
Hari pun berganti hari dan bulan pun berganti bulan , Kini KENANGA tinggal bersama keluarga nya , perutnya semakin hari semakin membesar, tapi anehnya justrus wajahnya semakin menunjukan keibuannya, senyumannya tak pernah absen dia pancarkan selagi mengajar anak anak di rumahnya, meskipun sebenarnya hatinya penuh dengan kegundahan akan suaminya yang tak ada kabar sama sekali , jangankan untuk bertemu s3carik surat pun tak ada yang mampir darinya.
Bulan ini dia sudah memasuki bulan ke 7 kehamilannya kurang lebih 2 bulan lagi akan datang keluarga barunya, untung saja dirumah istri tuan PAMANAHAN yaitu nyai SABINAH selalu menemaninya di siang hari.
Siang itu selepas murid murid selesai belajar KENANGA beristirahat diteras belakang . Sesekali dia mengelus elus perutnya yang kian membesar.
"KENANGA tak sangka ya sebentar lagi masuk bulan kelahiranmu "
"Iya mba yu "
"Perutmu jd semakin besar, kalau perempuan pasti cantik sepertimu, kalau laki laki pasti nanti s3hebat JAKA ya"
"Amin..mba yu bisa saja kalau memuji "
"Kira kira kapan ya aku dikasih sama gusti ALLAH , biar kakang mu ngga kesepian kalau dirumah "
"Sabar ya mba yu, gusti Allah pasti bakal ngasih ke mba , yang penting tetep berusaha sama sabar dulu mba "
"Benar KENANGA, oh iya boleh tau mau dikasih nama siapa ponakanku nanti?"
"Hhmmm...sepertinya kalau perempuan akan aku beri nama SEKAR KENANGA "
"Wah....nama yang cantik seperti ibunya, kalau laki laki bagai mana?"
"Kalau laki laki aku belum memikirkannya mba yu , tapi beberapa hari yang lalu aku bermimpi dan mendengar sebutan nama SUTA WIJAYA , bagai mana menurit mba yu?"
" nama yang bagus, nama mu SUTA KENANGA anakmu SUTA WIJAYA , aku suka nama itu " girang nya sambil bersama mengelus perut besar itu.
Sementara sang ayah kini pun semakin disibukan dengan segudang pekerjaan di kerajaan , nasibnya memang baik karena dengan kelihaian ilmu bela diri nya dia berhasil menduduki pangkat tertinggi dalam kemiliteran DEMAK dan hal ini lah yang membuat beberapa rekan kerjanya cemburu, tapi ada pula diantaranya yang justru segan dan akrab dengannya. Selain JAKA yang berpangkat tinggi dan badannya yang proporsional wajahnya pun mendukung dengan tampan rupawan sehingga banyak diantaranya yang gemar curi curi pandang atau bahkan sampai mencari cari perhatian kepada JAKA. Tak hanya didalam istana , dipasar, ditempat tenun asalkan berkerumunan gadis gadis pastilah tak luput dari membicarakan seorang JAKA.
Siang itu seperti biasa beberapa dayang menemani sang putri berjalan jalan ditaman istana, memetik beberapa bunga lalu menghias dibeberapa vas disudut sudut istana .
"Apa kamu melihatnya tadi tadi pagi? Hari ini dia sangat tampannn " girang dayang 1 sambil bisik bisik pada lainnya.
"Iya..beruntung sekali aku tadi melihatnya, rasanya aneh saja ya pemuda sehebat dan setampan dia hanya menjadi bawahan RAJA, dia lrbih pantas menyandang pangeran..iya kan ?" Bisik dayang ke 2.
"Andai saja dia menjadi suamiku ya mba yu "
__ADS_1
"Mimpi kamu..kamu pasti bukan kriterianya, tapi paling tidak asal dia mengenal kita itu pun sudah cukup bagi ku "
"Benar mba yu hehehheh.."
Asik benar ke 2 dayang itu berbincang bincang sambil sesekali diselingi cekikikan , sampai sampai mereka tak mendengar bila sang putri memanggil mereka sedari tadi.
