
Puluhan ribu pasukan pun berkumpul di depan istana , bendera bendera putih perdamaian dipasangkan di mana mana , sang raja pun berdiri di mimbarnya untuk memberikan arahan pada para pasukannya.
"Seluruh rakyatku , hari ini aku akan umumkan bila RAJA MATARAM sesungguhnya adalah anak ku , darah dagingku bersama DEWI SUTA KENANGA , Dia adalah istri pertamaku sebelum aku berkiprah di DEMAK , maka dari itu dengan adanya parade kali ini , semata mata hanya ditunjukan untuk hal perdamaian bukan untuk peperangan dengan MATARAM , jadi kalian tak perlu khawatir , aku hanya sebagai ayah yang sangat merindukan anaknya yang sudah lama tak bertemu , dengan adanya parade ini hanyalah sebagai pererat tali silaturahmi saja , sekali lagi aku ingatkan , ini untuk PERDAMAIAN !!!!!! " terang sang raja.
"Hidup RAJA HADIWIJAYA !!!!!! " Teriak semua orang .
Lalu diawali dengan bunyi genderang dan terompet , bergeraklah rombongan parade itu , dengan semangat dan gagahnya berjalan menuju wilayah MATARAM , Beberapa mata mata MATARAM pun diam diam bergerak menggunakan jalan pintas untuk antisipasi , takut takut justru peperangan yang justru akan dilayangkan , sehingga dia langsung mengabarkan kondisi di PAJANG pada panglima militer dan rajanya .
Perjalanan yang lumayan panjang itu akhirnya berhenti setelah mereka sampai di bangunan CANDI PRAMBANAN , mereka hendak beristirahat dan bermalam di halamannya , sehingga ribuan tenda dibangun mereka untuk beristirahat , tak lupa dengan hiasan warna putih mereka gunakan , untuk menegaskan kalau niat mereka utuh untuk perdamaian .
Di balirung kerajaan , raja beserta punggawanya pun mengadakan pertemuan guna membahas berita siang tadi yang disampaikan oleh duta besarnya dan beberapa mata mata nya .
"Sepertinya mereka datang dengan etikat baik SUTA "
"Benar paman patih MARTANI , kata tuan purboyo juga mereka menggunakan atribut serba putih "
"Benar PADUKA , Percayalah tadi aku dan bawahanku memantau keadaan dan mereka hannya memakai atribut serba putih " terang tuan purboyo
"Aku sadar paman MARTANI , Kalau kemarin aku sinis menanggapi tamu RAJA PAJANG , perihal aku yang sudah tak soan ke sana , jadi sekarang aku harus menerima akibatnya "
"Kami dengar dari duta kita , tadi pagi RAJA PAJANG telah mengumumkan bila paduka adalah darah daging nya , maka dari itu beliau terus menyerukan perdamaian untuk parade ini "
"Paman tau , bila kamu mungkin tak suka dengan kelalaian ayahmu yang lupa akan mengumumkan siapa kamu sebenarnya "
Tiba tiba seorang prajurit masuk menghadap ke 3 petinggi MATARAM .
"Maaf saya menghadap tiba tiba paduka "
"Ada apa tuan ?"
"Menurut informasi besok mereka akan menugaskan pangeran BANAWA dan beberapa orangnya untuk singgah dulu ke sini "
"Bagus tuan , terimakasih atas infonya , anda bisa kembali bertugas "
__ADS_1
"Terimakasih paduka , saya undur diri dulu " pesannya pergi meninggalkan aula itu.
"Raja temuilah ibumu , dia pasti senang bertemu BANAWA disini "
"Benar paman..aku akan mengabari pada ibunda " girangnya .
Ibunya pun tak sabar untuk menengok anak raja itu , mengingat dulu saat dia di PAJANG diam diam SUTA WIJAYA sering mengajak adiknya main ke gubuk ibunya tanpa sepengetahuan ayahnya , jadi wajar saja bila KENANGA pun juga sudah menganggapnya seperti anak sendiri .
Begitu pun sebaliknya , pangeran BANAWA sangat senang saat dia diperintah oleh patih MANCA untuk menjadi tamu pertama yang datang ke sana . Tentu saja dia tak menyia nyiakan kesempatan itu .
Begitu sampai ke balairung istana rupanya dia pun sudah disambut oleh kakaknya itu , sehingga dia langsung berpelukan dengan kakaknya .
