
Tiba tiba saja dari arah jalanan terdengar suara gemuruh langkah kaki kuda, apa lagi rumah KI AGENG dekat dengan pasar jadi s3makin jelas hingga kegiatan para murid dihalaman pun dihentikan. Ternyata rumah KI AGENG tengah mendapat tamu s3k3lompok prajurit.
"Ada apa KENANGA ?" Tanya ibunya yang baru masuk dari dapur.
"Tidak tau bu, sepertinya para prajurit "
"Ayo kita lihat mau apa mereka kemari "
Rupanya diruang tamu sudah ada sang GURU besar.
"Duduk lah tuan, tolong jelaskan ada maksud apa tuan tuan semua kemari ?"
"Maaf bila kami mengganggu kegiatan disini tuan GURU , kami utusan dari PAJANG diperintah oleh raja kami yang baru saja diangkat untuk memberi peritah ini" ucap salah satu prajurit itu sambil memberikan sebuah gulungan kertas.
"Silahkan dibaca tuan "
Surat itu pun segera dibaca oleh KI AGENG SELA baik baik, betapa terkejutnya beliau saat itu.
"ALLAHUAKBAR "
"Ada apa kang ?"
"Surat ini dri JAKA biyung, dia kini bukan lagi ADIPATI PAJANG melainkan RAJA PAJANG , dia bermaksud mengajak anak dan cucuku pergi kesana semua, dia tak melupakan kita " bahagia sang guru.
"Ada apa ROMO ?"
"JAKA sekarang sudah dilantik menjadi RAJA, Dia ingat pesanku sehingga dia meminta kalian semua kesana untuk menjadi ABDI DALEM nya "
"Segeralah berkemas tuan, untuk mempersingkat waktu "
"Baiklah..tunggulah sebentar tuan kami aka segera untuk bekemas " pesan KI AGENG kemudian.
"Kalian persiapkanlah apa yang kalian nanti butuhkan disana " perintah KI AGENG.
__ADS_1
"Baik eyang "
"ROMO apa tidak apa apa SUTA diperbolehkan ikut ke sana ?"
"Sekarang lah waktunya ndo, dia berhak tau dimana dan seperti apa ayahnya , apa kamu sudah pernah memberitahunya"
"Tidak..tapi romo tau sendiri dia anak yang cerdas, tanpa kita memberitahu , dia diam diam sudah tau semuanya, tapi aku sudah memberi tau SUTA apa yang boleh dan tidak saat di istana"
"EYANG tenang saja , SUTA janji akan menuruti semua yang diberitahu ibu , tapi bolehkan eyang kalau ibu ku juga ikut ?" Mohon sang cucu itu.
"Kamu pergilah dengan paman pamanmu, biar nanti ibu menyusul kalian "
"Tidak KENANGA, Ikut lah bersama rombongan, aku sudah meminta kepada tuan GANDA MUSTAKA untuk perihal penginapanmu disana "
"Benarkah Romo?? terimakasih banyak aku akan menyiapkan kebutuhan SUTA dan diriku"
Kini memang wilayah PAJANG yang dulu hanya pedesaan kecil sehingga JAKA hanya sebagai ADIPATI wilayah, tapi siapa sangka dengan beberapa tahun terakhir dia berhasil merubah desa iti menjadi kota bahkan wilayah yang sangat besar sehingga pantaslah bila wilayah itu sekarang bukan lagi perkotaan biasa melainkan KERAJAAN besar .
Berkat kerja kerasnya membangun daerah itu akhirnya terbayar dengan dilantiknya dia, maka dari itu selepas pelantikan beliau langsung mengirim utusan untuk merekrut anggota keluarga dari guru sekaligus ayah mertuanya.
Rombongan keluarga KI AGENG SELA pun bersama punggawa dari PAJANG segera berangkat, mengingat butuh seharian untuk bisa sampai ke sana. Tapi Begitu sudah mulai masuk ke wilayah PAJANG tepatnya di pesisir sungai , seseorang mengentikan mereka .
