
Segeralah raja PANEMBAHAN SENOPATI dengan punggawanya menemui rumah orang yang sangat dituakan di wilayah ini . Tapi sepertinya beliau pun sudah tau bila raja akan menyambanginya sehingga dari kejauhan beliau audah menunggunya didepan halaman rumahnya .
"Eyang tolong berilah aku petunjuk untuk dua musibah ini ?"
"Berdasarkan hasil semediku gunung ini akan meletus tak lama lagi , sebaiknya kita segera berangkat ke timur untuk menghindari lahar dari gunung MERAPI " Terang KI AGENG .
"Baik eyang "
"Lupakan tentara PAJANG , mereka pula akan pulang , percayalah padaku , sedangkan bencana alam ini sudah pasti "
"Baiklah eyang , mari kita bersama sama pergi dari sini "
Lalu bergegaslah pasukan MATARAM , RAJA segera mengarahkan semua rakyatnya untuk bergegas secepat mungkin meninggalkan area kerajaan , disisi lain ditakutkan ada pasukan dari PAJANG yang datang , sehingga lewat jalan tengah mereka berbondong bondong pergi dari MATARAM, sekaligus menghindar dari pasukan PAJANG .
("Kalungku sudah mulai memutih seutuhnya , kali ini aku akan pergi bersamaan dengannya , tidak dipungkiri dia adalah lelaki yang aku cintai , maka kunci kepulanganku ada padanya ") gumam KENANGA sembari menggenggam kalung dilehernya .
Tak disangka beberapa mata mata yang dikirimkan oleh PAJANG sampai di wilayah KOTA GEDE , Tapi siapa sangka meski obor obor masih menyala di sepanjang jalan tapi yang mereka dapati justru rumah rumah yang dibiarkan terbuka bahkan keadaanya lebih menyeramkan dari Hutan pembuangan SEMARANG . Disana sangat sepi tanpa orang satu pun , tapi di dikagetkan oleh seorang tuan .
"Kisanak kenapa kamu masih disini , ayo kita lari dari sini , selamatkan lah nyawamu sebentar lagi GUNUNG MERAPI akan meletus " ucap seseorang yang kemudian langsung berlari dari sana
"Terimakasih tuan "
Mata mata itupun segera beranjak sesegera mungkin meninggalkan pedesean itu , menuju ke PRAMBANAN kembali .
"Yang mulia saya melapor , semua orang MATARAM sudah lama meninggalkan kawasan ini , seseorang memberitahuku bila sebentar lagi GUNUNG MERAPI Ini akan meletus "
"Pantas aku merasakan Lindu ( gempa kecil ) dari kemarin , Baiklah aku perintahkan agar kita mundur dari pertempuran ini " titah sang raja .
"Benarkah baginda ?"
__ADS_1
"Ya patih , aku tak mau mengambil resiko , toh musuh sudah lebih dulu pergi dari sini , segeralah kita pergi sebelum lahar datang !! "
"Baik baginda siap laksanakan "
Barisan prajurit itu pun bergegas kembali ke utara secepatnya agar setidaknya bisa lebih jauh dari ledakan awan panas dan lahar yang keluar dari gunung .
Sekitar 20 menit mereka berjalan tak lama kemudian getaran hebat terjadi disertai semburan dari Gunung .
"Dduummm...dumm....dumm....!!!!!!! "
Hal itu terlihat jelas meski di malam hari , awan panas dan gas beracun tentunya menyelimuti di sekitar gunung , laharpun terlihat mengalir diantara gunung dan mematikan apa yang dilewatinya . Tiba tiba ....
"BRUGGGGKKKK !!!! " jatuhlah raja dari tunggangannya , sehingga membuat semuanya bertambah panik , tak ada yang menyadari bila raja tengah menahan nyeri di dadanya yang sangat menyakitkan . Semua teralihkan dengan bencana di depan mata mereka . Hal yang sama pun dialami oleh KENANGA yang sudah berada di pesisir timur .