"Selamat datang adik ku , kamu sehat sehat saja kan ?"
"Tentu saja kakak , kamu semakin gagah saja sekarang , apa kini kamu masih kakak SUTA ku yang dulu ?"
"Tentu saja aku masih kakak mu SUTA WIJAYA "
"Oya ..kak aku rindu dengan ibu KENANGA , aku rindu pelukannya "
Dan masuklah KENANGA dari luar , wajahnya sama sekali tak berubah meski kini anaknya sudah berumahtangga s3mentara paman yang lain juga tak kalah dengan cucu cucu nya yang banyak.
"Ibu ..."teriak BANAWA , begitu senangnya dia bisa bertemu wanita yang di juluki dewi langit itu.
"Bu aku rindu sekali dengan ibu dan kakak " manjanya meski umurnya sudah 18 tahun .
"Ibu juga anak ku , kamu sudah semakin dewasa ya "
"Iya bu ..tahun ini umurku 25 tahun , tapi ibu justru tak berubah , masih secantik saat aku bermain dengan kakak , pantas saja orang memanggil ibu dewi langit , ibu masih tetap muda "
"Kau ini... masih pandai menggoda ya sampai sekarang " iseng KENANGA sembari mencubit pipi pemuda itu .
"Bu....hari ini tolong beritahu kakak untuk istirahat dari kesibukannya , dia harus menemaniku seharian"
__ADS_1
"BANAWA kalau ibu yang meminta kadang dia menolak , tapi kalau adik yang manja ini yang meminta , jangankan sehari sebulan pun dia mau "
"Hahahhahaha...."tertawalah seisi ruangan itu .
"Kak .. kau tahu , tadi pagi ayah sudah berpidato kepada masyarakat PAJANG , soal siapa kakak dan ibu KENANGA , ayah sangat menyayangi kalaian , kalau ada yang bilang ayah mengabaikan ibu dan kakak itu tak benar " sedih pemuda itu .
"Kata ayah itu karena kakek RAJA TRENGGONO , yang memberi hukuman mati pada ayah , sehingga beliau harus bersembunyi sejauh mungkin , jika pulang beliau takut kalau ibu dan kakak juga akan terlibat "
Sesaat KENANGA memang teringat bila selepas pengumuman JAKA yang dulu bermain asmara dengan putri CEMPAKA , setiap hari ada saja pengawal pengawal kerajaan DEMAK yang melintas depan rumahnya , hanya saja mereka tak berani karena ARYA sering mampir ke sana .
"Kenapa ayah tiba tiba menceritakan pada semua orang ? Bukankah kita sudah sependapat untuk merahasiakannya ?"
"Itu karena kakak yang tiba tiba tak sering menengoknya , ayah menyangka engkau marah dan mau melupakan kami "
"Aku tak mungkin marah kepada ayah apa lagi dengan adik ku ini , karena sekarang aku menggantikan peran paman raja PAMANAHAN , Aku mementingkan rakyatku dulu sebelum urusan pribadiku BANAWA "
"Iya kak , tapi tak seharusnya kamu tak menengok ku , tapi aku bangga sekali denganmu , kamu benar benar tanggung jawab dengan rakyatmu " girang adinya .
"Yang terpenting jangan ada kata saling curiga pada diri kita ya kak , entah dari PAJANG ataupun dari MATARAM , selama perjalananku dari PRAMBANAN ke sini , aku tak menyangka kau bisa memimpin negri yang indah ini , tak salah jika kamu mewarisi darah ayah "
"Kau ini ya memang benar pandai berbicara , baiklah kalau adikku sudah berkata seperti itu aku tentusaja percaya , tak ada rasa curiga lagi diantara kita "
"Terimakasih ya kak , oya kak aku rindu saat kita ber dua dipeluk ibu "
"Kau ini , sudah besar masihhhhh saja manja " heran KENANGA.
" hahahahhahah " ke dua pemuda itu pun dipeluk KENANGA , sama seperti 10 tahun yang lalu saat awal awal KENANGA singgah di PAJANG , sering sekali ke duanya mampir bahkan tidur bersama , tapi tak menyangka kini justru ke dua nya sudah dewasa , hal itu sangat dirindukan oleh ke tiganya .
__ADS_1