
"Ada apa diluar ? Aku harus mengeceknya sendiri " pinta JAKA pada CEMPAKA di kursi pelaminan.
"Tak perlu kakang, semuanya pasti baik baik saja, mungkin ada warga yang kelelahan dan pingsan "
"Kau benar CEMPAKA "
"Lagi pula mana mungkin mempelai pria pergi dari kursi pelaminannya "
"Tapi perasaanku tidak enak, aku takut jika mereka adalah sanak sodaraku, aku akan menjelaskan pada nya, hanya sebentar saja aku pasti kembali ke sini "
"Baiklah jika kamu memaksa"
Berlarilah JAKA kala itu, perasaannya memang tak enak dengan tanpa pemberitahuan dia langsung menerima pinanga CEMPAKA , niatnya begitu acara selesai dia akan pulang dan memberitahukan akan niatnya berada di jajaran keluarga DEMAK.
Betapa terkejutnya JAKA saat itu, wajahnya panik saat melihat wajah ARYA meski dengan penyamaran sementara dia tengah menggendong seorang wanita yang tak mungkin dilupakan oleh JAKA, dia terkulai lemah dengan wajahnya yang sedikit pucat.
Mata ARYA benar benar seperti elang yang hendak menerkam seseorang didepannya itu, setelah tau penyebab KENANGA syok dan tak sadarkan diri . Dia hanya membuat isyarat pada lelaki didepannya.
( BAHWA MULAI DETIK INI DIA DIKHARAM KAN MENDEKATI KENANGA ATAU NYAWA TARUHANNYA) .
Cepat cepat ARYA pergi dari kerumunan itu sebelum mengundang penasaran orang orang dan membawa KENANGA kerumah tabib kenalannya.
JAKA tak bisa berkata apa apa lagi, melihat wanita yang selama ini dia cintai dan mimpikan tak berdaya dibawa oleh ARYA, Ingin rasanya dia mengejar tapi takutnya akan mengundang banyak pertannyaan para tamu , dadanya pun tiba tiba nyeri kesakitan, semakin dia tahan rasa itu justru semakin sakit di jantungnya, entah penyakit apa yang tiba tiba menyerangnya sehingga dia tersungkur pula diteras istana.
Di sebuah rumah kecil disanalah ARYA membawa KENANGA, dia kenal betul dengan seorang tabib tersohor didaerah DEMAK itu.
"Bagaimana bisa tubuh yang lemah seperti ini masih beraktifitas" heran sang tabib seumuran KI AGENG SELA.
"benar romo, aku tak heran bila tiba tiba dia tak sadarkan diri" timpal anaknya yang merangkap asisten ayahandanya.
"Apakah dia masih bisa disembuhkan paman?"
"Paman tak yakin, sepertinya efek dia jatuh kemasa ini membuat kondisi badanya semakin memburuk setiap waktu, harusnya dia sedang istirahat di ranjang, tapi katamu dia sudah mempunyai satu putra " heran sang tabib.
"Apa kah mungkin karena dia dri masa depan , sehingga kita tak bisa menebak kondisi badannya ?"
"Bisa juga kalau ternyata orang orang dimasa itu punya obat alami dalam tubuhnya"
"ROMO bila aku perhatikan, perempuan ini sering mengalami sakit di dadanya, sepertinya dia sering mendapat tekanan, hal ini tak baik untuk jangka panjang"
"Kau benar, dia sudah lama ditinggal suaminya , kemarin kita bertemu suaminya sedang menikah dengan orang lain"
"Ya ampun pantas saja, kalau aku mungkin sudah bunuh diri "
"Husstt...kamu itu " marah sang ayah.
"Dia bangun ARYA.." girang gadis itu.
__ADS_1
"Aku dimana ?" Lirih KENANGA sembari mencoba membuka matanya yang kemudian kaget dengan wanita didepannya dan langsung memeluk nya.
"Aku tak menyangka bisa bertemu dengan mu juga disini " yang dipeluk hanya diam saja tak tau harus berkata apa, untungnya KENANGA cepat tersadar dimana dia sekarang.
