KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
RAMALAN SUNAN


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian , Seperti yang pernah dikatakan oleh RATU bila kini nasib kerajaan DEMAK sangat memprihatinkan selepas ditinggal RADEN TRENGGONO , apalagi selepas wafatnya RADEN PRAWOTO, Kini semakin banyak wilayah DEMAK yang meninggalkannya sehingga kini hanyalah daerah kecil, hanya cerita lama bula dulu pernah ada kerajaan besar disana.


Sementara itu anak RADEN PRAWOTO kini memindahkan segalanya ke PAJANG karena dia sangat yakin bila pamannya RAJA HADIWIJAYA pasti mampu mengembalikan mereka kembali.


Dan target utama tahun ini adalah SURABAYA , dimana mereka mempunyai Pimpinan adipati muda bernama PANJI WIRYAKRAMA .


Sore itu Sebelum keberangkatan ke SURABAYA, RAJA terlebih dulu menyambangi kediaman wanita yang disayanginya sebelum besok dia berangkat bertugas.


Melihat pemilik rumah berada di dapur dia langsung masuk dan mengagetkannya.



"Hay...!!!! " tapi yang dikagetkan justru tak ada respon.



"Kamu tak kaget ? "



"Tidak.., anakmu sudah memberi tahu ku bila sore ini kamu pasti akan datang " ucap istrinya.



"Aahh...bukan kejutan lagi namanya "



"Kata SUTA besok kalian akan ke SURABAYA benar ?"



"Iya..kamu tau sendiri sekaràng wilayah DEMAK sudah bukan lagi layaknya kerajaan yang jaya seperti dulu, hampir setengah bagian melepaskan diri , apa lagi wilayah timur"



"Makanlah dulu , sepertinya kamu pun belum makan sore ini "



"Suapi aku ya "manja raja itu.



"Apa si kamu ini, tak malu apa anakmu sudah dewasa, masih saja manja seperti ini "



"Biarlah..malam ini aku ingin tidur dengan istriku "



"Jangan begitu, RATU juga istrimu " ucap KENANGA . Karena dia tau bila selama ini raja pun selalu tidur seorang diri, mengingat dulu karena butuh penerus dia baru mau tinggal dikediaman ratu, selepasnya sampai sekarang dia hanya sendiri diperbaringannya.



"Iya...tapi entah kenapa hati ku hanya mau mengarah kesini "



"Tak usah menggoda ku , duduk lah aku akan menyiapkan makan malam "



"Iya..aku rindu SOTO buatanmu "


Setelah hidangan disediakan sepasang pasutri itu pun makan malam bersama, sekarang kondisi RAJA sudah mulai membaik, badanya juga sudah bugar berisi, nafsu makannya juga sudah bertambah diiringi rasa sakitnya yang sudah jarang tak kambuh untuk beberapa tahun ini.



"Kali ini kamu harus lebih bijaksana, selain para metrimu kamu juga membawa anakmu, kalau bisa dengan jalur damai kenapa tidak "



"Iya aku tau, semakin hari semakin cerewet saja istri ku "



"Aku khawatir kang dengan SUTA, dia satu satunya penyemangatku disini "

__ADS_1



"Kamu tenang saja, dia akan aman denganku "



"Benar ya..awas saja kalau dia sampai lecet sedikit saja, akan aku balas kamu berkali kali lipat "



"Ya ampun...istriku ini, ternyata masih perkasa seperti dulu ya , tapi kali ini aku tak akan kalah dari mu " godanya sambil membopong istrinya itu..romantisssss sekali.



"Heyy...JAKA lepaskan...."



"Lihat saja aku tak akan mengampunimu "



"Kau ini jahat sekali "



"Biar saja..." cueknya sambil melangkah kebiliknya.



Beberapa tahun ini sejak terakhir rencana pembunuhan, dari pihak JIPANG pun tak ada pertanda penyerangan, sehingga RAJA HADIWIJAYA pun lebih fokus pada daerah yang melepas diri dari DEMAK, Kecuali bila daerah itu lebih memilih JIPANG dia pun tak akan merebutnya Kembali.


Siang itu pasukan PAJANG pun berangkat ke tanah timur menuju ke SURABAYA, kebetulan diperjalanan mereka melintasi daerah KERAJAAN GIRI KEDATON sehingga dia mampir dan beristirahat di wilayah itu, sembari meminta arahan dari SUNAN PRAPEN .



