
"Apa salahku sehingga kamu mau meracuniku PAMALAD ? Tapi kau tak perlu menjawab pertanyaanku , kau bisa menjawabnya di pengadilan wilayahmu " tutur raja.
"Aku sudah menyatakan tak saling curiga , akan tetapi kau telah membuat keruh air jernih yang telah kami buat dengan susah payah " lanjut raja kembali .
"Wahai kakakku SUTA WIJAYA , percayalahkepada ku bahwa kami semua adalah kawan bagimu bukan musuhmu , janganlah kamu mencurigai kami dengan peristiwa ini " mohon sang adik.
"Itu hanya khusus bagimu BANAWA , Aku percaya karena kamu adalah adik ku , adik yang aku sayangi "
"Tidak kakak , kau harus menyayangi kita semua , terlebih kepada ayah kita , tolong jangan kau curigai ayah kita !!" Sedih BANAWA sambil sesekali mengusap air matanya .
SUTAWIJAYA pun hanya bisa terdiam , lalu dia memandang ibunya untuk sebuah jawaban, yang kemudian di iya kan oleh ibunya lewat anggukan kepala .
"Baiklah , kita tidak akan saling curiga , sekali lagi tak akan ada kecurigaan diantara kita "
Lalu dengan rasa penyesalan yang sangat , akhirnya rombongan PAJANG pun meminta izin untuk kembali pulang ke PAJANG .
Begitu pagi mereka sampai di istana , diceritakanlah oleh PATIH MANCANEGARA dan BANAWA apa yang terjadi malam itu , betapa marahnya RAJA HADIWIJAYA dengan sikap yang dilakukan menantunya itu , dalam sekejap dia telah menodai jernihnya air dengan tinta hitam , lewat iri dan dengkinya .
Dan oleh sang raja sendiri dipulangkanlah dia ke tanah TUBAN , berdasarkan berita yang beredar istrinya tak diikutkan bersamanya , juga tak ada yang tau hukuman apa yang diberikan oleh penghianat itu .
Tahun demi tahun pun berlalu , ke dua kerajaan nampaknya tenang dan damai , setidaknya raja HADIWIJAYA pula sedikit senang bila KENANGA masih ada waktu bersama cucu cucu nya di MATARAM , mengingat anaknya masih tak mau menghadap ke PAJANG tapi kini raja memakluminya sehingga tanpa sepengetahuan yang lain , raja terkadang menyamar menjadi orang biasa demi melihat istri , anak dan cucu cucunya di MATARAM.
Akan tetapi nasib tidaklah dapat ditolak , sebuah peristiwa besar terjadi di kediaman Raja sehingga dia marah sejadi jadinya .
Yaitu RADEN PABELAN keponakan SUTAWIJAYA dari anak pamannya yang tinggal di PAJANG , rupanya dia kedapatan menyelinap ke dalam kaputren .
Awalnya raja memang tidak melarang bila putri kecilnya MAHISA SEKAR KEDATON mendapat jodoh RADEN PABELAN , beliau ingat betul peristiwa dulu kala , saat dia hrndak dijatuhi hukuman mati , akan tetapi yang membuat raja murka , dia berani menyusup ke dalam istananya , apa lagi terpergok bersama putrinya dikamar tengah bermesraan , sehingga raja yang murka menjatuhi hukuman mati padanya .
Tentu saja berita itu terdengar sampai ke telinga RAJA MATARAM , banyak pula rakyat yang berkomentar bila RADEN PABELAN bisa masuk keruangan putri karena putri pula yang memberi jalan , sehingga tak seharusnya hanya RADEN PABELAN saja yang menerima hukuman .
Siang itu pula di kerajaan PAJANG tak hanya RADEN PABELAN saja tapi ayahnya TUMENGGUNG MAYANG dan istrinya turut hadir untuk meminta ampunan .
__ADS_1
"Wahai raja , ampunilah kesalahan anakku , kami memang lalai , entah setan apa yang merasukinya " mohon sang TUMENGGUNG .
