KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
TANAH MENTAOK


__ADS_3

Pagi itu paman dan keponakan itu pergi ke gubuk kecil dimana ibu SUTA berada. SUTA langsung menyiapkan hatinya mengingat setelah kepulangan ibunya dari sungai sore, dia melarang siapapun datang menemuinya.



"Bu ini aku SUTA , aku dan paman berniat menemui EYANG , apa ibu berkenan ikut juga ?"



Kali ini pintu kamar itu terbuka, sehingga membuat anaknya langsung mencium tangan ibunya.



"KENANGA , akhirnya kamu mau menemui kita " girang tuan PAMANAHAN.



"Kakang maaf kalau selama ini aku menyendiri dikamar , jujur saja bila kunci kepulanganku sudah terbuka 1 , tapi entah berapa lama lagi aku masih bisa berada disini "



"Apa maksud ibu berkata seperti itu, ibu pasti masih punya waktu yang panjang "



"Benar kata SUTA , kamu tak perlu khawatir , kami akan selalu mendampingimu selagi kamu disini , kebetulan RAJA sudah memberikan kami hadiah TANAH MENTAOK dan aku bermaksud untuk meminta petunjuk pada EYANG "



"Baiklah EYANG pasti tau apa yang harus kita lakukan "



"Dan ibu tidak perlu khawatir, aku akan selalu ada buat ibu , hingga sampai ibu pulang sekalipun "



"Kamu memang anak yang paling membuat semua orang iri kepada ibu "



"Justru aku yang bangga bisa lahir dari ibu yang hebat "



"Dengarlah paman, keponakanmu jago berkata kata manis "



"Ya sudah kamu cepatlah makan, SUTA sudah membawakan kamu masakan kesukaanmu , aku akan kembali kesini setelah mendengar kabar dri Eyang , kali ini biar kita ber dua saja "



" ya..hati hati di jalan "



"Aku pamit ya bu assalamualaikum "



"Waalaikum salam "



Ke dua kuda itu pun langsung berlari ketanah SELA guna meminta petunjuk pada sang EYANG yang tau akan segala dimasa lalu.


Siang itu pula diam diam RAJA HADIWIJAYA pergi ke tempat KENANGA, untuk memastikan kesehatannya karena menurut tabib KERAJAAN dia belum bisa memeriksa keadaannya setelah siuman, justru melarang semua orang untuk menemuinya.

__ADS_1



"KENANGA ...." sapa nya kepada wanita yang tengah menjemur baju dihalaman , tapi yang disapa hanya terdiam .



"Kamu masih marah kepadaku mengenai ARYA ?"



"Apa aku harus menjawab pertanyaanmu ? Semuannya sudah jelas "



"Aku tak bermaksud seperti ini, ini mengenai KAKAK Ipar ku yang setiap hari menagih janjinya meminta aku membantu menyerang ARYA, tapi aku tak bisa , maka dari itu aku hanya bisa memberikan sayembara bagi yang mau melakukannya " terang RAJA.



"Iya benar ....kamu memang tidak bersalah, tapi aku yang bersalah, aku yang membiarkan anak ku untuk menarik kerisnya , aku lah yang membunuhnya...SEKARANG kamu puas hah...." tangis KENANGA kemudian . Sehingga sang raja tak bisa berkata apa apa.



"Lihat lah kalung ini, lihat lah...!!! ini adalah kunci kepulanganku , salah satu berlian sudah memutih seperti semula setelah pengorbanan dari ARYA , Aku belum bisa menerima bila orang yang selama ini selalu peduli dengan ku harus gugur seperti ini " lesu KENANGA sembari ter duduk di kursi bambu.



"Lebih baik memang aku harus pergi dari sisihmu, kali ini aku akan tinggal bersama anak dan saudaraku seperti dulu , selamat tinggal jaga dirimu baik baik , bila kamu ingin aku baik padamu maka jaga sisa umurmu dengan baik , ketahuilah... lebih baik aku membusuk disini dari pada aku harus kehilangan orang orang yang peduli kepadaku " pesan KENANGA yang kemudian masuk ke dalam dengan bercucuran air mata.





Raja pun hanya tertunduk lesu sambil kembali membawa kudanya pergi.





"Ada apa denganmu nak ? Bukankah harusnya kamu senang , itu artinya raja menginginkan kamu untuk menjadi pemimpin pula seperti dia ditanah MENTAOK "



"Tetapi bukankah daerah itu hanya hutan belantara EYANG, tak ada orang yang tinggal disana " resah tuan PAMANAHAN .



"Ada.... bahkan banyak , ketahuilah daerah itu justru padat sekali penduduknya karena pusat pemerintahan MATARAM KUNO yang berganti menjadi KERAJAAN MEDANG sebelum menjadi hutan " terang KI AGENG.



"Tapi sayangnya , saat sedang jayanya , Gunung MERAPI meletus sehingga semua penduduk dan beserta RAJA Nya pindah ke JAWA TIMUR "



"OOHHH..." fahamlah KI PAMANAHAN dan SUTA.



"Lalu apa yang harus kami lakukan EYANG ?" tannya SUTA.



"Kamu PAMANAHAN dan kamu SUTA WIJAYA , berhentilah secara baik baik dari kemiliteran , bawalah mereka yang mau membantumu membangun MENTAOK "

__ADS_1



"Terimakasih EYANG atas pencerahanmu "



"Ingatlah , jika kalian sudah berhasil janganlah lupa dengan RAJA HADIWIJAYA , tetaplah bersilahturahmi bagaimana pun MATARAM tetap dibawah perlindungan PAJANG "



"Baik EYANG kami pamit untuk bergegas "



"EYANG doakan kami agar kami berhasil "timpal SUTA.



"Pasti cucuku , hati hati lah, salam buat ibumu dan paman MARTANI mu "



"Baik EYANG kami permisi assalamaualaikum "



"Waalaikum salam "



Pamitlah dua lelaki itu setelah sebelumnya tuan PAMANAHAN memboyong anak dan istrinya untuk bersamanya pindah ke tanah MENTAOK . Dengan semangat mereka bergerak menggunakan kereta kudanya untuk segera menuju ke PAJANG .


Dirumah tentunya KENANGA kaget dengan kedatangan rombongan TUAN PAMANAHAN dan SUTA beserta NYAI SABINAH beserta rombongan lainnya yang mau ikut membangaun tanah MENTAOK bersama kakangnya.



"Aku tidak percaya kang , ini benar benar kabar bagus , kita harus segera mengundurkan diri dari PAJANG "



" Ya kamu benar , malam ini tidak apa apa kan kami menumpang disini "



"Tentu saja kakang , aku senang nyai SABINAH disini , bahkan kalian bisa rapat dengan paman MARTANI pula , aku yak8n dia pasti juga senang akan hal ini "



"Aku dan SUTA akan mencoba mengobrol dengan pasukan militer siapa tau dari mereka ada yang berkenan membantu kita dalam pembamgunan di MENTAOK "



" Benar , malam ini aku akan menyiapkan hidangan , kalian berdiskusi saja "



"Benar , semakin cepat kita pindah akan semakin cepat kita tau dalamnya tanah itu " semangat nyai Sabinah.



Begitu mendengar tanggapan dari EYANG SELA tuan martani tak kalah semangatnya dari EYANG AGENG SELA , sehingga bergegaslah para tuan itu mengajak para kenalan kenalannya dalam kemiliteran untuk membuka siapa saja yang berkenan bergabung bersama membangun hutan itu, mengingat tuan PANJAWI sudah lebih dulu bersama keluarganya pindah ke tanah PATI.




__ADS_1


__ADS_2