya lah anak desa yang bernasib mujur, akan aku tunjukan semua kesaktianku padanya " marah sang raja dan langsung mengambil senjatanya serta membawa si GAGAK RIMANG kuda tunggangannya.
Tanpa meminta saran atau pun atau pun memberi pesan pada Eyang SUNAN , dia langsung menarik kudanya kuat kuat menuju ke tujuan pertemuannya, fikirannya takterkendali sehingga tidak bisa berfikir jernih.
Di sisi lain tiba tiba kalung KENANGA bercahaya disalah satu sisi , dadanya pun sedikit sesak dan tambah menjadi gundah dari beberapa hari lalu.
"Ada apa ini, kalungku sudah mulai memutih pada salah satu berliannya, harusnya ini tempat......" dia langsung terfikir pada sang RAJA JIPANG.
"ini tidak boleh terjadi, aku harus mencegahnya, SUTA tak tau lelaki itu siapa " cemas KENANGA sembari menarik kuda di kandang rumah itu dan langsung pergi tanpa basa basi.
Sedangkan di JIPANG sendiri tentu saja ribut dimana mana , untung saja KENANGA secepat nya menarik kudannya tanpa henti, bersamaan EYANG SUNAN pun juga baru sampai disana.
"Ada apa ini eyang , lihatlah kalungku, pasti ada apa apa dengan ARYA " Cemas KENANGA.
"Seorang prajurit menemui ku dan mengatakan kalau ARYA mendapat surat tantangan dari DEMAK tapu hanya untuk duel antara RAJA " Tutue eyang SUNAN.
"Benarkah PATIH MANUHUN ? nyatanya surat itu bukanlah dari raja, tapi siasat untuk membunuh ARYA permohonan dari ratu KALINYAMAT kepada RAJA PAJANG "
"Kalau begitu , ayo kita susul RAJA kita, kami permisi kanjeng sunan "
"Baik baik lah patih, semoga masih bisa mengejar ARYA "
"Maaf eyang SUNAN , aku harus mengejar ARYA juga ke sungai sore "
"Tapi KENANGA..." Belum selesai KANJENG SUNAN berbicara tapi gadis itu sudah berlari ke kudanya bersama rombongan lainnya.
__ADS_1