KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
GUGURNYA RAJA JIPANG


__ADS_3

Pertengahan sore itu ARYA pun telah sampai di sungai sore dimana tempat tantangan itu diberikan, hannya saja disebrang sana hannya ada tuan PAMANAHAN. Andai saja ARYA tak terburu nafsu dia harusnya bisa berfikir logis tentang surat itu yang tentunya bukan dari sang RAJA. Tapi dari sayembara itu memang tidak dijelaskan tentang syarat syarat tertentu, sang raja mengesahkan semua cara untuk memerangi RAJA ARYA PENANGSANG.


Sementara rombongan PATIH begitu memasuki area sungai segera berteriak memanggil raja mereka.



"RAJA ARYA !!!!!! RAJA ARYA !!!!! MUNDUR !!!!! " Teriak semua rombongan.



"ARYA PERGI DARI SANA !!!!!! ITU BERBAHAYA !!!!! " Teriak KENANGA pyla tak kalah.



Tapi sayang nya RAJA itu sama sekali tak menggubris teriakan rombongannya, seolah dia sudah tau apa yang akan terjadi pada hari ini.



"Maaf...selamat tinggal semuanya " pesannya pada diri sendirì , yang kemudian dia justru menarik tali kudanya untuk menyebrang ke s3brang sana.


Tak taunya puluhan anak panah kini menghujaninya bertubi tubi dari balik rimbunya alang alang di belakang sang tuan PAMANAHAN.



"TIDAKKKK !!!!!!!! " Teriak lah KENANGA beserta pasukan lainnya yang baru tiba.



Segera tuan PAMANAHAN menghentikan tembakannya saat dari kejauhan adiknya sampai disebrang dan berlari ke Tubuh yang berlumuran darah itu .


puluhan anak panah mengenainya sehingga dia terjatuh ke kerikil sungai.



"Kenapa kamu melakukan ini kepadaku ARYA, aku tak mau kamu seperti ini, biarlah aku yang membusuk disini , kenapa kamu mengorbankan hidupmu demi aku " tangislah KENANGA sejadi jadinya sembari memeluk tubuh di pangkuannya itu.



"KENANGA...jangan menangis, hari ini sudah lama aku menunggunya, dalam hidupku selepas kepergian orang tua ku, tak ada satu pun yang bisa membuatku bahagia selain dirimu, maaf aku sudah mendengar pembicaraanmu dengan EYANG SUNAN, sehingga aku rela bila menjadi salah satu kunci kepulanganmu, itulah tujuanku selama ini, kamu berhak bahagia, tapi bukan disini kebahagianmu..pulanglah..." ceritanya panjang lebar sambil tertatih tatih, sehingga semakin menderas air matanya.



"Ibu , paman maaf kan aku, ini demi kerajaan sehingga kami harus membunuh mu " isak SUTA kemudian.



"SUTA , kamu tidak perlu meminta maaf, hari ini sudah ditakdirkan untuk paman, jagalah ibumu baik baik , rawatlah dia selagi masih disini, ibumu adalah wanita luar biasa , kamu harus bangga dilahirkan oleh nya "



"Benar paman, aku bangga dengan ibu ku dan aku juga terimakasih selama ini paman sudah baik kepada ibu dan aku saat kecil "



"Kamu sudah aku anggap seperti anakku sendiri, sekarang hunuskanlah kerismu kepadaku, ini sangat menyakitkan aaahhhh..."rintihnya kesakitan.



"ARYA....Maafkan aku tak bisa membalas kebaikanmu "

__ADS_1



"Dengan Rangkaian bunga pada keris akan mengingatkan kalian kepadaku "



"Iya ARYA, aku tau kamu sangat menyukainya "



"SUTA lakukanlah sekarang, aku sudah tidak kuat lagi, kebahagiaan ini akan aku bawa sampai dialam nanti "



"Lakukanlah nak , ini untuk mengurangi rasa sakit paman ARYA "



Setelah menatap ibundanya, keris di pinggangnya pun dia hunuskan diperut ARYA sehingga benar benar membuatnya semakin mendekati ajalnya, air Mata SUTA pun semakin tak terbendung sehingga dia tertunduk lemah disebelah batu.



