KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
KELAHIRAN SUTA WIJAYA


__ADS_3

Empat wanita itu pun tak kalah terkejutnya apa lagi KENANGA, hatinya hancur berkeping keping, sakit seperti terserat serat mendengar berita bila suaminya mendekati sang putri raja yang tak lain adalah putri CEMPAKA yang pernah dia temui di KUDUS dulu.


Begitu mereka keluar dari halaman rumah KI AGENG mereka pun dibuat terkejut saat di gerbang depan sudah menunggu seorang ARYA PENANGSANG, mereka lantas berjalan sambil menundukan kepalanya mendapati sang pangeran JIPANG tersebut.



"Aduh..biyung perutku sakit " ucap KENANGA tiba tiba , perutnya mulas tak beraturan bersamaan keluarnya air dari organnya.



"Ini air ketuban , kang segera panggil dukun bayi nya" cemas NYAI AGENG.



"Iya..aku pergi dulu "



"Mbok...sakit ini mbok.."



"Sabar ya ndo..sebentar lagi anakmu mau keluar"



"SABINAH bantu biyung siapkan semua perlengkapan, dan para lelaki tunggu lah diluar jaga keadaan "



"Baik eyang " pamit semuanya.



Sementara itu ARYA yang masih digerbang mendapati KI AGENG tengah terburu buru dan cemas sehingga tanpa ragu dia masuk kedalam tanpa bertanya lagi.



"Maaf kakang ada apa dengan KI AGENG yang terburu buru,tadi aku berpapasan dengan pasukan DEMAK apa ini perihal JAKA ?" Cemas ARYA.



"Iya mereka kesini perihal JAKA yang kini menjadi buronan karena bermain asmara dengan putri raja" papar tuan MARTANI.



"Kau kan dekat dari sana, bagaimana dengan kebenarannya ?" Tanya tuan PAMANAHAN.



"Maaf..tentang JAKA aku belum tau pasti, sementara baru berita itu lah yang ku dengar ,



"Tapi tadi kenapa KI AGENG terburu buru, lalu suara riuh didalam kenapa kalian tak ada yang membantu ?" Tanya ARYA kebingungan.



"Kau tak tau kalau adik kita mau melahirkan " terang tuan PANJAWI.



"Melahirkan ??!!!" ARYA kini justru yang terkejut bukan kepalang.



"Iya..sebelun JAKA berangkat ke Demak mereka kan sudah menikah " terang tuan MARTANI .



"Kasian anaknya, pasti akan sulit bertemu ayahnya " iba tuan PEMANAHAN.



Kini berganti hati ARYA lah yang justru serasa tersambar petir, tadinya dia kesini bermaksud membawa KENANGA bersamanya selebas dia tau bila JAKA sudah bermain asmara dengan sodaranya, tentu saja dia pasti berpeluang besar mendapatkan hati KENANGA , Tapi rupannya takdir berkata lain mereka justru sudah menikah sebelum keberangkatan JAKA .


Tak lama pun seorang ibu ibu datang bersama KI SELA dan langsung menuju kamar KENANGA , sem3ntara para lelaki dengan cemas dan gelisah menunggu , rasanya berita tentang JAKA sirna seketika oleh was was nya mereka yang menunggu kelahiran bayi itu.

__ADS_1



"Nak ARYA.." KI SELA memecahkan ketegangan itu.



"Iya KI "



"Aku tahu begitu anakku selesai persalinan, dia pasti akan bertanya panjang lebar kepadamu tentang JAKA , AKI mohon lebih baik kamu mengabaikannya sebisa mungkin , bilang saja bila ini fitnah dari seseorang, kalian juga jangan ada yang membahas tentang perkara JAKA sem3ntara ini, aku tak ingin dia terus berfikiran yang tidak tidak "



"Baik Ki "



"Baik eyang kami mengerti , kami juga takut dia stres dan justru mempengaruhi kesehatannya dan bayinya" kata tuan MARYANI.



"ARYA aku harap bila dia bertanya, tolong yakin kan KENANGA lagi pula aku juga tak yakin dengan berita ini "



"Baik KI aku berjanji, meskipun aku disibukkan oleh pekerjaan di JIPANG aku juga akan melindungi cucu dan anak mu meskipun.."


