
"KENANGA apa kamu baik baik saja ?"
"Hik..hik...aku bahagia ARYA, Sekarang sedikitnya aku tau kebenaran kenapa aku bisa disini"
"Katakan lah padaku , aku pun juga heran bukankah kau tidak pernah bertemu ayahandaku, tapi kenapa kau bisa menggambarnya ?" Bingung ARYA.
"Kau mungkin tak percaya atau pun menganggapku gila....yang aku gambar itu adalah AYAHKU sendiri ARYA " terangnya dan melepaskan pelukannya.
"APA !!!!! " sekarang giliran ARYA yang SYOK .
"Bagaimana mungkin KENANGA , sedangkan aku adalah anak semata wayangnya , meskipun ayahandaku pernah menampung anak dia adalah laki laki, ayahanda pun tak pernah menikah setelah kepergian ibuku "
"Hal ini lah yang aku fikirkan ARYA, beberapa bulan yang lalu RAJA TRENGGONO menemuiku , dan aku tak percaya bila wajahnya adalah wajah pamanku adik ayahku sendiri, dia pun sama mempunyai 3 anak dan yang seumuranku adalah CEMPAKA , sedangkan ayah hanya punya dua anak mas ARYO dan aku "
"Tapi bagaimana mungkin bisa berbeda dari dunia dimasamu ?"
"Aku juga bingung, apa mungkin kita bukan satu ibu ?"
"Tidak maksud akal, ayahanda hanya menikahi ibuku seumur hidupnya"
"Apa kamu pernah tahu anak di penampungan ayahmu ada yang mirip denganku?"
"Entahlah..aku tak pernah pergi kesana, tapi bagaimana kamu tak bisa mengenali aku atau pun CEMPAKA ?"
"Kau benar ARYA, sudah lama sekali aku meninggalkan kalian, aku , ayah dan ibu ku tinggal dirumah keluarga ibuku, sementara mas ARYO ku dan keluarga lainnya tinggal di keraton, tadinya aku masih mapir bila liburan tiba, tapi setelah aku usia 12 tahun aku tak boleh lagi mengunjungi kalian sampai sekarang "
"Kenapa ada peraturan seperti itu?"
"Entahlah, aku rasa karena pengaruh kalung ini, mungkin mereka khawatir akan keselamatan kalian bila terlalu sering berinteraksi denganku, makanya aku tak pernah tau bagaimana wajah kalian sekarang, tapi aku justru ditakdirkan bertemu dengan kalian meskipun dari masa lalu " senyum KENANGA sembari memegangi wajah ARYA itu.
__ADS_1
"Jangan menatapku seperti ini, disini aku bukan kakang mu" malu ARYA.
"Tetap saja kamu adalah kakak ku, pasti kakak ku ARYO juga setampan dan sehebat dirimu "
"Tentu saja, tapi apa kira kira dia juga baik seperti ku ?"
"Jelas lah..kakakku sangatttttt baik dan penyayang dengan semua orang, aku ingat sekali saat aku masih kecil, entah kemana dan dimana aku pergi pasti diam diam dia mengikutiku, maka dari itu temanku sangat menyukainya.."
"Kalau benar kakangmu seperti diriku, jangan jangan kakang mu juga tak menganggap kau seperti adik tapi dia sayang karena dia mencintaimu layaknya kekasih.. seperti aku "
"Itu tidak mungkin ARYA, dia benar benar sayang padaku selayaknya seorang kakak pada adiknya, ada ada saja kau itu" putus KENANGA pergi meninggalkan lelaki itu.
"Jika dia adalah diriku yang sama, aku bisa jamin dia pasti juga mencintaimu bukan sebagai adik, dia juga pasti ingin memilikimu , seperti hal nya aku.." lirih ARYA saat gadis iti pergi.
Kebetulan minggu ini adalah hari terakhir KENANGA di sini sehingga seperti biasa ARYA menemaninya berkemas, tak terasa sudah setahun dia bolak balik ke rumah tapi sudah 3 bulan ini dia belajar melepas ASI pada SUTA WIJAYA sehingga kemarin dia tak begitu sering untuk pulang.