"KENANGA aku sangat menyayangimu ..." lirih pria itu hampir tak ada suara dan lirihan dua kalimat syahadat dia ucapkan perlahan dan......



"Tidak !!!! ARYA !!!!! " Teriak KENANGA dan tangisannya semakin menjadi, saat tubuh itu benar benar sudah tak bernafas lagi di pelukannya.


Suasana haru langsung menyelimuti di sungai sore kala itu, tak hannya KENANGA, sang patih MANTUHUN beserta pasukannya pun larut dalam kesedihan mendapati raja mereka telah wafat.


Sebuah sinarpun muncul dari kalung KENANGA , berlian putih pun kembali memutih satu diantara 3 lainnya , seperti yang pernah dikatakan oleh EYANG nya dan EYANG SUNAN , ramalan tentang kalungnya benar benar terbukti , saat seseorang yang mau mengorbankan dirinya maka cahaya kalung itu akan muncul demi kepulangannya kembali. KENANGA pun ikut tergeletak disamping mayat itu.



"EYANG , selama ini aku tak pernah merasakan gugup atau pun ketakutan, tapi..kenapa menjelang perlawanan melawan PAJANG tiba tiba aku merasa ketakutan dan gugup seperti ini ?"



"Pertama hilangkanlah rasa ingin memiliki dari hatimu anak ku, harta , wanita , bahkan tahta menjadi RAJA . Ketahuilah semua yang kita miliki di dunia ini adalah pinjaman, semua akan diambil oleh ALLAH SWT kapan pun dan dimana pun "



"Benar EYANG , mungkin aku terlalu takut akan kehilangan hal itu, apa lagi bukan orang lain yang aku hadapi, melainkan kawan lama dan sodara yang pernah aku kenal "



"Iya...serahkan semua pada ALLAH , maka kamu tak akan meengkhawatirkan apa pun "



" terimakasih EYANG "



Sekiranya itulah pertemuan terakhir ARYA dengan KANJENG SUNAN , tak ada yang tau akan ajal seseorang , yang bisa kita lakukan adalah menggunakan waktu sebaik baiknya selama masih ada kesempatan.



Malam itu RAJA HADIWIJAYA pun mengumumkan terselesainya sayembara bahwa sekarang sang RAJA JIPANG sudah wafat di sungai sore.

__ADS_1



"Aku menghargai atas jasa kalian, mengingat sayembara ini memperbolehkan cara apapun untuk melaksanakannya ." Terang raja.



"Walau pun kita sudah menang, tetapi pertempuran belum dihentikan apabila tentara JIPANG belum mengundurkan diri dari sebrang sungai, juka itu terjadi maka kita pun akan akan sama menarik semua pasukan dan perdamaian sudah bisa dikatakan tercapai " lanjut sang raja , diiringi tepukan tangan para peserta.



Malam itu pula sesuai janji RAJA beliau langsung mengumumkan hadiah apa yang di dapat dari pemenang sayembara , diantaranya :



1. Tanah hutan MENTAOK diberikan pada KI AGENG PAMANAHAN .



2. Tanah PATI diberikan pada KI PANJAWI sebagai BUPATI barunya .



Mendengar akan hadiah yang diterimanya KI PAMANAHAN sedikit kecewa , mengingat hadiah yang diterimanya adalah hutan belantara yang harus dibangunnya dari 0 , sementara tuan PANJAWI sudah jelas tinggal menjalankannya saja.


Selepas acara pun tuan PAMANAHAN merenung diteras depan kamarnya. Tapi rupannya keponakannya mengetahui akan kekecewaannya.



"Paman tidak beristirahat ?"



"Kebetulan Paman belum mengantuk "



"Paman ,aku lihat paman nampak kecewa dengan hadiah dari ayah ?" Lirih SUTA



"Ya sedikit , mengingat tanah yang diberikan pada kita adalah hutan belantara, besok paman mau menemui EYANG , apa kamu mau ikut ?"



"SUTA ingin sekali ikut , tapi bagai mana dengan ibu, sampai sekarang dia terus menyendiri dikamar tak mau menemui siapapun "



"Besok kita temui dia s3kalian paman mau bilang kita mau menemui Eyang "



" baik paman , SUTA pamit ke kamar dulu "



"Ya jangan lupa untuk besok " pesan pamannya.


__ADS_1


__ADS_2