KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
KEMATIAN RAJA MATARAM 1


__ADS_3

Keesokan harinya pergilah sang RAJA PAMANAHAN ke tanah PAJANG.



"Hamba PAMANAHAN, Melaporkan bahwa kami telah sukses membangun hutan MENTAOK menjadi kota kecil yang kami beri nama KOTA GEDE "



"Lalu siapa kah masyarakat yang tinggal disana ?"



"Mereka adalah masyarakat dari bekas kerajaan itu pula baginda, mereka yang dulu mengungsi ke jawa timur , kini mereka pulang ke negrinya lagi yang kami ganti dari MATARAM HINDU menjadi MATARAM ISLAM "



"APA !!!!!! MATARAM ?"



Seketika raja berubah menjadi pucat pasi , keringat dinginnya bercucuran di sekujur tubuhnya , sama saat dia baru mendapat ramalan dari KANJENG SUNAN PRAPEN dulu.



"Iya benar baginda, itulah nama kerajaan yang kami dirikan , mengapa baginda kaget dan menjadi pucat begitu ?"



Tentu saja raja tak pernah lupa sedikitpun tentang obrolannya bersama KANJENG SUNAN , dimana negri dan dirinya akan hancur oleh kerajaan MATARAM, itu artinya KI AGENG PAMANAHAN lah yang akan menjadi akhir dari dirinya sebagai pintu kepulangan KENANGA .



"Kalau begitu kamu lah rajanya ?"



"Iya benar baginda , tapi saya mendudukinya karena putra anda SUTA WIJAYA belum siap "



Semakin lemas lah tubuh RAJA seperti hanya disambar oleh ribuan petir , tentu saja dia tak menyangka lagi dengan penuturan saudaranya itu.



"Ini kah kerajaan MATARAM yang dikatakan oleh KANJENG SUNAN PRAPEN " lirihnya sambil gemetaran.



"Baginda maaf , ada apa ini , apa yang dikatakan oleh KANJENG SUNAN ?"



"sehubungan kini hannya ada aku dan kamu paman, aku akan ceritakan semuannya , tapi aku mohon tolong jaga rahasia ini "



"Baik baginda "

__ADS_1



"Dulu Sesaat setelah kita pulang dan mampir ke GIRI KEDATON , aku bermaksud untuk berterimakasih atas saran dari KANJENG SUNAN saat keberangkatan kita , tapi kemudian dia ingin mengetahui masa depan negri PAJANG ini, tapi tak disangka dia justru mengatakan bila AKU DAN NEGRIKU akan hancur oleh KERAJAAN bernama MATARAM , itu sebab nya saat itu aku mengurung diri dikamar ku , aku terus berfikir siapa dan dimana mereka berada , tapi...." raja tak sanggup lagi melanjutkan ceritanya .


Sementara itu sang tamu itu justru terkejut bukan kepalang , jika dia tau akan cerita itu mungkin bisa saja beliau membatalkan nama MATARAM itu , tubuhnya tak kalah gemetarnya dari raja , rasa ketakutan dan keringat dingin juga mengguyur badannya.



"Aku mohon jangan percaya dengan ramalan itu baginda , aku pastikan hal itu tidak akan terjadi , akan aku tempatkan DUTA besarku disini , tolong percayalah kepadaku " gemetar tuan PAMANAHAN . Sementara yang didepannya hannya memandang kosong sambil bersandar di kursinya.



"Saya permisi dulu baginda, saya akan langsung mengatur segalanya "



Maka bergegaslah KI AGENG pulang ke istananya , buru buru dia menarik kudanya agar cepat sampai disana . pertama tama dia akan menemui adiknya .



"KENANGA , apa aku bisa mengganggumu sebentar ?" Pinta tuan PAMANAHAN , sehingga memecahkan lamunan adiknya yang sedang menyulam.



"Silahkan kakang , duduk lah "



"Baru saja aku bertemu dengan RAJA HADIWIJAYA "




TUAN PAMANAHAN pun menceritakan apa yang tadi diceritakan oleh RAJA PAJANG, sehingga menghentikan KENANGA yang terus sibuk dengan rajutannya .



