
Di sebuah rumah sakit ternama di yogyakarta , Seorang ayah tengah terduduk lesu disebelah perbaringan anaknya , hampir setiap hari beliau beserta kerabat lainnya berdatangan , tapi sayangnya belum ada kabar memuaskan dari pihak rumah sakit perihal kesehatan anaknya .
Selang oksigen dan beberapa alat lainnya , sudah hampir satu tahun di pakai anaknya , tepatnya tanggal 10 januari dia dinyatakan hilang dari rombongan pencinta alamnya , setelah 5 hari dia baru bisa ditemukan , berdasarkan penemuan dari team SAR kemungkinan dia terperosok hingga jatuh berguling ke dasar lembah , sedangkan sekarang sudah mau memasuki bulan NOVEMBER , tapi dari pihak rumah sakit belum bisa memastikan kondisinya .
"Ayah...sebaiknya ayah pulang dan beristirahat , hari ini biar ibu yang jaga WILDA "
"Baiklah bu , ayah titip ya "
"Oya..tadi pagi ada panggilan dari pak JAYA , sebaiknya nanti ayah menelfonnya "
"Ya baiklah " pamit ayah WILDA itu .
Tapi kemudian berpapasan dengan seorang suster yang biasa merawat anaknya .
"Selamat siang bu , pak kepala ingin bertemu dengan wali dari pasien nona WILDA "
"Terimakasih suster sudah mengabari saya "
" sama sama bu , mari saya antar "
Ke dua perempuan itu pun pergi meninggalkan ruangan VIP . Di susul begitu ke dua wanita itu berbelok ke arah ruangan lain , seseorang berpakaian layaknya seorang dokter masuk kedalam ruangan itu . Badannya tegap dengan kacamata dan masker di mulutnya .
Begitu masuk kedalam dia terus memandangi tubuh yang tak berdaya itu , lalu dia duduk dikursi sebelah pasien .
"Bangunlah sayang , apa kamu tak mau bertemu lagi dengan ku ? Maaf....aku baru bisa menemuimu , pulang lah..aku sangat merindukanmu " ucapnya sambil mencium kening gadis itu .
Kejadian ini membuat diri KENANGA yang kala itu ditebing justru kian memudar , bisikan itu sangat jelas didengarnya , lalu disusul dengan senyuman dari ke dua lelaki itu .
"JAKA !!!! ARYA !!!!! Apa yang terjadi...? Kenapa dengan tubuhku..."
"Ya...kini sudah saatnya kamu kembali , dia sudah membangunkanmu , maaf aku harus pergi lebih dulu"
pesan ARYA dengan senyumannya yang kemudian lenyap dari pandangan .
"Ingat lah , aku akan selalu menyayangimu , berbahagialah , mereka semua sudah menantimu , aku sangat mencintai mu KENANGA "
"AKU JUGA CINTA kamu JAKA " ucap KENANGA yang kemudian lenyaplah ke duanya menyusul ARYA .
Tubuh yang terbaring itu pun mulai menunjukan perubahan , terlihat dari monitor ada beberapa pergerakan , dari detak jantung dan nafasnya ,serta jari jemarinya yang mulai bergerak .
Ibunya yang baru kembali dari ruangan kepala dokter langsung terkejut mendapati perubahan di monitor anaknya , sehingga beliau langsung memanggil dokter lewat telfon pemanggil diruangan itu .
"Dokter !!!! Dokter !!!! WILDA tadi menggerakkan jarinya !!! " teriak ibu ibu itu sehingga membuat kepala dokter dan beserta dokter lainnya berlari ke barisan kamar VIP di rumah sakit .
__ADS_1
"Sabar anak ku , mereka akan segera datang dan memeriksa tubuhmu " girangnya . Dan tak lupa beliau menelfon suami dan keluarga lainnya agar tau bila anaknya ada kemajuan .
Begitu para dokter itu datang mereka langsung meminta izin pada sang wali untuk memeriksa kondisi anaknya sedangkan ibunya menunggu diluar dengan harap harap cemas semoga kemungkinannya sadara tak lama lagi .
"Bagai mana bu kondisi WILDA ?" cemas suaminya yang buru buru kembali ke rumah sakit .
"Dia sedang diperiksa ,tadi aku sempat melihatnya membuka mata dari jauh, semoga saja ya yah , dimana putra kita , apa dia justru tak datang ?"
" tenang saja ...dia sedang perjalanan kesini "
"Baguslah ..aku dengar keluarga besar juga mau kesini ?