Belum selesai ARYA berkata tiba tiba suara seorang bayi terdengar dari dalam rumah, betapa kaget dan bahagianya para kumpulan pria didepan, apa lagi para wanita di dalam kamar itu. KENANGA masih terkulai lemas setelah tadi dia menompang dan mencoba menyusui anaknya yang ternyata seorang jagoan laki laki . Di sisihnya masih ada SABINAH yang menemaninya sementara anaknya sedang dimandikan oleh NYAI AGENG dan si MBOK SITI.


Sementara sang ibu dukun bayi masih membersihkan peralatannya.



"KENANGA..anak mu sangat tampan lihatlah, sepertinya dia masih haus"


Meski keadaannya masih lemah dia mencoba menyusui kembali jagoannya, air mata bahagiannya bercucuran untung dikala ada berta dan dirinya yang hamil besar ini keluarganya selalu ada untuknya.




"Benar..jagoan tampanmu pantas mendapatkan nama itu "



"Siap yang punya ide menamakannya SUTA WIJAYA ?" tanya sang ibu.



" KENANGA biyung..aku bermimpi SUNAN menghadiahi namanya "



"istirahatlah ndo..biar EYANG nya yang menghadiahi adzan untuknya "



"Baik biyung ".



"Kami pergi dulu istirahat lah "



Betapa bahagianya KI AGENG SELA saat menggendong cucu laki laki nya, diikuti ke empat pemuda itu turut gemas melihatnya sembari mengelus pipi mungil itu.



"Bagaimana keadaan KENANGA nyi?"



"Iya eyang apa dia baik baik saja ?" Penasaranlah para cucu nya.


__ADS_1


"Dia baik baik saja sekarang sedang beristirahat, kang tolong adzani cucu mu "



"Tentu saja istriku ".



Sementara itu ayah sang BAYI dan ke tiga kawanannya terus menerus menunggangi kudanya hingga mereka berhasil masuk kehutan. Tapi sayang mereka sudah terkepung oleh pasukan DEMAK.



"Berhentilah kau JAKA !!! kami berjumlah puluhan tentara !!!! " teriak sang kepala pasukan DADUNG AWUK.



"JAKA kita sudah terkepung " cemas tuan MANDEROSO.



"Sepertinya kita harus membereskan mereka kakang, biar aku yang menghadapi DADUNG AWUK"



"Baik lah ". Ucap lainnya sambil turun dari kudanya.



"Kang DADUNG !!! lebih baik pasukanmu menyerah saja dan beri kami jalan, dari pada banyak pasukanmu yang terluka " pinta JAKA.



"Kau fikir pasukanku takut kepada kalian..pasukan serang mereka !!!!!! "Teriak sang ketua pasukan itu.


Pertarungan pun tak bisa dihindari entah JAKA , KI LOWO, KI MANDEROSO dan MAS ALIT. tak segan segan melayani duel dari pasukan DEMAK itu. Sedangkan JAKA ber fokus pada sang pemimpin mereka karena semakin cepat akar mereka tercabut akan semakin cepat pula mereka menyerah.


Berkat ilmu dari perguruan gurunya "MEMINJAM TENAGA MEMUKUL ANGIN" dimana lawan dibuat lemah dengan pukulan yang seperti angin dan seketika lawan lemas terkulai karna tenaganya yang terhisap.



"Bagaimana...apa kakang masih berniat mengejar kami" acam JAKA pada lelaki yang terkulai lemas itu sehingga pasukannya pun menghentikan pertarungan.



"Kurang ajar kau JAKA !!! kali ini kalian mungkin bisa kabur, akan aku pastikan pertemuan yang akan datang aku lah orang yang akan memenggalmu !!" ancamnya meski masih mengerang kesakitan.



"akan aku tunggu siapa diantara kita yang akan bertahan, oh..aku lupa , kalian semua jadilah saksi bahwa pangkat ku di kemiliteran aku serahkan pada DADUNG AWUK !!!!" ucap JAKA sembari melemparkan pelakatnya pada pria itu.



"Sekarang kau tak perlu lagi merasa tersaingi oleh ku kakang, ku berikan secara cuma cuma...mari kang kita lanjutkan perjalanan "



"selamat tinggal teman teman !!!! " pesan MAS ALIT dan KI LOWO sehingga tambah membuat mereka yang kesakitan tambah panas membara. Apa lagi sang ketuanya yang merah merekah karna merasa terhina dengan kekalahannya.











__ADS_1


__ADS_2