KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
DIA YANG MEMILIH MU


__ADS_3

"Sebelumnya Aku mau meminta maaf , bila dulu pernah meresahka keluarga tuan BAGAS RAHMAN , saya meminta maaf bila sebelumnya telah beredar rumor yang tidak enak soal anak perempuan nya yang diasuh sahabatku tuan SURYA karena kalung yang dulu pernah dia dapat dari sayembara 21 tahun yang lalu " terang tuan JAYA .



Sehingga para tamu pun ikut berbisik bisik bila setelah diingat ingat mereka pun beberapa ada yang pernah andil dalam acara itu , namun hannya anak kecil dari keluarga biasa yang justru bisa membuka perti wasiat keluarganya .



"Ini adalah wasiat dari keluarga ku , bila sebelumnya kami dengan seenak hati meminang seorang wanita atau laki laki , tapi kebetulan saat di berikan kepadaku kalung ini justru telah memilihkan calon menantu untukku , hingga akhirnya anak tuan BAGAS lah yang mampu membukannya , tapi mengingar rumor yang beredar di masyarakat , aku pun meminta pertolongan secara pribadi kepada sahabatku tuan SURYA untung merawatnya sementara , karena aku sangat khawatir padanya mengingat yang beredar dari opini masyarakat " terang tuan JAYA kembali .



"Kau dengar kan , dulu hannya kau saja yang bisa membuka , aku juga masih ingat saat kau berumur satu tahun , kau lucu sekali pipimu juga seperti bakpao "



"Yang benar ?, aku juga pernah lihat di album lama dirumah , kadang aku malu sendiri dengan pipiku yang bulat "



"Aku tak bohong ko , kalau kau itu imut dengan topi rajutan "



"Pandai ya kau menggoda orang , diamlah ayahmu sedang berbicara "



"Okey.."



"Bila ada dari kalian yang mungkin ragu atau pun lupa , kami akan buktikan kembali , karena untuk sebagai menantuku dia sudah selesai mengemban tugasnya , dan kalung itu pun sudah kembali lagi pada tempatnya "



Seorang ajudan pun masuk dan membawakan sebuah peti cantik kepada sang tuannya tersebut .



"Silahkan bagi yang ingin mencoba kembali untuk membuka peti ini "


__ADS_1


Lalu para gadis gadis itu pun mulai maju dan mencoba membuka peti itu dengan sekuat tenaga , padahal peti itu tak ada kunci gembok apa pun yang menghalanginya , harusnya tanpa tenaga yang besar cukup dengan hannya membuka saja sudah bisa terbelah tutup dan tempatnnya .


KENANGA yang ada didalam ruangan bersama HADI tentu saja harap harap cemas , hal itu terlihat dari raut wajahnya yang gelisah dan sesekali dia menengok ke luar ruangan , telapak tangannya saja sampai berkeringat .



"Tak perlu khawatir , bukankah kau yang punya kalung itu ?" HADI mencoba menenangkan sambari menggenggam ke dua tangan gadis itu .



"Tapi..bagaimana dengan CEMPAKA ? dia kan..."



Lagi lagi HADI memeluk gadis itu , untung saja diruang tengah itu sepi , para pelayan pun hannya memakai jalan depan untuk menghidangkan makanan , sedangkan para tamu berkumpul diruangan depan .



Sampai akhirnya CEMPAKA pun mendapat antrian untuk membuka peti itu , dia sangat optimis bisa membukanya . Dengan segenap kekuatannya dia mencoba membukannya , tapiii...seperti halnya gadis gadis lainnya , peti itu pun tak bergeming sama sekali untuk dirinya .



"Maaf CEMPAKA , sepertinya tidak mau terbuka " iba tuan JAYA .




"Kau adalah gadis yang baik hati dan periang , paman yakin kau pula akan bertemu dengan pria beruntung yang sangat mencintaimu "



"Amin....terimakasih paman " pamit CEMPAKA dan kembali ke kursinya .



Nyatanya tanpa terlewatkan sekalipun untuk anak gadis yang datang di acara malam ini , tak ada yang bisa membukannya .



"KENANGA anakku..kemarilah nak " panggil tuan JAYA .


__ADS_1


"Ayo kita keluar , apa kamu siap ?" Tannya HADI .



"YA..aku siap "



Kemudian Keluarlah gadis itu dengan di dampingi oleh seorang HADIWIJAYA bersamanya , meskipun hal itu sudah pasti tapi tetap saja rasa cemas dan takut masih sangat menyelimutinya , apa lagi di hadapan puluhan ribu tamu undangan , bahkan disana ada keluarga BAGAS dan DALIYA dan juga keluarga NAURA karena ayahnya adalah pemasok gula pada bisnis kuliner keluarga tuan JAYA .



"Hay..kau pasti bisa , aku yakin kalau kau berjodoh dengan dia " isyarat NAURA dari jauh sehingga KENANGA hannya mengangguk padanya .



"Anakku buka lah peti ini , karena ini aku bisa menemukanmu , dan tentunya kau lihat sendiri , bukan aku yang memilihmu tapi isi peti ini yang menunjukannya , bisa saja orang berfikir " Mengapa bukan dari keluarga yang sepadan dengan keluarga kami " tapi ini lah peninggalan keluarga kami , dan kami pasti mengikutinya ,dan dialah yang telah dipilih oleh kalung keluarga kami , silahkan nak buka lah " pinta tuan JAYA .



KENANGA pun menuju meja mimbar setinggi satu meteran dimana berada peti kecil diatasnya itu , sesaat dia menengok ke meja keluargannya, mereka hannya tersenyum sambil mempersilahkan KENANGA untuk membukannya, sedangkan ayah SURYA dan ARYO hannya menganggukan kepalanya menandakan beliau pun percaya padanya , sedangkan HADI hannya berbisik :



"Buka lah ..itu milik mu " begitulah ucapnya dari jauh .



Dan benar saja , baru saja KENANGA memegang tutup peti itu namun sebuah bunyi seperti kunci yang terbuka itu terdengar nyaring , padahal sedari tadi tak ada satu pun yang bisa menggoyahkan peti itu meski sudah bermacam cara mereka membukannya .



Dengan penuh keyakinan KENANGA pun mencoba perlahan membuka tutup peti itu .



"KREK...." Suara peti itu yang terbuka . Sehingga terbengong bengonglah semua hadirin disana .



Dan seperti hannya 21 tahun silam , sebuah cahaya terang benerang menerangi nya , sehingga semakin menambah terkejut dan decak kagum para tamu undangan .


Satu persatu tamu yang sudah mulai tersadar dari kekagumannya pun bertepuk tangan , hingga suasana pun berubah menjadi ramai dan riuh di ruangan besar itu . HADI pun ikut mendekat pada gadis itu dengan senyum puas nya , karena sangat senangnya yang bukan main dia tak terasa justru memeluk dengan erat gadis itu .

__ADS_1




__ADS_2