KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
TAKDIR YANG TAK TERDUGA


__ADS_3

Disaat keluarga tuan BAGAS tengah bimbang untuk keputusannya andil dalam acara ini , tapi siapa sangka tiba tiba nomor undangannya dipanggil oleh sang pembawa acara .



"Apakah hadir untuk nomor undangan 226 " ucap sang MC berulangkali .



"Biar ayah saja bu yang kesana "



"Baik lah "



"Maaf saya lupa dengan nomor saya " ucap tuan BAGAS .



"Tidak apa apa pak ...mari silahkan untuk mencoba ke depan " pinta sang MC .



Dengan langkah penuh keraguan tuan BAGAS pun pergi menghadap ke arah mimbar dimana disebelahnya tengah duduk tuan jaya beserta keluarganya dan juga SRI SULTAN yang dengan sabar masih menanti pemilik kalung pusakannya .



"Maaf dengan keteledoran saya tuan "



"Tidak apa apa..."


Tuan BAGAS pun mencoba menuju mimbar tinggi didepannya



"Tuan BAGAS ...Maaf bolehkah aku menemani anakku sendiri , maaf merepotkanmu " ucap tuan SURYA .



Tentu saja hal itu membuat adiknya tuan ANGGA bingung , begitu pun dengan istri mereka semuannya , tapi mereka tau , pasti ada sesuatu yang membuat ke dua orang itu sehingga bertindak demikian .



"Silahkan tuan " ucap tuan BAGAS sembari memberikan gadis kecil itu kepada tuan SURYA .



"Aku punya firasat dengan anakmu , sehingga aku harus berbuat demikian " bisik tuan SURYA .



Ke dua ayah itu pun menuju meja itu , mengarahkan pada PUTRI KENANGA kecil untuk membukannya .


Siapa sangka kotak itu pun bereaksi meski gadis kecil itu belum membukannya , sebuah cahaya putih keluar dari secercah di belahan tutup kotak itu , sehingga membuat para peserta hari itu terbelalak lebar begitupun SRI SULTAN beserta keluarga tuan JAYA , akhirnya mereka menemukan sang pemilik kalung itu .



Hingga saat kotak itu terbuka oleh KENANGA kecil cahaya itu pun meredup dan terlihatlah sebuah kalung cantik nan unik dengan tiga batu berlian ditengah barisan serpihan kayu yang bertuliskan sesuatu .



"SURYA aku tak menyangka bila anakmu lah pemilik dari kalung ini "

__ADS_1



"Iya...tapi nanti aku ingin berbicara sesuatu kepadamu " bisik tuan SURYA pada temannya itu .



Terlihat para hadirin pun bersorak sorai bertepuk tangan , akhirnya kalung itu bertemu dengan pemiliknya .



"Jika anakku sudah besar aku tak akan mendekatkannya dengan anak perempuan tuan SURYA " bisik salah seorang tepat di depan nyonya BAGAS itu . Yang disebelahnya tuan ANGGA dan istrinya hannya bisa menenangkannya agar beliau tak mendengarkan ucapan itu .



"Iya benar , siapa juga yang akan rela , apa lagi bukan 1 pria melainkan 2 pria harus berkorban untuknya " ucap salah satu orang itu .



"Yang benar ?"



"Itu benar , tapi tak banyak yang tau arti kalung itu , mereka hannya tau bila dia adalah jodoh dari anak ningrat "



"Wawww...untung aku tahu dari anda bu terimakasih lo.."



"Iya sama sama "




"Siapa nama anakmu tuan SURYA ?"



"Namanya PUTRI KENANGA , bukan begitu tuan BAGAS ?"



"Benar "



"Suatu kebetulan dengan namanya yang mirip leluhurku , Mulai hari ini ku berikan nama untuknya WILDA PUSPA KENANGA " tepukanpun meriuhkan ruangan .



"Terimakasih tuan "



Beberapa hadirin pun mulai meninggalkan ruangan hanya tinggal beberapa yang masih tinggal karena masih berbincang dengan teman kerja maupun teman bisnis .



Disebuah ruangan pun berkumpul antara tuan JAYA , tuan SURYA dan juga keluarga tuan BAGAS .



"Maaf tuan BAGAS , dari awal aku memang sudah berbicara dengan tuan SURYA untuk mewakili keluarga siapa yang akan menerima anugrah ini , saat putrimu masuk aku sudah bisa melihat sehingga aku langsung memberi tanda pada tuan SURYA "

__ADS_1



"Benar Mas , setelah ini aku hanya menyerahkan semuannya pada keluarga mu "



"Ayah..awalnya aku memang tidak setuju , tapi kali ini aku bisa melihat dari pembicaraan orang orang mengenai kalung itu " ucap nyonya BAGAS .



"Benar , tapi bukan maksud kami tak percaya akan keluarga tuan BAGAS mengasuh anak ini , tapi mengingat anda adalah calon guru besar di YOGYAKARTA aku tak tega , anda menerima cibiran dari orang orang sehingga mereka menjauhi keluarga anda "



"Baik lah jika istriku pun bisa mengizinkan maka aku pun akan mengizinkan pula "



"Terimakasih tuan , lalu bagaimana denganmu SURYA ?"



"Ya...paling aku harus pergi begitu ARYO sudah berumur cukup untuk menjadi putra mahkota , aku juga tak tega jika nanti gadis ini mendapat cibiran dari orang orang di istana , aku juga sudah memberitahu pada semua keluarga ku "



"Baguslah kalau begitu , menurut dari yang aku baca dalam buku , tak perlu diceritakan siapa dia , dia akan tau dengan dirinya , itu berlaku jika dia diasuh selain orang tuanya "



"Kalau begitu kami tidak perlu khawatir lagi , kami bisa tenang menitipkannya pada mu SURYA "



"Terimakasih atas kepercayaanmu Mas "



Dan sejak hari itu nama PUTRI KENANGA pun berganti menjadi WILDA PUSPA KENANGA , dan segala kebutuhan pun dibawa oleh pasangan keluarga tuan SURYA , setelah mampir ke kediaman tuan BAGAS sebelumnya .



"Sejak hari itu , beberapa hari sekali ayah dan ibu datang mengunjungimu , tapi mengingat bertambahnya usiamu kami hanya berkunjung disaat kau tak ada dirumah , sehingga kami bisa leluasa membahas mengenai hal ini " terang tuan BAGAS panjang lebar .



"ibu juga berfikir , dengan kondisi keluarga kita yang sederhana , tak mungkin bisa menjagamu atau pun melindungimu dari cibiran orang orang "



"Ibu jangan bicara seperti itu , justru aku bersyukur , karena kalung itu aku bisa lebih dulu mengenal ayah, ibu kak PERMANA Kak MARTA Dan..loh bukannya ada kak PANJAWI juga yang ikut tinggal disini ?"



Semua orang pun hanya terbengong saja , karena mereka bahkan belum bercerita mengenai teman sekelas PERMANA yang bernama PANJAWI / AWI juga tinggal disana , tapi dia baru saja pulang ke tanah PATI .






__ADS_1


__ADS_2