KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
PEMBUNUHAN SANG RAJA


__ADS_3

Karena saat itu terburu buru untuk melompat, JAKA tak sadar bila dia mendarat di tepi kolam.



"Ya ampun ada kolam, kalau aku tak melompat dari sini RAJA bisa bisa dibuat malu, apa lagi dengan pakaianku yang kotor ini " gumam JAKA karna kolam besar itu berada persis de sebelah jalan utama.


Lalu melompatlah JAKA dengan jurusnya melewati kolam yang lumayan luas yang berada di halaman masjid, meninggalkan barisan prajurit yang sedang menunggu Raja mereka. Yang ternyata sudah berada di depan masjid tengah memperhatikan aksi pemuda itu.



"Siapa pemuda itu?" Ucap SULTAN yang penasaran melihat aksi JAKA dari kejauhan.



"Yang saya tahu dia baru dibawa oleh KI GANDA MUSTAKA untuk membantunya mengurus masjid yang mulia "



"Aku yakin dia pandai ilmu bela diri , lihat saja dia dengan entengnya melompati kolam itu, segera perintahkan pada KI GANDA MUSTAKA untuk membawanya menghadap padaku "



"Sendiko yang mulia " ucap sang bawahan itu.


Rombongan pun masuk ke dalam masjid diikuti para warga DEMAK dan melaksanakan sholat Jum'at Bersama.



Sementara itu sesuai dengan perintah RAJA mengenai strategi perang kali ini yang dipasrahkan pada anak nya pangeran PRAWOTO. Dengan taktik yang dibuatnya dia dan beberapa prajurit lebih dulu mendatangi sebuah sungai, padahal peperangan akan berlangsung esok siang di dekat sungai tersebut. Sedangkan prajurit lainnya beserta RAJA masih berada di perkemahan.



"Pangeran , kenapa kitahanya mengawasi dari sini ?" Tanya seorang prajurit yang kebingungan.



"Asal kamu tahu saja, setiap bada ashar seperti tahun tahun sebelumnya, pamanku selalu sholat ditempat ini, dan aku punya misi disini bersama kalian " paparnya kemudian dia berbisik pada ke dua prajurit itu.



" apa kalian mengerti?" Tannya nya kemudian.



"Mengerti pangeran,ini adalah ide cemerlang yang tidak mungkin terfikirkan oleh kami"



"Bagus..begitu bada ashar nanti laksanakanlah tugas ini "



"Baik pangeran " faham prajurit itu.


Sehingga setelah siang ini mereka mengecek lokasi kembalilah mereka ke perkemahan dengan tawa yang sangat puas memikirkan keberhasilan taktik sang pangeran yang 100% akan berhasil.

__ADS_1



* * *


Malam ini justru berbeda dengan KENANGA ,entah kenapa hari ini meski badan dan matanya sudah kelelahan tapi tetap saja tak mau untuk beristirahat, hatinya tiba tiba gelisah tak terarah.



(" kalau memang karena hamil muda aku rasa tak sampai seperti ini, perasaan ini tak biasa ") gumamnya sehingga dia pun bangun dan memilih duduk di teras kamarnya. Rupanya ibu mertuanya yang hendak berjalan ke kamar mendapatinya yang termenung di teras depan.



"Ada apa KENANGA ?" Cemas ibu mertuanya.



"Entahlah biyung aku tidak tahu, tiba tiba jantungku berdecub kencang, aku khawatir terjadi sesuatu dengan JAKA biyung "



"Tenanglah KENANGA , kamu jangan berfikir macam macam, disana dia aman bersama pamannya,jujur sebenarnya aku pula takut mengizinkan dia masuk ke istànà . Raja DEMAK sudah terkenal kejam terkait peraturan peraturan nya, kita hamyà bisa berdoa agar JAKA baik baik saja"



"Benar biyung, apa mungkin karena aku mengkhawatirkan pernikahan kami sehingga aku pun cemas seperti ini "



"KENANGA anakku kamu tetaplah menantuku, meski pernikahan mu tidak tercatat di mata umum , tapi secara agama kalian sudah syah suami istri , dan JAKA pun sudah berjanji jika berita tentangmu sudah hilang dan urusan pekerjaan di keraton usai dia akan segera mendaftarkanmu ke dalam catatan pernikahan nya "