"Iya ... semoga saja dengan kejadian ini kita bisa bersama lagi "
"Amin "
Tak lama kemudian para dokter itu keluar dengan senyumannya yang lebar berkembang .
"Selamat ya buat bapak dan ibu , kondisi WILDA sudah berangsur membaik , sepertinya keajaiban sudah datang pada keluarga bapak , dia berhasil melewati masa kritisnya , bahkan dia sudah sadar " ucap kepala dokter itu .
"Lalu apa kami bisa mengunjunginya dokter ?"
"Silahkan dokter terimakasih "
"Sama sama pak ,bu permisi "
Masuklah ke dua orang tua itu dan mendapati tubuh anaknya yang sudah banyak perkembangan dengan dimulai dari kesadarannya , meski masih menggunakan selang oksigen .
"WILDA kami sangat mencemaskan kamu , syukurlah kamu bisa melawan sakit yang kamu alami " cemas ibunya .
"Ya nak ayah juga setiap hari selalu mendoakan untuk kesembuhanmu "
Yang ditannya hanya tersenyum dan menitikan air matanya . Tak berselang lama masuklah semua keluarga besarnya ada tuan ANGGA sang adik ayahnya yang mirip dengan sosok RADEN TRENGGONO , dan tentunya DEWI CEMPAKA yang mirip dengan RATU CEMPAKA dan tentu saja ayahnya yang mirip dengan RADEN KIKIN ayah dari ARYA PANANGSANG , sayangnya kakaknya belum juga sampai .
"WILDA syukurlah kamu sadar dan membaik , paman khawatir sekali , kita sudah lama tak bertemu , tapi sekali bertemu harus seperti ini " sedih pamannya .
"Aku ..kangen..paman " lirih WILDA
"Kau jahat sekali , yang kau rindu malah ayahku , aku juga kangen kamu tau " ucap CEMPAKA sembari memeluk sodaranya itu . Sehingga semua orang pun tertawa dengan tingkahnya.
__ADS_1
"Mas Surya , sehubungan sudah tak ada sangkutan dengan itu , tolong sekarang kembalilah kita ke rumah utama , anak mu membutuhkan arahan darimu "
"Baiklah mulai saat WILDA membaik kami akan boyong ke sana lagi "
" terimakasih "
"Ayah... mas ARYO kemana ?" Tanya WILDA .
"Benar juga anak itu lama sekali kesini, dia sedang di perjalanan kesini "
("Setelah sekian lama kita berpisah , apa benar kau adalah kakak ku , jika benar begitu , aku akan cari waktu yang tepat , akan aku tannyakan pada ayah , siapa aku sebenarnya ") geramnya dalam hati .
Terlihat dari arah pintu masuk barisan kamar utama VIP , seorang pemuda tinggi ideal nan rupawan berpakaian kemeja rapih tengah membawa sebuah buket bunga nan cantik dan berjalan tergesa gesa menuju kamar yang diruju .
"Maaf semuanya ..saya telat " ucap pria itu sembari menutup kembali pintu kamar . Keringatnya bercucuran karena berlari dari parkiran .
"Mas ARYO..." kaget WILDA , karena sesuai ekpetasinya bila pria itu pasti mirip dengan ARYA PANANGSANG . Sedangkan lelaki itu justru langsung memeluk adiknya erat erat , dia sangat khawatir akan kesehatan adiknya .
"Syukurlah kamu sudah sadar ... kami sangat khawatir "
"Maaf sudah membuat mas ARYO juga khawatir "
"Pokoknya begitu kamu sudah boleh pulang , aku tidak akan mengizinkan ayah, ibu dan kamu pergi lagi , kali ini kalian harus pulang bersama kami " marah ARYO itu .
"Iya...kali ini kita tidak akan meninggalkanmu lagi...kita ber empat akan bersama lagi dirumah utama " terang ibunya .
"Benar ya bu..aku tak ingin berpisah lagi dengan WILDA "
"Iya ibu janji "
Selepas hari itu WILDA pun terus melakukan pengecekan pengecekan rutin , tapi kali ini bersama dengan keluarganya , apa lagi kakak nya hampir seharian selalu menemaninya jika tidak di usir oleh keluarga lainnya , yang ingin berkunjung .
Kira kira sekitar hampir satu bulan WILDA baru diperbolehkan untuk pulang oleh pihak rumah sakit , hanya saja setiap bulannya dia sementara tetap harus kontrol kembali ke Rumah Sakit .
maaf ya baru bisa update lagi..soalnya lagi sibuk ngurus surat pindah bareng suami...maklum suami orang jauh.
terimakasih ya..
__ADS_1