"Hey..kalian , apa yang kalian sibuk bicarakan sampai sampai aku memanggil kalian, kalianpun tak menyahut sama sekali ?"
"Maaf kan kami tuan putri, kami tidak membicarakan hal hal penting" mohon dayang ke 2
"Benar putri mbak yu dan saya hanya sedang membicarakan prajurit baru yang bertugas di depan pos jaga " tutur dayang 1.
"Memang seperti apa dia sampai sampai kalian membicarakannya , dan di pos mana dia ber jaga ?"
"Dia menjabat sebagai WIRATAMTAMA putri, dia berkantor di pos dekat istana, soalnya dia sangat tampan putri, kami takut jika kami cerita justru pemuda kenalan putri akan kalah darinya "
"Dayang..jaga bicaramu, lelaki itu adalah lelaki paling tampan dan hebat dinegri ini " marah sang putri
"Maafkan kelancangan kami tuan putri soalnya pria itu sangat tampan "
"Kalau putri berkenan kami ada ide barang kali putri mau memastikan barang sebentar "
"Baiklah.."
Lega lah dua dayang itu, sang putri pun mendengarkan interupsi dari sang dayang, mengatur sedemikian rencana agar tak di ketahui oleh sang pangeran dan sang SULTAN.
"Bagaimana putri ?"
"Baiklah aku setuju dengan cara mu "
Dan benar saja siang itu sang putri menyamar menjadi dayang dan bersama dayangnya dia mencoba mengintip dari taman dekat istana.
Seketika sesosok wajah yang yak pernah sirna dari mimpi mimpi indahnya itu muncul dihadapannya, sesaat dia terkenang masa masa saat dia diselamatkannya dari perampok dan di bawa olehnya ke pesantren SUNAN KUDUS. Mata dan hatinya tak bisa membenung rasa kebahagiaannya sehingga dia pun langsung berlari ke arah taman didekat kediamannya.
"Tuan putri kenapa anda justru berlari ?" Tannya dayang 1 sambil terengah engah karna mengejar majikannya.
"Benarkan putri dia sangat tampan dan berkarisma ?" Tanya dayang ke 2.
__ADS_1
"Dayang..katakan lah apa ini nyata, atau aku sedang bermimpi ?" Ucapnya karna tak percaya mdan masih menutupi mulutnya karna kegirangan
"Memangnya ada apa putri ?"
"Dayang..dia adalah JAKA yang selama ini aku ceritakan tentang ketampanannya yang sudah menyelamatkanku, dia lah pemuda yang aku cari cari "
"Apa..!!"kaget dua dayang itu.
"Putri tidak bergurau kan?"
"Tidak dayang , aku tak akan lupa dengan wajah itu , siang malam aku selalu mengidam idam kannya "
"Ini tak bisa disangka putri, jangan jangan dia pula ke sini untuk memenuhi takdirnya untuk menikahi putri "
"Aku harap benar dayang , lalu tolonglah bantu aku agar aku bisa lebih dekat menatapnya"
"Mba yu aku punya ide, tapi saya tak tau kalau putri berkenan atau tidak "ucap dayang 1 sambil berbisik tentang rencananya.
"Aku setuju..ini ide yang bagus " tuturnya dengan gembira.
Sementara itu JAKA dan kawan kawannya selalu dibuat bingung , karena beberapa hari ini sering sekali para dayang dayang istana berjalan melintasi pos penjagaannya.
"Ki perasaan beberapa hari ini dayang dayang selalu sibuk melintasi pos kita?"tanya JAKA yang keheranan pada rekan kerjanya KI AGENG LOWO.
"Iya benar..tapi perasaan tak ada kenduri kan, kenapa mereka sibuk sekali mondar mandir" heran ki LOWO pula.
"paling paling mereka sedang mencari perhatianmu JAKA "terka KI MAS ALIT.
"Iya benar kata MAS ALIT, bukan kah tak hanya di istana kamu pun terkenal diluar istana " timpal KI MANDEROSO.
"Justru itu KI aku takut ada orang orang yang akan memanfaatkan hal ini untuk menjatuhkan kita " resah JAKA
"Sebaiknya kamu juga hati hati JAKA "
"Baik KI "
__ADS_1