KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
PENAWAR UNTUK RAJA


__ADS_3

Ke empat orang tadi pun menyusun sedemikian siasat agar bisa membawa KENANGA mau datang ke istana.



"Bagaimana SUTA apa kamu sudah faham dengan siasat ini ?" Tanya tuan PANJAWI.



"Iya paman, aku akan berusaha agar ibu mau untuk menemui ayah secepatnya hari ini "



"Kami hannya punya dirimu saja, dia tak akan menolak jika itu permintaanmu " terang tuan PAMANAHAN.



"Semoga saja paman , baiklah SUTA pamit dulu menemui ibu , SUTA harapvibu berkenan datang mengingat kondisi ayah yang memburuk seperti ini "



"Amin... "



Pagi pagi itu pun SUTA segera menarik kudanya , membawa kuda itu ke desa kecil tepian sungai dimana ibunya berada, meski umurnya yang kini menginjak 15 tahunan tapi jiwa kepemimpinan dan wibawanya sudah terlihat menuruni sang ayah.



"Assalamualaikum bu...SUTA WIJAYA datang..."



"Waalaikum salam " semangat KENANGA membuka pintunya sambil memeluk putranya.



"Ibu sangat rindu dengan SUTA, semenjak pindah kesini ibu jadi jarang bertemu denganmu ya, kadang ibu berfikir apa lebih baik kita pulang saja " sedih ibunya.



"Maaf ya bu kalau SUTA sekarang sibuk karena ikut kemiliteran dengan paman , SUTA juga rindu dengan ibu "



"Ayo masuk , ibu sudah masak makanan kesukaan mu"



"Ibu tau ya kalau SUTA mau datang ?"



"Tidak..tapi kamu adalah anak ibu, jadi hati ibu sudah tau kalau kamu mau datang "



"Ibu memang hebat, aku bangga Menjadi anak dari ibu yang hebat seperi ibu KU ini "



"Manis nya....."gemas ibunya s3mbari mencubit ke dua pipi anaknya.



"Ibu...aku kan sudah besar, jangan mencubiti pipiku " rengeknya.



"Benarkah ? Sepertinya baru kemarin ibu melahirkanmu "



"Ibu..tahun ini umurku 15 tahun, apa ibu lupa..aku ini sudah besar "

__ADS_1



"Yakin 15 tahun..bukan nya 8 tahun "



"Ibu...." ngambeknya.



"Iya..iya...ayo bantu ibu menyiapkan makanan,anak ibu yang sudah besar "ledek ibunya.


Sepasang ibu dan anak itu pun duduk dan menikmati hidangan yang ada.



"Bu...tadi malam ada penyusup masuk ke istana, dia bermaksud membunuh ayah " SUTA pun memberanikan diri , ibunya pun terusik sehingga menghentikan tegukan airnya namun beliau melanjutkan lagi.



"Apa ibu tidak cemas dengan ayah ?"



"Tidak sama sekali, ibu tau siapa dia,karena tidak mungkin dia bisa mati cuma dari sebilah keris "



"Waawwww...jadi ibu tau tentang hal ini "



"Justru ibu akan khawatir jika sesuatu terjadi padamu, kamu adalah satu satunya milik ibu disini"



"Tapi bu..meski ayah tidak terluka, tiba tiba dia kesakitan didadanya dan pingsan sampai sekarang " sepertinya kali ini mengenai di hati ibunya sampai beliau menghentikan makannya.




"Kata tabib kondisi ayah semakin hari semakin mengkhawatirkan, kali ini nyeri didadanya lebih sering kambuh dari biasanya, dia juga demam tinggi sampai meracau tak karuan "



"Apa benar separah itu, nanti juga membaik " cuek KENANGA kemudian melanjutkan makannya.



"Bu...kali ini ayah sangat Membutuhkan ibu, SUTA sudah tau semua dari cerita paman , tentang ibu, ayah, dan ibu RATU "



"Maaf SUTA, Tapi ibu tidak bisa datang kesana "



"Apa karena ibu tak enak hati dengan ibu ratu ? Atau mungkin dengan kekecewaan ibu dengan ayah ?"