"Ibu...ibu....apa engkau baik baik saja " cemas SUTA WIJAYA , mendapati ibunya yang terkulai lemah sementara kalungnya sedikit lagi sempurna putih pada ke dua nya .
"Baik bu aku berjanji , aku akan melakukan apa yang ibu katakan , aku hanya bisa memberikan hadiah ini pada ibu , semoga ibu bisa bertemu dengan ayah dan bisa memulai semua dari awal lagi " isak tangis anaknya .
Dengan kekuatan magisnya , dengan sekejap mata SUTA WIJAYA mengantar ibunya untuk berada di samping ayahnya . Kemunculannya yang tiba tiba tentu saja membuat terkejut geger para prajurit PAJANG , yang secara tiba tiba perempuan itu sudah berada di pelukan raja mereka .
"Tak ku sangka rasanya bisa sesakit ini , seperti tertancap pedang di dadaku , sudah aku katakan pada rakyatku bila ini adalah takdir dari Allah dan jangan lah setelah ini kalian meributkan soal peperangan ini " lirih sang raja .
"Terimakasih karena selama aku disini kamu selalu mengisi kerinduanku , dan terimakasih kamu sudah menjaga dirimu selama ini demi aku , agar aku bisa lebih lama berada disini "
"Pulanglah....aku sudah melepaskan semua kekuatanku , aku ingin agar kau cepat kembali menemui keluargamu " bisiknya kembali sehingga tambah membuat air mata KENANGA bercucuran .
"Patih...pesanku , tolong jaga BANAWA baik baik demi diri ku "
__ADS_1
"Baik baginda , aku doakan semoga kalian bisa dipertemukan kembali dan hidup bahagia "doa sang patih .
Kiranya itulah pesan terakhir dari raja , yang kemudian dia benar benar menutup ke dua matanya .
"Tidak..JAKA...BANGUN...BANGUN !!!! " seraknya disisa nafas KENANGA dan menangis sejadi jadinya .
Hal itu disaksikan oleh punggawa punggawa PAJANG , Sehingga semakin membuat air mata mereka berlinang ,Kali ini rasa nyeri pun dirasakan pula pada KENANGA , tubuhnya gemetar mengiringi cahaya yang sangat menyilaukan pada kalungnya di malam itu , seperti saat pertama kali dia tiba dihutan dan diselamatkan oleh ROMO SELA . Sinar itu semakin terang yang menandakan telah wafatnya sang RAJA PAJANG beserta belahan jiwanya .
Tapi anehnya tiba tiba KENANGA tersadar , dan berada disebuah tempat nan indah dimana dia tengah berbaring di sebuah bukit karang nan indah memandang hamparan laut nan biru .
"Lihatlah Arya..dia baru saja tersadar dari tidurnya " ucap seseorang yang tak asing lagi untuk KENANGA .
"JAKA ...kenapa kita disini ?"
"Bukankah kamu ingin kita libur ber tiga kepantai , lihatlah ARYA sudah membuat kan kita ikan bakar "
"Hey...dewi masa depan !! Kamu fikir kami pengangguran yang seenaknya kau ajak pergi pergi !!" Teriak ARYA sambil membolak balikan ikan bakarannya ditepi tebing , disusul Jaka yang membantunya
(" kenapa aku masih berada bersama mereka , apa aku sedang bermimpi , jelas jelas kita sudah pergi dari dunia ini ") renung KENANGA sambil melihat dua lelaki itu tengah bercanda ria di samping bakaran ikannya . Tapi tiba tiba terdengar suara seseorang .
"Bangunlah anakku...bangunlah sayang , kami sangat menghawatirkan mu " suara itu sangat terdengar ditelinga KENANGA . Tapi anehnya ke dua lelaki didepannya tak bergeming , mereka asyik bercanda ria .
"Ini suara ayah...tapi dimana dia " ucap KENANGA sembari menengok ke segala arah tapi tak ada siapapun kecuali mereka ber tiga .
"Ayahhh !!!!! " teriaknya sekencang mungkin , menggema ke mana mana .
__ADS_1