"Dia melupakan mu ? Itu tidak mungkin , dia sangat mencintaimu, dia khawatir jika kabar pernikahanmu dengannya justru mengundang niat jahat orang yang mungkin nanti dendam padanya, begitu pula dengan Romo mu dia tak mau jika seseorang akan mencelakaimu dan memanfaatkan ilmu pengetahuanmu "



"Iya biyung, maaf jika tadi aku berfikiran macam macam " resahnya sambil memeluk ibu mertuanya



"Tidak apa apa, wajar saja bila kamu cemas,istri mana yang tak gelisah bila ditinggal sendiri oleh suaminya berperang "



"Biyung kalau boleh sementara aku ingin tinggal de padepokan ROMO ku, kalau disana aku bisa diobati dengan sibuk mengajar anak anak belajar membaca dan menulis"



"Iya ndo tidak apa apa, nanti bila memasuki bulanmu lahir kabari ibu ya, biar ibu ciumi cucuku sampai bosan"



" biyung bisa saja..."

__ADS_1


Ke dua wanita itu pun terus berbincang hingga akhirnya KENANGA ketiduran bersama NYAI TINGKIR DI kamarnya.



Rasa resah dan gelisah di hati KENANGA memang bukan tanpa alasan, pasalnya di waktu bada ashar nanti peristiwa besar dalam sejarah akan terjadi. Dan benar saja mungkin sekitar setengah 4 waktu moderen tentara JIPANG yang di pimpin sendiri oleh RADEN KIKIN ayahanda ARYA itu telah sampai di bengawan dan segera menyiapkan perlengkapan kemah dan perlengkapan perang .



Seperti biasa sang RAJA pamit kepada mereka untuk sholat ashar di tempat kecil langgananya biasa sholat jika mampir ke bengawan. Sang raja pun mulai mengambil air wudhu dan mulai untuk sholat. Tanpa menyadari bila disekelilingnya sudah ada puluhan pasang mata dibalik alang alang disebrang sungai yang masuk perbatasan DEMAK.



"RADEN kami sudah siap..."



" baiklah biar aku yang eksekusinya, dua lainya berjaga jaga dibelakangku, dan yang lainnya tetap waspada ditempat takut takut disebrang juga ada mata mata "



"Baik RADEN.."



Tiga orang itu pun langsung keluar dari persembunyiannya secara diam diam, sementara senjata sudah siap ditangan mereka masing masing . Dan benar saja begitu RADEN KIKIN bangun dari sujudnya tiba tiba sebuah tikaman tajam mendarat dipunggungnya hingga menuju pembuluh nadinya.



"AAKKHHHH.." erang sang raja kesakitan sembari berbalik dimana terlihat sang keponakan beserta dua serdadunya tengah gemetaran begitu melihat sang raja JIPANG yang berbalik melihatnya dengan tatapan menakutkan s3mbari menahan sakitnya keris itu.



" kalian !!!! Terkutuk lah kalian !!!!! " teriak RAJA itu s3m3ntara ke tiga orang itu entah ada aura aneh dari mana mereka hanya gemetar membisu, padahal mereka sudah biasa memerangi musuh.



"Buta kah kau PARWOTO !!!! Aku sedang sholat pun sampai hati kau membunuhku dari belakang !!! Terkutuk lah kalian !!!! Gusti ALLAH lah yang akan MELAKNATMU !!!!! " ucap sang RAJA lagi sampai sampai suasana sore itu pun serasa mencekam di sungai, angin bertiup kencang dan awan sore yang sedikit mengkitam.


Seketika begitu mereka sadar bila suasana sangat mencekam disekitarnya tanpa basa basi pun mereka lari terseok seok meninggalkan sang RAJA Yang sedang menghadapi sakatatul maut.


Begitu kalimat dua sahadat diucapkan RAJA meski tertatih akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang dan terkulailah sang RAJA syah DEMAK sesungguhnya itu.



( Konon ceritanya semenjak hari itu ke dua mata RADEN PARWOTO dan dua serdadunya menjadi terganggu dalam penglihatannya, wajar saja mereka mendapat balasan dari ALLAH dimana seseorang yang tengah beribadah dengan butanya mereka tikam dari belakang, tentu saja ALLAH murka dan langsung membalas perbuatan mereka)






__ADS_1


__ADS_2