"Assalamualaikum KANJENG SUNAN "



"WAALAIKUM SAlAM mari masuk para rombongan PAJANG "




"Baik baginda "


Raja dan KANJENG SUNAN pun ke meja utama s3mentara mentri mentrinya di meja depan menunggu sambil beristirahat.



"Aku dengar kalian mau ke SURABAYA , apakah itu benar ?"



"Benar KANJENG, maksud kami untuk meminta kembali untuk bergabung dengan keluarga DEMAK yang kini berada di PAJANG "



"Aku dengar adipati muda itu sangat khawatir dengan daerahnya, makanya dia ikut bekerja sama dengan "PERSEKURUAN BANG WETAN " "



"Benarkah KANJENG? "



"Aku punya ide untuk ber diplomasi dengan mereka , kamu juga bisa mengambil MADURA dan TUBAN sekaligus "



"Dengan cara apa KANJENG ?"



"Bukan kah kau punya anak perempuan ? Angkat mereka sebagai menantumu, maka bukan lagi peperangan melainkan kekeluargaan, dan tak ada yang dirugikan satu sama lain "


__ADS_1


"Benar juga KANJENG, pantas saja istri hamba meminta hamba untuk bijaksana dengan keadaan, lebih baik memilih jalan lain dari pada peperangan "



"Benar...berjuang lah semoga berhasil, aku akan mendoakan kalian dari sini "



"Terimakasih KANJENG SUNAN saya undur diri dulu assalamualaikum "



"Waalaikum salam "


Pasukan PAJANG pun kembali melanjutkan perjalanannya, kembali menyusuri jalanan dan hutan hutan berhari hari, hingga sampailah di SURABAYA daerah pertama yang mereka tuju untuk bertemu dengan ADIPATI PANJI WIRYAKRAMA.


Segera RAJA HADIWIJAYA menyatakan keperluannya ke tanah timur, tadinya sang adipati juga tak percaya bila justru pasukan dari PAJANG bukanlah bermaksud berperang melinkan mengambilnya sebagai menantu, sehingga kedatangan mereka justru sangat diterima oleh mereka, begitu juga saat mereka ke MADURA dan TUBAN , sehingga tak butuh ber bulan bulan pun mereka telah kembali ke jalan pulang.


Kembali lagi RAJA HADIWIJAYA mampir untuk mengucapkan terimakasihnya atas saran dari sang SUNAN.



"ASSALAMUALAIKUM... KANJENG SUNAN "



"WAALAIKUM SALAM RAJA HADIWIJAYA "



"Saya kesini karena mau berterimakasih atas peran dari KANJENG SUNAN sebagai penasehat saya , sehingga dengan cara damai saya bisa membawa JAWA TIMUR kembali "



"Syukurlah, karena sesungguhnya peperangan itu hannyalah kita lakukan untuk mempertahankan kerajaan saat ada penyerangan, jika masih bisa dilakukan dalam damai kenapa tidak "



"Benar KANJENG , Dan maafkan saya kalau tadinya saya berniat untuk melayangkan peperangan "



"Tidak apa apa, aku pula tak pantas menceramahimudengan politik, karena aku hannya guru agama saja, hanya saja dari kita bertemu ingin rasanya aku melihat masa depan kerajaanmu Raja, apakah kamu berkenan ?"



"Tidak apa apa KANJENG, silahkan saja"



"Terimakasih "



Sesaat sang SUNAN menutup ke dua matanya , tapi tiba tiba rona wajahnya berubah memucat, dan gemetaran tak karuan.



"Ada gerangan apa sampai KANJENG SUNAN ketakutan seperti ini ?" Cemes raja.



"Aku tak menyangka dengan penglihatanku " gemetar sang SUNAN



"Apakah terjadi sesuatu KANJENG ?"



"IYA raja, ada saatnya nanti negrimu akan diserbu sebuah kerajaan dan engkau akan mengalami kekalahan, hal itu akan membawa kenyataan pahit bagimu, patih dan para mentri bahkan seluruh rakyatmu " terang sang SUNAN.


Pernyataan SUNAN benar benar seperti guntur yang menyambar ke tubuh RAJA HADIWIJAYA , wajahnya tak kalah pucat pasi dari SUNAN PRAPEN , keringat dinginnya langsung bercucuran kebadan dan dahinya, tak kalah jari jemarinya pun gemetaran panas dingin mendengar penuturan masa depan negrinya.




__ADS_1



__ADS_2