Tak lupa untuk ke amanan sehelai kerudung dipakai oleh KENANGA, sementara ARYA berganti pakaian dan tatanannya sehingga tak mudah orang tahu bila dia adalah putra RADEN KIKIN , Apalagi kali ini dia harus melewati DEMAK untuk menyingkat waktu perjalanan.
"Sepertinya begitu, semakin kesini badanku cepat merasa lelah "
"Kalau sampai di Demak aku akan minta obat pada tabib istana rumahku ,kebetulan dia orang sana "
"Terimakasih "
Seusai berpamitan dengan nyai ENDANG ke dua orang itu segera memacu kudanya untuk kembali ke SELA , menyusuri setiap rimbunya pepohonan dan jalanan terjal mengingat di tahun ini belum ada tradisi pengaspalan jalan.
Siang itu mereka sudah mulai memasuki wilayah DEMAK , tapi anehnya para warga berbondong bondong menuju ke arah ISTANA.
"Maaf ki sanak ada gerangan apa , kenapa s3mua orang beramai ramai kesana?"
"Apa kisanak tidak tahu, setelah sebulan kepergian RAJA kali ini istana mau mengadakan pernikahan "
__ADS_1
"Pernikahan !!!" Bingung ARYA dan KENANGA saling berhadapan.
"Iya...kami juga mau kesana,permisi tuan "
"Baik tuan terimakasih "
"Ayo ARYA kita susul mereka, perasaan ku tak enak dengan acara ini "
"Oh...baiklah "
("Sepertinya keluarga Demak benar benar menantang peperangan pada ku, mereka fikir aku tidak tau kalau diam diam PARWOTO dilantik menjadi RAJA , dan sekarang mereka mencari tembok dengan memanfaatkan CEMPAKA , baiklah jika ini mau kalian semua, kini aku tak segan lagi berperang dengan kalian ") geram ARYA dalam hati.
Rupanya memang benar adanya pesta perkawinan itu, diseluruh sudut istana berkumpul para tamu tàmu besar dan kursi kebesarannya, sedangkan rakyat DEMAK dimanjakan aneka hidangan secara cuma cuma, hanya saja meskipun bisa masuk ke halaman istana di dekat tempat acara terparkir ribuan prajurit yang menjaga area dalam, jadi bagi rakyat biasa hanya bisa melihat para tamu undangan yang terus berdatangan.
Begitu sampai istana ARYA dan KENANGA mencoba ikut kedalam beserta para rakyat lainnya, para tamu sudah duduk ditempatnya masing masing, musik gamelan pun ikut mengiringi dimana duduk sang mempelai putri dengan anggunnya menggunakan baju adat . Tak lama kemudian dari kejauhan pula terlihat iringan mempelai laki lakinya.
"APA !!!!! jadi....."terkejut ARYA seketika , semua yang dia fikirkan benar adanya jika suatu saat sang RAJA telah wafat , tapi yang membuat dia syok lagi adalah setelah tau siapa mempelai pria dari CEMPAKA.
"KENANGA !!! KENANGA !!!! KENANGA !!! " seu nya kala itu karena sangkin berdesak desakannya dia terlepas dari genggamannya.
Tapi rupanya tepat di depan para pengawal yang berjaga gadis itu tengah berdiri memandangi arah ke dalam ISTANAN . Air mata kekecewaan dari dirinya terus mengalir bercucuran membasahi pipinya, perasaannya benar benar hancur melihàt seorang lelaki yang selama ini dia cintai , dia tunggui kepulangan dan kabarnya justru tengah bersanding dengan wanita lain.
Dadanya pula terasa sakit , sakit seperti perasaannya , rasa sesak mulai terasa diiringi rasa terbakar yang mengalir ke seluruh tubuhnya, dan tanpa sadar keluar darah dari mulutnya.
" BRUUKKKK !!!!! " Tubuh itu pun tak mampu lagi menompangnya sehingga jatuh ke tanah , membuat warga dan penjaga ribut di tempat penjagaan, yang di dalam pun akhirnya ikut penasaran beserta gamelan yang berhenti dengan riuh para tamu.
__ADS_1