KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
PENGHIANAT


__ADS_3

Ke tiga bawahan pangeran BANAWA pun diutusnya untuk melapor pada PATIH MANCANEGARA bahwa RAJA SUTAWIJAYA dapat menerima para utusan perdamaian .


Mendengar kabar bahagia itu , maka PATIH MANCA pun langsung berkemas dan kembali melanjutkan perjalanan menuju KOTA GEDE .


Mereka pun takjub dengan semua perubahan pada hutan itu yang kini sudah menjelma menjadi perkampungan yang padat penduduknya , penduduk MATARAM pun tak takut akan kedatangan mereka , bahkan mereka senyum ramah mendapati rombongan itu berjalan menuju istana .


Tepatnya di alun alun depan istana mereka mrmbangun perkemahan , tak lupa pula bendera putih dan PAJANG mereka kibarkan , sehubungan dengan banyaknya para tamu sehingga RAJA pun mengadakan pertunjukan wayang kulit sebagai hiburan para tamu malam ini , adapun tuan PATIH MANCANEGARA pula ditemuinya oleh raja SUTA WIJAYA sebagai bentuk menerima tamu dengan tangan terbuka .



"Wahai saudaraku dan seluruh rakyat PAJANG DAN MATARAM , malam ini adalah malam yang sangat indah , malam yang sangat membahagiakan sehingga kita bisa duduk bersama menyaksikan wayang kulit , ku ucapkan s3lamat datang wahai rakyat PAJANG , dan selamat menikmati hidangan dan wayang kulit nya " begitulah pidato singkat dari raja PANEMBAHAN SENOPATI saat malam puncak acara.



"Saya mewakili semuanya mengucapkan banyak terimakasih kepada raja MATARAM , Karena kami telah diterima dan di jamu dengan hidangan dan hiburan pada malam hari ini " ucap pangeran BANAWA .



"Inilah tujuan kami kesini agar bisa duduk berdampingan antara PAJANG DAN MATARAM , janganlah ada prasangka buruk atau pun curiga , pupuklah persahabatan antar ke dua kerajaan , sehingga bisa hidup dalam damai dan sejahtera " tambah sang patih MANCANEGARA .



Riuh tepukan tangan turut mengiringi pidato petinggi kerajaan itu . Sang dalang pun mula8 mengalunkan ceritanya , sengaja RAJA PANEMBAHAN SENOPATI mengundang dalang tersohor di negri ini untuk memuaskan para tamu tamunya dengan cerita yang dibawakannya .



"Raja kebetulan ada beberapa pertannyaan yang mau saya sampaikan dengan ibu raja , apakah boleh walau sebentar saja ?" Pinta patih MANCA .



"Silahkan patih jika ibuku tak keberatan "



"Terimakasih raja saya permisi dulu.."pamitnya dan mengarah ke barisan para perempuan petinggi dan IBU raja .



"Nyai bolehkah saya berbincang sebentar dengan nyai KENANGA , ada yang ingin saya sampaikan "



"Baik lah , kita bisa berbincang di teras depan , mari paman patih "



"Terimakasih nyai "



Pergilah dua orang itu ke teras depan istana , disana lumayan tak sebising di alun alun kerajaan .



"Ada hal mendesak apa yang ingin paman bicarakan ?"


__ADS_1


"Setelah puluhan tahun nyai RATU meninggalkan PAJANG , Kesehatan raja kini semakin memburuk , ditambah saat kegagalan utusan pertama kami yang membuatnya resah , bila putranya sudah membencinya lantaran dia tak pernah menengoknya , maka dari itu saat di balairung dia langsung mengumumkan pada semuanya siapa RAJA SUTAWIJAYA itu "



"Iya paman , kami mendengarnya , aku juga kini sudah mengatur anakku lagi , dia sudah dewasa dan sudah berumah tangga , aku juga tidak tahu bila selama ini dia sakit hati akan sikap ayahnya dibelakang ku paman "



"Saya faham nyai RATU , saya juga akan melakukannya bila ayah kandungku meninggalkanku dari kecil , akhir akhir ini kesehatan raja semakin memburuk , beliau tak mau lagi meminum obatnya , sehingga kami sangat khawatir "



"Aku tahu perasaanmu paman , anda juga pasti khawatir bila tiba tiba kondisi raja semakin parah "



"Benar ratu , dan ini ada titipan kecil dari raja kami untuk anda " sebuah surat pun di berikan oleh paman patih , dan langsung dibaca oleh KENANGA .



