
Betapa terpukulnya semua rakyat JIPANG atas gugurnya RADEN KIKIN apa lagi setelah tau cara licik mereka dengan menikam sang RAJA dari belakang yang jelas jelas sedang berpamitan untuk SHOLAT di tempat biasanya.
Seorang utusan pun di perintahkan dari JIPANG untuk memberitahu kabar duka sang RAJA kepada ARYA yang berada di pesantren KANJENG SUNAN KUDUS. Begitu mereka menerima kabar tersebut,mereka terkejut bukan main apalagi ARYA mendapat kabar ayahandanya gugur hatinya hancur berkeping keping.
"Panglima...katakan padaku kalau ini hanya mimpi belaka, ayahanda pasti sedang istirahat sekarang " kacau sang ARYA sambil sesekali menyeka air matanya
"Maafkan kami pangeran karna kami tak menjaga RAJA dengan baik sampai sampai mereka dengan piciknya membunuh RAJA dengan demikian " terang sang panglima.
"Sabar ARYA..ini semua tak mudah untukmu menerima kejadian ini, akan lebih baik kita memikirkan caranya nanti , sekarang semua rakyat pasti menantimu semua untuk mengebumikan RADEN KIKIN, EYANG akan menemanimu ke JIPANG"
"Terimakasih EYANG "
Lalu bergegaslah panglima tersebut beserta PANGERANYA dan SUNAN KUDUS menuju ke tanah JIPANG untuk mengikuti proses pemakaman sang RAJA.
Untungnya jarak antara antara JIPANG ke KUDUS tak begitu jauh sehingga beberapa jam rombongan dari SUNAN KUDUS pun datang beserta anak sang RAJA.
Begitu ramai suasana duka saat itu dari penghuni keraton sampai lapisan masyarakat semua berkumpul untuk mengiring kepergian RAJA mereka.
"Ayah !!!!! " teriak ARYA dari kejauhan matanya pun memerah karna dia terus menangis sepanjang jalan. Dia langsung melompat dari kudanya begitu sampai di halaman dan langsung berlari menghampiri jasad ayahandanya.
"Ayahanda mengapa jadi seperti ini, mengapa engkau tega meninggalkan aku sendirian disini" isaknya disebelah perbaringan ayahnya.
"Maafkan aku ayahanda, bila selama ini aku selalu mengabaikanmu, tapi tak mengurangi rasa sayangku padamu ayahanda, aku tak bisa menerima engkau pergi dengan cara seperti ini, begitu cepatnya engkau meninggalkanku " ratapnya semakin jadi sehingga EYANG SUNAN pun mendekatinya untuk sedikit menenangkannya.
"Sabarlah anakku , asal kamu tahu saja, ROMO mu sangat menyayangimu, meskipun dia tak ada di sini tapi dia tak akan pernah meninggalkanmu..dia selamanya ada dihatimu.."terang EYANG SUNAN sembari menunjukan tangan ARYA di jantung hatinya.
"PANGERAN saya mewakili seluruh rakyat JIPANG dan sekitarnya ingin mengenang beliau dengan gelar " PANGERAN SEKAR SEDA ING LEPEN" ( PANGERAN SEPERTI BUNGA YANG GUGUR DI SUNGAI ) " ucap sang patih.
"Iya paman aku merestuinya "
"Pangeran bolehkah kami mengebumikan RADEN KIKIN sekarang "
"Segeralah paman ".
Komando pun segera dikumandangkan dan segeralah datang beberapa prajurit kerajaan dan segera membawa jasad pemimpin mereka untuk di kebumikan di pemakaman KADIPATEN .
Berita duka tentang wafatnya RADEN KIKIN seketika menyeruak menyebar kesegala penjuru daerah seperti angin, dari mulut ke mulut hingga nama gelar barunya pun kini jadi tranding topik dimana mana apa lagi jika di pasar atau pun di kedai makanan s3mua orang membicarakan tentang gugurnya beliau tanpa terkecuali. Hingga sampailah berita itu ke telinga KENANGA.
"Aku harap kamu baik baik saja mas ARYA, ini pasti sulit bagimu , tapi aku yakin kamu pasti bisa menghadapinyab, aku turut berduka cita " gumam KENANGA yang saat itu sedang bersiap siap pulang ke SELA tapi mendapati berita dari pelayan yang pulang dari pasar bahwa RADEN KIKIN telah gugur.
Sementara itu dirumah kediaman tuan GANDA MUSTAKA dimana JAKA yang masih berdiam disana juga ikut terkejut saat mendengar berita gugurnya RADEN KIKIN ayahanda dari sahabat barunya ARYA PENANGSANG.
Tiba tiba seorang pelayan masuk kedalam..
"Maaf KI diluar ada Tamu prajurit DEMAK yang membawa kabar dari SULTAN "
"Suruh dia masuk nyai "
__ADS_1
"Baik KI "
Tak lama kemudian seorang prajurit pun masuk dengan sebuah surat .
