
Malam itu tak disangka begitu banyak para tamu yang datang ke rumah KENANGA untuk sekedar membahas mengenai acara izin meninggalkan PAJANG dan membantu tuan PAMANAHAN membangun hutan belantara MENTAOK itu.
Pagi harinya saat acara pertemuan pagi dengan RAJA , TUAN PAMANAHAN pun memohon diri untuk bersama rombongan yang berkenan bersamanya untuk membangun hutan MENTAOK.
"Aku doakan untuk keberhasilanmu kakang " pesan RAJA.
"Terimakasih baginda , saya beserta rombongan pamit undur diri dari PAJANG ASSALAMUALAIKUM "
"WAALAIKUM SALAM "
Seusai mendapatkan izin dari sang RAJA sesuai persiapan tadi malam , beberapa tandu kereta dan kuda beserta persiapan lainnya sudah mereka kemas rapi rapi, tak jarang bagi mereka yang sudah berkeluarga membawa istri atau suami mereka , sehingga semakin meramaikan perjalanan itu .
Berbondong bondong mereka berjalan ke arah selatan melewati lereng gunung MERAPI yang pernah meletus itu , disana tak terdapat jalanan rata , hanya ada tanah rawa dan hutan yang rapat sehingga sesekali barisan depan memotong alang alang yang menghalangi jalan mereka sehingga jalanan seluas satu meter bisa mereka lalui , hingga mereka sampailah disebuah bangunan candi hindu CANDI PRAMBANAN , dimana menurut gosip yang beredar didekat sana ada rumah kediaman seorang penduduk lama tanah ini yang masih mendiami tanah MENTAOK dia bernama KI AGENG LO .
Begitu giranglah pasukan tuan PAMANAHAN itu bila selama seharian ini mereka tak salah arah , mereka yang tadinya berniat istirahat dikawasan CANDI itu , justru sekarang ingin cepat cepat sampai dirumah KI AGENG LO yang terkenal oleh para pelancong itu.
Sekitar lima menit dari CANDI PRAMBANAN terlihat sebuah rumah dengan halamannya yang sangat luas dengan begitu banyaknya kursi kursi kayu panjang layaknya kedai makannan , tapi yang membuatnya terkenal adalah sebuah pohon LO nan besar didepan rumahnya , sehingga pemilik rumah banyak dikenal dengan nama KI AGENG LO.
Disana pun terlihat beberapa pelancong yang tengah beristirahat , beliau juga sangat ramah dan baik hati , tak jarang beliau justru menyiapkan makanan pula untuk tamu tamunya.
"Assalamualaikum "
"Waalaikum salam " jawab seorang bapak bapak yang ternyata KI AGENG LO sendiri.
"Maaf KI kami rombongan dari kerajaan PAJANG , sebelumnya boleh kah kami beristirahat sebentar disini ?"
"Silahkan tuan , jangan sungkan sungkan kami justru senang bila rumah kami yang berada di hutan ini ramai "
"Terimakasih KI saya PAMANAHAN , Mereka adalah keluarga saya dan juga kerabat kerabat saya " salam tuan PAMANAHAN , yang lain pun ikut menyalami tangan KI AGENG LO tersebut.
"Beristirahat lah dulu , kalian pasti sudah kelelahan menempuh perjalanan panjang ke sini , saya akan menyiapkan makanan dan minuman "
"Tidak usah Ki , tidak usah repot repot kami juga membawa bekal "
__ADS_1
"Benar ki " jawab s3muanya
"Tidak apa apa " putusnya lalu kedalam rumahnya , begitu keluar beliau dan juga istrinya membawa banyak makanan untuk rombongan tuan PAMANAHAN.
"Ki AGENG , sebelum nya maaf kalau kami mengganggu waktu ada, sebetulnya kedatangan kami kesini adalah mendapat tugas dari RAJA PAJANG untuk membangun sebuah daerah pemukiman kembali di tanah MENTAOK ini " papar tuan PAMANAHAN.