UNTUK ISTRIKU SUTA KENANGA



Awalnya rasa takut untuk kehilanganmu muncul begitu saja , tapi aku sadar mungkin hal itu pula yang dulu dirasakan oleh ARYA sebelum dia meninggal dunia , kami ber dua memang sudah tau akan ramalan dari kalungmu , bila kami di ramalkan akan mati ditangan orang yang sama , tentu saja aku tak khawatir , apa lagi dengan begitu aku bisa membawamu pulang kembali .


Sungguh aku sangat malu padamu dan SUTA WIJAYA , aku bahkan tak punya keberanian lagi untuk menemuimu, aku sudah ceritakan semua pada rakyatku , aku harap ramalan itu segeralah terjadi , aku sudah siap untuk kepulanganmu . Aku harap jika diberi kesempatan lagi , aku tak akan lagi menyia nyiakan orang yang aku cintai , aku ingin hidup dengan anak anak kita sampai hari tua nanti.



DARI SUAMI YANG TELAH MENGECEWAKANMU





"Sekarang aku sudah tau paman "



"Sabar lah ratu , raja memang menceritakan semuannya padaku setelah dia frustasi menemuimu dulu , dan upaya perdamaian ini semata mata , agar tak begitu cepat kami berpisah denganmu , tak ada untungnya pula kita berperang apalagi yang harus berkorban adalah raja kami , seperti hannya RAJA ARYA dulu "



Namun kemudian dari arah dapur nambak begitu gaduh dimana putra sulung SUTA WIJAYA Yang masih muda belia RADEN RANGGA telah membunuh seorang penyusup yang hendak menabur racun WARANGAN ke dalam makanan raja , tak jelas siapa orangnya karena dia menyamar sebagai petugas kebersihan dapur , sehingga tak ada yang curiga . Raden RANGGA memang terkenal cerdas seperti ayahnya , meski umurnya yang baru 10 tahunan dia justru sudah merampungkan semua ilmu pelajaran yang diberikan oleh Eyang nya , dia juga ikut ke dalam team intelegen di istana wajar saja dia ikut berpatroli .



Sayangnya Setelah team intelegen MATARAM meneliti , rupanya orang itu berasal berasal dri PAsukan PAJANG .



Betapa malunya PATIH MANCANEGARA kala itu , begitu mendengar bila ada kejadian memalukan ini justru dari kubu PAJANG .


__ADS_1


"Pasukan PAJANG kita apel malam malam ini !!!! Semuanya berkumpul dalam pasukan masing masing , cepat !!!!!! " marahnya sambil menghitung pasukan demi pasukan yang dibawanya .



Parahnya lagi kejanggalan terjadi pada pasukan ARYA PAMALAD yang terlihat salah satu panglima tingginya tak hadir disana , ditambah dengan jawaban yang terbata bata tak karuan sehingga sebagaivkomandonya dia lah dalang dari semuanya , sehingga oleh patih MANCA langsung lah dia menariknya tanpa basa basi .



"Aku tak tau apa apa patih " bohong nya kemudian .



Sehingga tak segan segan lagi tuan PATIH melayangkan pukulan dan tinjuan berkali kali , tapi ARYA PAMALAD terus saja bersilat lidah .



"SUTA bagaimana dengan pelakunya ?" Tanya sang ibu .



"Dia masih tak mengaku bu "



"Lalu bagaimana SUTA , apa kita perlu turun tangan ?"



" tidak perlu paman , lagi pula aku tidak apa apa , biarlah ini menjadi urusan mereka , walaupun kita pasti sedikit kecewa pada kelakuan pasukannya "



"Baiklah , aku akan mengabari pada yang lain " putus paman MARTANI .



Terlihat seorang ARYA PAMALAD pun mengakui perbuatannya begitu semua pasukannya di interogasi satu per satu , lalu ditariklah dia ke hadapan raja MATARAM oleh patih MANCANEGARA .



"Cepat katakan yang tadi kamu akui !!!!!! " marah sang patih.



"Saya mengaku raja , ini adalah rencanaku sendiri , tak ada satu orang pun yang tau , aku memang sudah lama membenci mu , membenci tentang kehebatanmu hehehehe " tuturnya masih sombong meski luka pukulan dimana mana .



"Kami serahkan ARYA PAMALAD pada raja , karena ini adalah inisiatif ARYA pribadi , kami bersih tak ada suatu keniatan untuk hal itu " terang sang patih kembali.


Terlihat rona wajah raja SUTAWIJAYA benar benar marah , tapi dia sadar bukan haknyà untuk menghukum warga asing , apa lagi adiknya melihatkan rasa permohonan bila sang kakak bisa percaya padanya .




__ADS_1



__ADS_2