"Maaf aku sembarangan memelukmu, kau mirip sekali dengan sahabat karib ku"
"Tidak apa apa dewi, aku justru senang , romo aku siapkan hidangan dulu untuk tamu kita"
"Benar..kalian istirahat dulu disini"
"Terimakasih paman"
"KENANGA beliau adalah Tabib KI IMAN, tabib kepercayaan ayahanda ku"
"Benarkah, senang berkenalan dengan paman "
"Sama sama dan gadis tadi adalah anakku PUSPA, dia memang riang dan teman usil PANGERAN ARYA "
"Benar KENANGA , dulu dia cengeng makanya aku suka mengganggunya"
"Kalian membicarakanku ya...aku dengar semuanya"
"Itu kan dulu..oya DEWI apa boleh besok aku bertanya sesuatu padamu ?"
"Jangan memanggilku dewi..panggil saja aku KENANGA, s3bisa mungkin akan aku jawab semuanya "
"Awas saja kau menanyakan hal aneh aneh"
"Bukan urusanmu ARYA jelek, maaf aku bukan dirimu yang usil"
"Hey..hey..bersyukurlah kamu menjadi anak tabib IMAM. Hanya kamu saja yang aku izinkan memanggil namaku saja"
"Sombongnya.....kalau tak memandang anak seorang RADEN KIKIN sudah aku jitak dari tadi"
"Gadis ini.."
"Sudah sudah ayo makan , berkelahinya nanti lagi, maaf ya nak KENANGA mereka selalu begini kalau bertemu"
"Tidak apa apa paman justru ramai "
__ADS_1
Ke empat orang itu pun bersantap menikmati masakan yang di sajikan sambil diselingi obrolan obrolan tentang ARYA kecil dulu.
Malam itu selepas minum ramuan dari PUSPA , KENANGA belum bisa memejamkan mata sehingga duduk di depan kebun obat sebelah rumah sang tabib.
"Hay...belum mengantuk ya "
"Iya...obat buatan disini memang hebat, tak salah RADEN KIKIN menjadikan ayahmu sebagai tabib istananya, oh iya...tadi kamu ingin bertanya tentang apa ?"
"Oh iya..aku penasaran..apa benar aku ada di masa mu?"
"Benar dan dia adalah karib ku sejak kami umur 7 tahun , hampis setiap saat kami selalu bersama"
"Benar kah ? Aku senang mendengarnya..dari dulu aku sering berkhayal bisa menjadi bagian dari orang orang besar "
"Tanpa harus dimasaku pun kamu sudah dekat dengan kami, contohnya saja ARYA....selain aku dan kamu tak ada lagi yang berani memanggil namanya,sekarang setelah bertemu dengan mu membuatku semakin rindu untuk pulang "
"Tapi bukannya kamu sudah punya anak ya ? "
"Iya..ARYA cerita pada kalian ?"
"Iya..dia juga menceritakan soal suami mu yang....aahh maaf lupakan lah...kau tau KENANGA kondidimu ini berdasarkan pemeriksaan romo ku harusnya saat ini kamu masih berbaring di ranjang, bahkan untuk membuka mata pun sulit "
"Benarkah ?"
"Tentu saja , bisa dibilang orang di masamu mempunyai badan yang sanggup bertahan lebih lama, tapi belum lama ini apa kamu mulai merasakan rasa sakit , mungkin s3kitar satu atau dua tahun ini?"
"Kau benar , rasanya sel3pas aku melahirkan, aku mulai merasa sakit dibeberapa tempat "
"Mengenai perasaan mu siapapun pasti akan sakit saat mengetahui kenyataan pahit itu, tapi tolong kamu jaga kesehatanmu terutama nyeri di dadamu, saranku gunakanlah waktu mu untuk bahagia bersama anakmu, dengan itu s3moga bisa mengurangi nyeri nya "
"Terimakasih PUSPA , berjanjilah jangan kamu katakan hal ini pada ARYA, tadi siang aku juga sudah memberi tahu romo mu, biarlah dia hanya tau beberapa "
"Baiklah jangan lupa panggil saja kami jika kamu merasa sakit lagi "
"Tentu saja..terimakasih sahabatku"
"Sama sama "
__ADS_1