KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
BUKAN SAUDARA....TAPI WANITA


__ADS_3

"Jadi kalung itu bukan dari eyang ayah ?"



"Bukan WILDA , itu dari benda pusaka dari yogya yang diwariskan bila ada garis keturunan yang cocok , tapi tak disangka di tahun kamu berusia satu tahun ,kotak kalung itu bercahaya yang bertanda bahwa sang pemilik sudah siap menerima , hanya saja kami menyerahkan pada eyang , agar beliau yang menyimpan dan menyerahkannya padamu " terang ayahnya .



"Jika kamu mau , besok ayahmu akan mengantar ke rumah keluarga besar mu " ucap eyangnya .



"Paman harap kamu tidak akan melupakan kami jika kamu ingin tinggal bersama mereka "



"Tidak paman , aku tak akan lupa dengan semuannya disini , selama ini aku hidup dikeluarga ini , separuh kehidupanku ada disini "



"Benarkah sayang ?"



"Iya ayah "



Di peluklah ayah dan ibunya itu erat erat , bagaimana pun keluarga ini adalah setengah dari kehidupannya , dari mulai tinggal dirumah utama hingga sampai pindah ke rumah Eyang Dari ibunya itu, susah senang selalu mereka lalui , sampai sampai ayah SURYA dan istrinya justru memilih meninggalkan anak semata wayangnya .



Pagi harinya WILDA yang sementara ini masih cuti sekolah , dia juga masih dalam masa pemulihan sehingga belum dibolehkan ayah dan ibunya untuk mulai kuliahnya lagi .



"Bu WILDA kemana ? Pagi pagi dikamarnya tak ada " tanya kang mas nya .



"Tadi ibu lihat dia pergi ke taman belakang , mungkin diteras dekat kolam "



"Makasih ya bu , kakak mau kesana "



"Oh iya ..ini ada roti selai coklat kacang kesukaan kalian , bawa saja untuk cemilan "



"Mantappp...., apa lagi dengan susu , makasih ibu ku yang cantik "



"Dasar...gak ayah gak anak pinter banget nggombal ibu ya "



Dan benar saja , rupanya WILDA tengah termenung selepas joging di taman belakang .



"Sarapan datang !!!! " pecah kakaknya sehingga mengagetkan WILDA yang sedang duduk ditepian kolam .

__ADS_1



"Ya ampun kakak ....ngagetin aja , kalo WILDA jatuh gimana ?"



"Sekali kali lah jadi makanan ikan "



"Bisa aja ya "



"Apa kamu baik baik saja setelah kejadian semalam ? Aku dengar dari eyang bila kamu sudah tau semuannya "



"Iya kak , kalau saja aku tak mengalami hal itu , mungkin juga sampai detik ini aku tidak akan tau siapa diriku yang sebenarnya "



"Lalu kenapa masih memanggilku kakak ?"



"Ihhh mas ARYO ini , kamu kan kakak ku , selamanya adalah kakakku yang paling ganteng " gemas WILDA sambil mencubit pipi kakaknya .


Mendengar jawaban adiknya sang kakak justru malah kecewa dengan jawabannya .



"Lalu lelaki siapa yang bersedia berkorban untuk kepulanganmu " kini WILDA yang dibuat kaget karena Kang mas nya secara terang terangan bertannya pada nya .




"Iya ... jujur saja awalnya aku tak percaya dengan mitos dari kalung yang kamu pakai , tapi aku justru penasaran , bagaimana bisa kalung menakutkan seperti itu bisa memilih mu ?"



"Mas ARYO benar , aku bersyukur bila mas percaya dengan mimpi ku dan kutukan kalung itu , tapi yang jelas memang ada dua pria yang rela mengorbankan nyawanya demi aku , aku sangat bersyukur bisa mengenal mereka meskipun hannya lewat mimpi " kenang WILDA kemudian .



"Aku penasaran dengan pria yang mirip denganku itu , apa kah dia juga salah satu dari pria yang berkorban untukmu ?"



"Maksud kakak ?"



"Jujur lah , tidak mungkin seseorang mau berkorban bila bukan pada wanita yang dicintainya kan ? Apakah dia juga mencintaimu ?" Desak kakaknya kemudian . Yang ditanya hannya terdiam , tak disangka kakak nya begitu kritis dengan pemikiranya , bertubi tubi melayangkan pertannyaannya , seakan dia bisa mengalaminnya sendiri .



"Bagaimana kakak bisa tahu , tentang hal ini ?"



Namun tiba tiba lelaki itu justru memegangi kedua tangan adiknya .


__ADS_1


"WILDA sesungguhnya sudah dari sejak lama , begitu aku tahu tentang siapa dirimu , aku tak pernah sekalipun mengganggapmu sebagai seorang adik , hal itu aku ketahui selepas kamu pergi dari rumah ini " .



"Apa !!!!" WILDA tak kalah terkejut dengan ucapan kakaknya .



(" apa ini , apa yang terjadi ? Kenapa bisa begitu sama persis dengan yang ada dalam mimpiku itu , mas ARYO juga mencintaiku begitu juga dengan ARYA PENANGSANG ")



"Ya ...aku yang saat itu duduk dibangku SMP , aku sakit hingga berminggu minggu , tentu saja paman ANGGA hannya berfikir karena aku pertama kali berpisah dengan ayah dan ibu , tapi hal itu salah besar , aku yang lebih dulu menyadari siapa kamu sebenarnya , hal itu lah pemicu aku demam selama berhari hari " terang kakaknya itu .



"Bila kejadian itu bukan terjadi di dalam mimpimu , aku juga siap untuk berkorban untuk mu "



"STOP KAK !!!! STOP !!! " Teriak WILDA kemudian .



"Aku tak ingin mengalami kejadian itu lagi , aku sudah merasakan betapa sakitnya kehilangan orang orang yang aku sayangi , hanya demi diriku mereka telah bannyak berkorban , aku tak ingin kejadian itu terulang kembali " sedih WILDA .



"Benar , aku juga sadar , bila kamu pasti juga syok setelah tau bila kakak justru mencintaimu layaknya seorang wanita bukan sodara "



"iya..mungkin jika kejadian itu tak terjadi kepadaku , aku pasti lebih syok mendengar pernyataan kakak , apalagi setelah tahu engkau bukanlah kakak ku "



(" setelah hari aku siuman , aku hanya berfikir apakah yang ada disana pun orang yang sama dan pemikiran yang sama ") fikir WILDA .



" Itu sebabnya , dari aku siuman aku sudah tahu bila aku bukanlah adikmu "



"lalu...bagaimana dengan perasaanmu ?" lelaki itu benar benar mengharapkan kepastian harinya , sepertinya dia memang sudah lama mencintainya .



" Maaf mas ARYO , tapi..sudah sejak lama aku hannya menganggap mas ARYO sebagai kakam ku saja , tidak lebih "



Mendengar jawaban dari adiknya , membuatnya tertunduk lesu disisihnya , untung saja dia sudah mempersiapkan matang matang mentalnya , apapun jawaban dari adik nya itu .







__ADS_1




__ADS_2