"Tidak saudaraku TUMENGGUNG MAYANG, anakmu telah mempermalukan diriku , dia berani beraninya menyusup untuk menyambangi kamar anakku , dari awal aku tak mempermasalahkan hubungan mereka , tapi sangat disayangkan....." kecewa RAJA HADIWIJAYA .
"Kang , bukannya dulu raja dipergoki keluar dari ruangan bersama ratu , apa bedanya dengan anak kita , parahnya lagi dia sudah menyia yiakan ibu ratu KENANGA " bisik istri tuan tumenggung.
"Iya kau benar , dia lebih jahat dari semuanya " timpal tumenggung pula berbisik .
Tapi siapa sangka sang raja justru mengetahui akan bisikan mereka , sehingga rasa rasa ingin sekali dia melempar ke dua nya .
"Prajurit !!!! Tangkap TUMENGGUNG MAYANG , buang mereka ke SEMARANG !!!! " Murka sang raja .
"Ampun raja..ampuni kami .."mohon ke dua suami istri itu .
"Tolong jangan lakukan ini kepada kami !!!! "
"Aku akan membantumu kabur , larilah dengan kuda secepat mungkin menuju MATARAM dan kabarkan pada kakak mu " bisik TUMENGGUNG dan kemudian dia mencoba memberontak para prajurit bersama istrinya sehingga salah satu dari mereka bisa menunggangi kuda dan melapor pada MATARAM .
Entah bagaimana nasib Anaknya RADEN PABELAN , dia pasti sedang menerima hukuman dri raja . Tanpa hambatan yang berarti PUTRI SUTA CEMPAKA pun segera berlari ke dalam istana , menuju tempat kakaknya berada .
"Kakak tolonglah aku , anakku akan dihukum mati oleh raja PAJANG , sementara suamiku akan dibuang ke SEMARANG "
"Aku sudah mendengar akan berita anakmu yang telah berani memasuki kamar putri , tetapi harusnya tak perlu dijatuhi hukuman mati , mengingat mereka saling mencintai , hukuman mati hannyalah untuk pembunuh atau perampok yang membunuh , aku saja masih mengampuni PAMALAD yang justru berniat membunuhku "
"Terimakasih kakak , ini tidak adil " tangis Suta CEMPAKA kemudian .
"Pertama kira rebut dulu suamimu untuk kita bawa ke MATARAM , sedangkan untuk anakmu aku minta maaf jika mereka sudah menghukumnya "
__ADS_1
Menangislah sang putri yang kemudian membuat ibu ratu KENANGA datang ke balairung dan mencoba menenangkan kondisi anak kakaknya Tuan PAMANAHAN itu , yang terus menangis tersedu sedu .
"Bu aku titip SUTA CEMPAKA disini "
"Ya anakku , berhati hatilah , doaku akan selalu menyertaimu "
"Terimakasih bu "
"Kakak tolong izinkan aku ikut menjemput suamiku , aku mohon ......"
"Baiklah ....ayo kita berangkat !!!! Bersiaplah semuanya !!! " titah sang raja .
KENANGA pun hannya bisa memandangi kepergian SUTA WIJAYA dengan penuh keresahan .hal itu disadari oleh anak menantunya istri sang raja .
"Ada apa ibu RATU , Nampaknya semenjak kepergian RAJA PAMANAHAN , kita tak pernah melihat ibu tersenyum , apa lagi mengingat kondisi ibu yang s3makin memburuk , bahkan sekarang ibu begitu cemas "
"Benar anakku , selama ini ibu hannya bisa menjadi penasehat suamimu , ibu hanya bisa membimbing agar pertempuran antara suami dan ayah mertuamu tak akan terjadi , tapi jika kekacauan seperti ini terus terjadi , ibu tak akan menjamin ,ibu hanya bisa menghitung hari saja untuk meninggalkan kalian "
"Ibu jangan bicara seperti itu , kami harap ramalanmu tak akan terjadi , kami tak mau kehilangan mu ibu " sedih RADEN AYU RETNO DUMILAH kemudian .
"Ibu hanya bisa berpesan padamu , jagalah suamimu jika ibu sudah tak ada lagi , karena hari itu secepatnya akan datang "
"Ibu...." tangis menantunya sambil memeluk sang IBU RATU .
__ADS_1