"Maaf tuan, saya adalah utusan dari KI GANJUR untuk mengantar Nak KENANGA , ini buktinya " ucap tuan tersebut dan memang benar itu adalah surat yang di berikan KI AGENG SELA pada KI GANJUR perihal penginapan KENANGA di daerah PAJANG. Mengingat kakang dan anaknya pastilah tinggal di istana.
"Baiklah paman , aku turun disini , tolong jaga anakku disana baik baik, dan SUTA kamu tahukan apa yang sudah ibu ajarkan "
"Iya ibunda aku pasti akan sering sering mampir kesini"
"Baiklah, mari tuan tunjukan dimana tempat tinggalku"
"Mari nak KENANGA saya antar "
"Baik tuan...jaga diri kalian !!!"
__ADS_1
"Ibu !!! Tunggu aku ya !!! " teriak anaknya itu.
Selang sekitar 10 menitan dari tempat KENANGA sampailah mereka disebuah kerajaan yang berada dipusat kota PAJANG , dimana suasana disekitar sangat ramai karena bersebelahan dengan pasar raya dimana banyak para pelancong dari berbagai tempat yang ikut berjualan disana, sehingga tak jarang banyak wajah wajah lain dipasar sana.
Disebuah gerbang besar nan tinggi rombongan itupun masuk , terlihat para penjaga pun berjaga di beberapa penjuru istana.
"Mari tuan semuanya, Raja sudah menunggu kalian...masuk lah "
"Terimakasih tuan " ucap tuan PAMANAHAN.
Begitu rombongan dari SELA masuk , beranjaklah sang RAJA dari kursinya, betapa kagetnya para saudara dari SELA ketika mereka mendapati si JAKA TINGKIR yang kini sudah berganti dengan RADEN HADIWIJAYA itu sudah banyak perubahan, selain kini semuanya berkumis wibawa seorang RAJA nya sangat terpancar apa lagi dengan mahkota emas dikepalanya.
"Selamat datang saudara saudara ku sekalian" girang sang raja menyambut semuanya.
Suasana disana sangat sepi sepertinya sang raja ingin bernostalgia dengan keluarganya.
"Salam hormat kami RAJA, eyang kami pun menitipkan salam kepadamu" salqm tuan PAMANAHAN.
"Waalaikum salam kakang, bagaimana keadaan eyang, apa beliau baik baik saja ?"
"Alhamdulilah beliau sekeluarga baik baik saja "
"Paman semuanya, mulai sekarang tinggallah bersamaku disini, mengingat paman belum ku tunjuk sebagai mentri, lagi pula banyak kamar disini"
"Terimakasih baginda, hanya saja....."tuan MARTANI pun menengok ke sekeliling meski sepi, takut takut ada yang mendengarkan pembicaraan mereka .
"Ada apa paman ?"
"Apa engkau lupa telah meninggalkan seorang istri dari padepokan kami, yang dulu kau nikahi walaupun belum secara resmi, dan ini lah anakmu baginda , sesungguhnya ketika engkau pergi sodara kami dalam keadaan hamil 2 minggu, baginda bisa menanyakan pada NYAI TINGKIR"
Terkejut bercampur kagetlah sang RAJA kala itu, seperti petir yang tiba tiba menyambar nya disiang bolong seperti ini, lalu dengan rasa ragu ragu SUTA WIJAYA pun tampil menghadap sang raja yang tak lain adalah AYAHnya.
"SUTA WIJAYA berilah hormat pada ayahmu, ini lah romomu yang sering paman ceritakan " papah tuan PANJAWI.
Tanpa diragukan lagi bila anak ini memanglah anak sang RAJA, dari parasnya saja tak akan ada orang yang mengelak bahwa dari raut wajah yang tampan dan rambut mereka sangat mirip, apa lagi sifatnya benar benar menurun dari ayahnya itu.
__ADS_1