
Sepanjang perjalanan pasukan MATARAM terus mengatur siasat sebelum mereka bertemu pasukan PAJANG yang membawa TUMENGGUNG MAYANG , Berdasarkan kesepakatan mereka akan bergerak pada malam hari sehingga pasukan PAJANG tidak akan curiga .
Tapi tak disangka ternyata Pasukan PAJANG hanya berjumlah sedikit , peperangan pun terjadi tanpa disadari pasukan dari pajang , bila mereka sudah terkepung di segala penjuru , pasukan mereka pun kocar kacir hingga sampai terbunuh , ada pula yang bisa kabur dan pastinya melapir pada raja nya .
Raja HADIWIJAYA benar benar marah besar sehingga MAS NGABEHI WILAMARTA pun tak perlu lagi memprofokasi , semua orang pun terdiam termasuk pangeran BANAWA .
"Ingatlah Raja , dia adalah anakmu " tengah tuan WURAGIL .
"Tidak WURAGIL , aku sudah geram dibuatnya , PATIH !!!! persiapkan angkatan perang kita , kita akan berperang melawan MATARAM !!!! "
"Sandiko gusti prabu "
Puluhan ribu pasukanpun di siapkan oleh PATIH MANCA dan jajarannya agar pagi besok mereka bisa langsung bergerak , bahkan kini lebih banyak dari parade tahaun lalu saat peristiwa PAMALAD , karena kali ini raja sendiri yang akan memimpin .
Target kali ini tentunya adalah untuk membunuh RAJA MATARAM SUTAWIJAYA dan memporak porandakan istananya tanpa rasa ampun , bahkan RAJA tak berfikir lagi meski disana ada sang Istri .
Pagi itu suasana di MATARAM terlihat tak secerah biasanya , awan awan menutupi sinarnya matahari pagi , tapi saat selesai membersihkan diri KENANGA dibuat kaget saat berkaca dimana dua berlian hitam di kalungnya secara bersamaan mulai bersinar terang .
Buru buru dia menyambangi ruang tengah dimana anaknya biasa bersantap pagi .
"SUTA , lihat lah kalung ibu " cemas ibunya sambil menunjukan kalung dilehernya .
"Bagaimana bisa bu , setahuku itu pernah terjadi saat ......"
"Iya..kini kau tau bukan, ibu sudah tidak punya banyak waktu disini , sebentar lagi ayahmu akan menyerang MATARAM dan bisa jadi menemui ajalnya disini "
"Apa maksud ibu ? Jadi ayah menyiapkan pasukan untuk menyerangku ?"
"Ya anakku , ayahmu pasti sangat murka , sampai tak bisa berfikir lagi kalau aku masih disini , segera kamu persiapkan pasukan dan mengungsikan semua rakyat mu "
"Ibu...kenapa harus seperti ini untuk mu kembali , apakah aku harus melawan orang orang sang sangat kita sayangi "
__ADS_1
"Ini semua sudah ditakdirkan untuk ibu nak , yang terpenting setengah pasukanmu dibawa ke tempat yang aman "
Tiba tiba dengan nafas terengah engah Paman PATIH MARTANI DAN PURBOYO menghadap disana .
"Lapor RAJA , saat ini pasukan PAJANG sedang menuju ke arah PRAMBANAN , beberapa ada yang sudah tiba dan mendirikan tenda perkemahan " lapor TUAN MARTANI .
"Ya paman patih aku baru saja tau dari ibu "
"Raja semua pasukan yang terkumpul kita hanya punya 5000 saja , 3000 adalah pasukan terlatih sementara 2000 lainnya pasukan cadangan "
"Kalau begitu ibu dan para perempuan akan bersiap siap "
"KENANGA aku titipkan mereka kepadamu "pesam kakaknya itu.
"Baik paman , kalian lanjutkan saja " pamit KENANGA yang kemudian langsung mengabarkan pada dayang dan anak cucunya untuk bersiap siap .
"Sementara kita akan menghindari pertempuran langsung dulu "
"Apa kamu takut SUTA ?" Tanya pamannya .
"Tidak paman , ini disebabkan kita hannya punya 5000 pasukan , sehingga kita harus bersiasat sedikit"
"Maksudmu ? Jangan jangan malam ini..."
"Benar paman PATIH , aku setuju dengan RAJA , kita akan bersembunyi dan bakar kemah mereka dengan panah api , baru kita serang mereka yang sedang kocar kacir " senang tuan PURBOYO .
"Benar , bila mereka mengetahui persembunyian kita , kita lari ke hutan perlahan lahan , kita lebih kenal tempat ini dari pada mereka " timpal RAJA .
"Aku setuju dengan taktik ini " .
__ADS_1
"Paman dan tuan PURBOYO , kita punya lima tempat di hutan , tolong kita jangan bercerai berai , harus diam jangan bicara apa lagi teriak , keaunyian adalah kawan kita malam ini " terang Raja kembali .
"Benar , dan tuan PURBOYO mari kita lapisi kuda kuda kita dengan kain "
"Benar PATIH "
"AYO KITA LAKSANAKAN !!! " kompak tiga orang itu .
Mereka pun terbagi menjadi beberapa pasukan , mempersiapkan sematang mungkin karena tanpa disadari pasukan PAJANG bila musuh mereka sudah mengetahui niat mereka untuk peperangan . Tapi anehnya suara suara gemuruh sering terdengar dari arah atas pegunungan Merapi itu, sehingga selain menyiapkan diri para warga pun diminta untuk membawa perbekalan dari mulai pakaian , uang atau pun barang barang berharga takut takut akan ada letusan dari GUNUNG MERAPI .
Semakin malam suara guruh itu semakin keras dan menakutkan seperti aungan raksasa , disisi lain pasukan MATARAM pun memulai aksinya , disaat pasukan PAJANG yang mulai menciut dengan suara guruh itu , justru puluhan anak panah api membakar tenda tenda mereka sehingga para tetua seperti RAJA HADIWIJAYA , PATIH MANCANEGARA , TUAN WILA DAN WURAGIL yang sedang rapat sangat kaget mendapati perkemahannya yang kocar kacir oleh panah api .
"Patih !! Dimana musuh kita berada ??!!! " tannya raja .
"Mereka ada dimana mana raja , nampaknya kedatangan kita sudah diketahui mereka "
"Sepertinya mereka sudah tidak sabar untuk berperang dengan kita , akan aku tusukan kerisku ke perut anak sombong itu " kesal raja .
Kala itu cukup banyak pasukan PAJANG yang tewas karena terkena anak panah , atau pun terbakar bersama tenda nya karena sebagian ada yang sudah beristirahat .
Pasukan MATARAM pun kembali menuju istana mereka , tapi kini di alun alun depan istana warga sudah berkumpul disana termasuk para penghuni kerajaan .
"Ada apa ibu ?"
"Perasaan ibu tidak enak sekali SUTA , Seluruh rakyat sudah diperintahkan untuk mengemasi barang barang berharga mereka yang bisa dibawa , gunung sudah bergemuruh kencang "
"Baiklah tapi mohon tunggu sebentar , aku akan ke rumah Ki AGENG LO , beliau pasti punya penyelesaian nya !!!!!! " pinta raja .
__ADS_1