"Saya diperintah oleh petinggi kerajaan untuk menyampaikan ini KI GANJUR, harap diterima "
"Terimakasih tuan "
"Saya permisi dulu KI"
" Terimakasih, sampaikan salamku pada SULTAN "
"Baik Ki " pamit prajurit itu meninggalkan KI GANJUR.
Surat perintah itu pun dibuka oleh KI GANJUR beliau langsung terkejut saat membaca surat perintah yang dia terima.
"Ini berita besar..aku harus menemui JAKA" Girangnya dan langsung menemui JAKA yang sedang membantu pelayannya merawat kuda di kandang belakang.
"JAKA !!! lihat lah kita ada berita bagus hari ini"
"Ada apa paman?" Tanya JAKA.
"Tadi baru saja ada utusan dari SULTAN membawa surat ini, baca lah"
"Lalu bagaimana JAKA , Beliau memintamu untuk datang menghadap kesana, memang apa yang kamu lakukan? Kamu tidak melakukan hal aneh aneh kan ?? "
"Tidak paman, kalau tidak salah jumat lalu aku hanya melompati kolam besar di masjid saat rombongan RAJA datang "
"Beliau pasti melihat aksimu dan terkagum, tapi ingatlah JAKA disana sangat berbahaya, RAJA itu terkenal kejamdan tak mudah mengampuni siapapun, kau lihat sendirikan apa yang dia lakukan dengan anaknya pada kakaknya RADEN KIKIN, dan ingat dia pula dalang pembunuhan ayahmu JAKA "
"Iya paman aku mengerti, jika aku diperkerjakan disana aku akan sangat berhati hati, akan aku ingat terus nasehat paman "
"Baiklah JAKA , paman percaya padamu "
Keesokan harinya JAKA pun datang memenuhi undangan disurat itu, sudah dari semalaman dia menyiapkan mental, apabila RAJA justru menganggap aksinya kemaren adalah kesalahan. Seorang prajurit pun menghentikannya dan memintanya untung menunggu.
"Lapor yang mulia, pemuda di rumah KI GANJUR itu sudah tiba di sini" lapor seorang prajurit.
"Bawalah dia menghadap padaku"
"Sendiko yang mulia " pesanya dan pergi menemui JAKA kembali.
__ADS_1
" silahkan masuk kisanak, yang mulia sudah menunggumu"
"Terimakasih tuan, permisi "
Lalu masuklah JAKA ke sebuah ruangan pribadi Raja.
"Hormat saya yang mulia" hormat JAKA.
"Wahai pemuda, jumat lalu aku sangat tertarik dengan aksimu di masjid DEMAK, siapa namamu? Dan dimana asalmu?"
"Nama hamba JAKA TINGKIR yang mulia, putra angkat dari NYAI AGENG TINGKIR, dari desa BUTUH ,RAWA PENGGING"
Sesaat Raja terdiam, nama daerah itu terasa tak asing baginya , dimana daerah itu dulu hendak melepaskan diri dari wilayah DEMAK , daerah itu tak pernah membayar pajak , sehingga karena beliau geram dikirimlah pasukannya dan membasmi desa tersebut termasuk pemimpinnya , sayangnya dia lupa sang pemimpin mereka dulu.
"Selamat datang JAKA , Aku berharap kamu berkenan untuk menjadi prajurit ky, karena aku yakin kamu handal dalam tekhnik peperangan, aku bisa melihatnya dari aksimu kemaren, apa kamu bersedia menerimanya?"
"Terimakasih yang mulia, tentu saja hamba mau" girangnya.
"Bagus kalau begitu, sebagai balasanya ku beri kau pangkat WIRATAMTAMA tugasmu mengepalai prajurit disini, aku percaya dengan kemampuanmu,kalau boleh tahu siapagerangan guru silatmu JAKA ?"
" KI AGENG SELA yang mulia"
"Sudah aku duga, pantas kamu bisa sepandai beliau, aku sangat mengenal kesaktiannya , besok kamu sudah bisa melakukan tugasmu"
"Baik yang mulia, terimakasih atas kepercayaan yangmulia"
"Sama sama, prajuritku didepan akan mengantarmu ke tempat kerjamu "
"Sendiko yang mulia saya permisi dulu "pamitnya kemudian.
Sejak hari ini pun JAKA secara resmi masuk ke dalam jajaran kemiliteran DEMAK , saat itu kebetulan panglima militer DEMAK masih atas nama SUNAN KUDUS meskipun kini beliau sudah tak se aktif dulu, makanya saat upaya perang dengan JIPANG beliau pun tak tau menau mengingat rencana itu adalah siasat yang direncanakan oleh RAJA dan anaknya. Sehingga wajar saja bila JAKA pun diam diam sering berkunjung ke kediaman KANJENG SUNAN bukan hanya untuk bertanya masalah perang tapi dia pula belajar ilmu agama bersama ARYA PENANGSANG.
__ADS_1