"Sudah lah NAK, dia tidak akan membutuhkan ibu, yang harusnya berada disampingnya adalah ibu ratu, ibumu juga bukan tabib yang bisa menyembuhkannya "



"Tapi bu...kata tabib beliau meracau dan menyebut nama ibu terus,bukan ibu ratu "



"Itu hannya kebetulan "


__ADS_1


"SUTA mohon bu.., tolong ibu bantu untuk kesembuhan ayah, SUTA tau ibu kecewa pada Ayah, SUTA pun sama bu, tapi kali ini demi rakyat PAJANG bu, mereka membutuhkan ayah untuk memimpin negri ini, SUTA mewakili ibu ratu dan rakyat PAJANG memohon kesediaan ibu di istana, SUTA akan menunggu ibu di pendopo depan.. Assalamualaikum.." putusnya langsung menyudahi sarapannya dan pergi meninggalkan ibunya .



"Waalaikum salam " lirih KENANGA masih bimbang dengan permohonan anaknya.



Semenjak dia resmi dihianati suaminya yang menikah lagi, memang dia paling tidak bisa menolak kemauan SUTA WIJAYA , hari ini pun kaliertamaydia banyak ber alasan , mengingat dia sudah terlanjur sakit hati dengan JAKA . Sejak hari dimana dia pingsan di depan halaman DEMAK dan hari itulah dia juga mulai merasakan kesehatannya yang menurun dan nyeri di jantungnya, apa lagi bila dia ingat kenangan kenangan nya bersama JAKA, rasanya nyeri itu semakin menjadi . Dia juga tak mungkin membiarkan anaknya untuk menunggunya seharian di pendopo depan istana.


Nyatanya Sepulangnya dari rumah ibunya, dia langsung menunggu sang ibu di pintu depan istana, berlalu lalang tak karuan sekali kali dia menengok ke arah jalan takut takut ibunya segera tergugah hatinya untuk datang menemui ayahnya dengan jaminan dia akan menunggunya didepan pendopo depan istana.


Sampai sampai dari ibu ratu, paman pamannya bahkan BANAWA sekalipun dia menolak ajakan untuk bersantap, hal ini juga membuat para pamannya resah , apa lagi kini waktu isya pun sudah berlalu tapi ibunya belum juga mau datang menemuinya.



"Sudahlah SUTA, nampaknya ibumu bahkan tak mau datang untuk ayahmu, makanlah sesuap nasi, jangan kamu siksa badanmu, ibumu pasti punya alasan sendiri " iba sang paman PAMANAHAN .



"Tidak paman, aku tak akan pergi sebelum ibu datang kesini, walaupun sampai aku kehausan atau kelaparan aku akan terus menunggunya " ucap anak itu sehingga dipeluklah dia oleh pamannya.



"Apa kamu harus mengancam ibu seperti ini , agar ibu mau menemui ayahmu di istana " tiba tiba ibu nya datang dari gerbang.



"Ibu...!!! " girangnya sambil memeluk ibunya.



"Makanlah dulu , baru ibu bersedia menemui ayahmu "



"Baik bu " girang nya sambil menyantap bekal yang dibawa ibunya dengan lahap.



"Syukurlah kamu datang, anakmu sangat keras kepala seperti mu, dari tadi pagi dia seperti ini "



"SUTA...awas ya kalau sampai kamu membuat resah pamanmu lagi "



"Baik bu, aku tak akan mengulanginya lagi "



" KENANGA.." seseorang menghampirinya bersama dayang dayangnya yang ternyata adalah sang RATU.



"OH...yang mulia RATU, salam hormat dari hamba "



"Sudah lah jangan sungkan sungkan kepadaku, aku tetap temanmu saat di KUDUS, Boleh kah aku berbincang empay mata denganmu ?"



"Tentu saja ratu ...paman aku titip SUTA sebentar "



"Ya tenang saja , serahkan dia padaku "



Lalu Pergilah dua wanita itu di pendopo bagian dalam, entah apa yang akan dibicarakan oleh ratu .

__ADS_1



__ADS_2