KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
MALAM ACARA


__ADS_3

Esok harinya sesuai yang diagendakan oleh undangan , maka bagi para tamu tamu yang mendapat undangan pun bersiap untuk berangkat menghadiri pesta tersebut .


Dari mulai yang perempuan dan laki laki semua berdandan begitu cantik dan gagah gagah , tak terkecuali keluarga dari SURAKARTA pula , sudah dari jam 6 sore mereka menyiapkan pakaian yang akan dipakai .



"Nak...ayah add sesuatu untuk mu , ayo ikut ayah "



"Benarkah yah ?"



Menurutlah KENANGA pada ayahnya , begitu membuka pintu depan , nampaklah rombongan dengan mobil putih yang kemaren sempat membawanya dari SOLO , baru sampai di halaman rumah .



"AYAH...IBU ..." girang KENANGA sambil menuju ayah dan ibunya .



Tak heran bila ayahnya pun diundang , karna beliau lah ayah kandungnnya dan tentu karena beliau juga Guru besar di YOGYAKARTA , maka sudah menjadi langganan selalu mendapat undangan acara dari keraton .



Yang menambah KENANGA bahagia lagi kali ini rupannya Kakak angkatnya si AWI juga ikut bersama rombongan .



"Hay...aku AWI , ayah BAGAS dan semuannya sudah menceritakan semua kepadaku , aku sangat beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga ini meskipun bukan kakak kandung ku "



"Kakak bisa saja... kalian ber tiga adalah kakak kakak ku yang terhebat , terimakasih ya selama ini kalian sudah merawat dan menjaga ayah dan ibu selagi aku masih disini "



"Ya ampuunnn..manis nya adik kita " ucap tuan MARTA . Lalu ke empat anak itu pun berpelukan erat erat .



"Selamat datang kang mas , mari duduk duduk dulu didalam , lagi pula acaranya masih lama " ajak tuan SURYA .



Para tetua pun duduk duduk di diruang tengah sembari menunggu jam 9 , sedangkan para muda mudi memilih mengobrol di teras depan rumah .


Bagi KENANGA suasana seperti ini sudang sangat langka dia jumpai , bahkan saat dia di abad itupun sudah sangat jarang bisa berkumpul bersama seperti ini .



Tak begitu lama , ketika jam menunjukan setengah sembilan malam 3 mobil itu pun bersiap berangkat menuju tempat pesta , menurut kabar angin keluarga tuan JAYA yang masih keturunan keluarga keraton tengah mengadakan syukuran karena anak lelakinya telah tamat dari sekolah kedokteran dengan hasil yang sangat memuaskan , tapi entah ada acara apalagi mengingat para orang terpandang pun juga ikut datang dalam acara ini .



Apalagi dihalaman rumah besar itu , ramaaaaiiiiii sekali dengan jajaran kedai makanan dan minuman seperti wedang jahe , bajigur , wedang ronde dan tentunya berbagai masakan khas nusantara ada disana semua . Benar benar memuaskan jiwa kuliner kita .



Sembari menanti dimulainya acara , tak jarang para tamu duduk duduk mengobrol di bangku bangku yang disesiakan sambil mengobrol dengan kenalan kenalan mereka .



"Mas JAYA selamat ya ,aku dengar ini acara untuk kelulusannya "



"Terimakasih sahabatku , aku tak menyangka kalian datang bersamaan ke rumahku "

__ADS_1



"Karena kalian adalah tamu kehormatanku malam ini" bisik tuan JAYA itu .



"Jangan seperti itu aku kan tak enak dengan yang lain"



"Mas BAGAS ini bisa saja.... sebentar lagi.." tiba tiba tuan JAYA menghentikan obrolannya , karena gadis kecil tuan RANGGA datang kepada mereka .



"Paman masih ingat aku kan ?" Ucap CEMPAKA .



"Tentu saja paman tak akan lupa dengan si cerewet yang sudah besar ini "



"Dimana pak Dokternya paman ?"



"Carilah , dia sudah tidak mungkin untuk kabur hari ini "



"Baiklah paman aku akan mencarinya..saya permisi dengan paman lainnya juga "



"Ya..hati hati ya.."




"Dan kamu pasti WILDA PUSPA KENANGA "



"Paman masih ingat dengan saya ?"



"Tentu saja , paman tak akan lupa dengan gadis yang paman beri nama , dimanapun kamu berada paman selalu mendoakanmu , syukurlah kamu sudah sadar dari koma mu , pasti kamu sangat menderita saat saat itu " iba tuan JAYA sembari memeluk gadis itu .



"Eyang putri juga menitipkan salam untuk paman JAYA "



"Benarkah ? Salamkan pula pada eyang putri ya nak ARYO , semoga sehat selalu , oh..ya..sejak kapan kamu sudah sebesar dan setampan ini "



"Paman bisa saja "



"Baiklah ..kalian nikmati jamuan yang ada , semoga kalian kerasan dengan acara malam hari ini "



"Terimakasih paman "

__ADS_1


Tuan JAYA pun kembali menyalaminpara tamu tamunya yang hadir malam hari ini .



"Apa kau haus ? Aku akan ambilkan untukmu "



"Aku belum haus nanti saja , disini pengap ya kak , terlalu banyak orang "



"Bagaimana kalau kita ke taman , sepertinya disana lebih asyik "



"Benar kah ? Kalau begitu ayo..."



Sebuah kursi kayu panjang pun mereka pilih sembari menikmatianeka minuman hangat khas indonesia .



"Aku kira kakak tak suka minuman begini "



"Siapa bilang , kau fikir yang selalu menemanimu minum wedang jahe itu siapa " tegas lalaki itu .



Jika di ingat ingat , saat dikehidupan di abad 15 itu juga seorang ARYA PANANGSANG , yang selalu menemaninya saat menjadi guru pengajar pun sering pula memvuatkannya wedang jahe bila sedang ngobrol ngobrol santai, sehingga membuat KENANGA tersenyum sembari memandang wajah lelaki itu , seolah mengingatkan masa masa saat tengah duduk berdua di teras rumah belqkang di rumah KI AGENG SELO .



"Kau kenapa ? Hati hati kamu bisa gila memandangi ku seperti itu , awas loo wajahku itu bisa membuat orang berubah fikiran "



"Enak saja , aku tak akan segila gadis gadia lain saat bertemu kakak , aku hannya sedang mengingat saat saat aku berbincang dengan lelaki yang mirip kakak itu "



"Oh ya , benar kah ?"



"Yaa...tapi saat itu tak hannya kita berdua "



"Yang benar..?"



"Iya saat ARYA itu singgah , biasanya ada aku ARYA dan..."



"Dan SUTAWIJAYA atau malah JAKA TINGKIR " seseorang tiba tiba menyela pembicaraan mereka , yang tenti saja mengagetkan ARYO apa lagi KENANGA dengan nama nama yang disebutkan seseorang itu .


sehingga membuat KENANGA memalingkan wajahnya , untuk melihat siapa gerangan orang yang telah mengatakan nama nama itu .




__ADS_1



__ADS_2