"Paman tak salah dengar dari nya ?"



"Tidak KENANGA , Hal ini tak boleh terjadi , atas dasar apa kita melakukan penyerangan pada PAJANG " Cemas RAJA PAMANAHAN.



"Tidak paman , suatu hari ramalan itu pasti akan terjadi , aku sudah menduganya "



"Maksudmu ?"



"Lihatlah kalungku paman , begitu ARYA meninggal berlian satu sudah memutih "


__ADS_1


"Wah...benar , bukan kah dulu berwarna ..." tuan PAMANAHAN tak melanjutkan bicaranya karena kagetnya.



"Benar....aku tak kaget lagi bila dia pula akan berhadapan dengan SUTA disaat terakhirnya , begitu pula dengan ARYA dulu "



"Lalu apa yang harus aku lakukan KENANGA ?"



"Aku tahu tentang kekhawatiran paman , lakukanlah apa janji paman tadi dengan RAJA , masalah ramalan itu , jika memang terjadi aku pula sudah siap untuk meninggalkan kalian "



"Oh..adik ku , sungguh berat kehancuran yang harus kamu alami selama hidup disini, dua lelaki yang kamu cintai semua akan bernasib sama demi dirimu , pantas saja aku merasa begitu mudah menarik ARYA keluar dari sarangnya "



"Iya paman dia adalah pria baik hati yang pernah aku kenal , meski terkadang emosinya sulit dikendalikan "



"Sepertinya mulai hari ini , aku harus terus mendorong SUTA untuk selalu dekat dengan ayahnya "



"Benar kang , itu tugas kita "



Akhirnya sejak hari itu RAJA PAMANAHAN , selalu berini siatif mengajak SUTA WIJAYA jika soan ke PAJANG meski sebulan sekali , akan tetapi memang sepertinya anak itu selalu enggan bila berurusan dengan ayahnya, entah karena dia merasa sakit hati seperti yang dirasakan ibunya , entah karena ada hal lain.



Berhari hari bahkan bertahun tahun RAJA PAMANAHAN , terus menjaga tali silaturahmi yang baik dengan PAJANG , seperti katanya yang faham dengan beberapa kasus selalu meminta bawahannya untuk membantu PAJANG , duta duta besar juga ditempatkan disana .


Mengingat pekerjaan seorang raja yang begitu sibuk , beliau kadang sampai lupa beristirahat, kadang sampai tak memperdulikan kesehatannya mengingat beliau ingin menghindari ramalan itu sebisa mungkin , sehingga beliau diam diam terserang komlikasi kesehatan dan tak bisa tertolong lagi .



Hal itu semakin memperparah pula kondisi KENANGA yang semakin hari juga semakin memburuk, kesedihan sangat dirasakan oleh jajaran MATARAM beserta rakyat semuanya , maka sebagai PUTRA MAHKOTA diangkatlah SUTA WIJAYA yang awalnya sudah direncanakan dan mendapat gelar RAJA PANEMBAHAN SENOPATI .



Setelah ditinggal wafat PAMAN RAJA nya kini RAJA BARU PANEMBAHAN SENOPATI , semakin disibukan pula dengan urusan kerajaan , untung paman MARTANI selaku patih selalu berbagi pekerjaan dengannya sehingga semakin jarang pula SUTA soan ke PAJANG, Hal itu tentu saja semakin membuat kecurigaan bagi RAJA HADIWIJAYA , disisi lain arah politik yang kini berubah sehingga RAJA SUTA semakin berambisi untuk perluasan daerah, salah satunya pertempuran melawan musuh bebuyutannya KI AGENG MENGIR .



Mengingat sudah lamanya RAJA SUTA tidak menghadap ke PAJANG sehingga , setelah lama berfikir RAJA pun berniat untuk mengutus beberapa orang bawahannya untuk menengok ke KERAJAAN MATARAM , untuk ada gerangan apa sehingga anaknya sudah lama tak ber silaturahmi padanya .




__ADS_1


__ADS_2