"Benar Ki , menurut obrolan para pelancong, KI AGENG adalah seorang tetua disini , takut takut KI AGENG tak setuju untuk niat kami, sehingga kami mau meminta izin dan restunya "
"Saya sekeluarga dan juga warga disini justru senang bila kalian ingin membangun daerah ini kembali, apa lagi bila sanggup membangun kerajaan MATARAM kami dulu yang sudah terkubur lahar MERAPI, kami sangat berterimakasih " seneng KI AGENG.
"Jadi benar EYANG kalau daerah ini , dulu adalah sebuah kerajaan bernama MATARAM ?" tanya SUTA.
"Benar nak , nama hutan MENTAOK adalah sebuah ejekan untuk kami karena MATARAM HINDU kami sudah terkubur sehingga menjadi hutan, akan tetapi ada banyak dari kami yang sudah pindah lagi kesini, karena ini lah tanah tahir kami , KAMI SIAP untuk membantu kalian " semangan kakek itu.
"Terimakasih KI AGENG kami sangat senang bila Ki Ageng beserta warga disini mau membantu kami "
Sesungguhnya dimasa ini bahkan di PAJANG sekalipun tak ada yang tau akan kerajaan yang tertutup lahar itu .
Setelah mendengar semangat dari sang tetua daerah , semakin membuat semangat optimis para rombongan akan masa depan mereka.
"Jika tuan senang dengan nama MATARAM , kelak akan aku berinama MATARAM pula untuk kerajaan ini " ucap tuan PAMANAHAN.
"Kami sangat senang jika begitu adanya , besok akan aku bawa kalian ke selatan untuk mencari istana kami yang terkubur , jadilah RAJA atau pemimpin untuk kami tuan " mohon KI AGENG.
"Tapi saya rasa , saya tidak siap untuk itu KI AGENG , tidaklah mudah untuk menjadi seorang raja "
"Lalu apa kamu punya mandat untuk mengangkat seseorang ? "
"Mungkin KI , dilain sisi tanah ini juga tak ada bukti pasti dari PAJANG yang jelas , bahwa tanah ini diSYAH kan untuk ku , tanah ini hanya hadian untu ku "
__ADS_1
"Aku ini tetua disini , rumahku adalah tempat istirahat untuk mereka yang kembali dari JAWA TIMUR, sehingga aku dijuluki LO karena pohon besar itu, jika kamu tak sanggup , aku merasa anak ini bisa melakukannya , dari penglihatanku ayahnya adalah seorang raja , apa itu benar ? Terka KI AGENG.
"Benar ki , sesungguhnya dia anak RAJA PAJANG yang lain , dia juga anak sodaraku SUTA KENANGA "
"Benar kah ? Wanita itu juga ada disini ?"
"Saya lah SUTA KENANGA itu KI AGENG ,"
"Sungguh kebetulan yang sangat langka, aku sempat heran dengan aura luarbiasa dari anak ini , lalu bagai mana ?"
"SUTA WIJAYA , apakah kamu mau menjadi Raja dim kerajaan MATARAM ?"
"Paman tidak sedang bercanda kan , mau menjadikan aku Raja disini ?"
"aku lah yang memintamu menjadi raja kami , aku dan seluruh rakyat MATARAM HINDU KUNO yang sudah tinggal disini, memintamu untuk menjadi raja "
"apa aku pantas menjadi raja , lagi pula aku belum berpengalaman , biarkan aku belajar kepada paman terlebih dahulu , jika aku sudah merasa siap aku pasti mau menjadi raja disini"
" benar kang , dia masih butuh belajar tatanan negara denganmu dan kakang MARTANI "
"Benar PAMANAHAN , Ajarkan SUTA WIJAYA terlebih dahulu , sehingga dia bisa menjadi raja yang hebat setelah belajar dari kita " timpal tuan MARTANI.
"Baiklah aku akan berusaha , jika kalian percaya kepada ku "
"ketahuilah , sudah dari dulu kami menanti seseorang untuk membangun kerajaan kami , dan kamu SUTA , Jika ayahmu saja seorang raja aku yakin darahnya pun mengalir dalam tubuhmu "
"tapi KI , Apa kami sedang bermimpi , anda mempercayakan kerajaan disini kepada kami "
"tidak tuan PAMANAHAN kami percaya pada kalian "
__ADS_1