KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
UNDANGAN


__ADS_3

"Waw ...hebat sekali kamu KENANGA " Kagum PERMANA .



"Ternyata benar apa yang dikatakan tuan itu dan eyang mu di SURAKARTA , Bila waktunya tiba kamu pun akan ingat siapa dirimu sebenarnya , lalu bagaimana kalung itu bisa menghilang ? Setahu ayah jangankan untuk menghilangkan , memotongnya pun tak bisa ?"



"Aku juga tidak tahu ayah , kata mereka begitu aku ditemukan , kalung itu sudah tidak ada "



"Itu tandanya ......." ucap ke dua orang tuanya sehingga membuat ke tiga anaknya semakin penasaran .



"Rahasia....."



"Yahhhhhhh...ayah mah..." kecewa ke tiga anaknya itu .



"Hahahhaha....."



Riuh benar suasana sore itu di kediaman tuan BAGAS , Anak yang selama ini dia titipkan sekarang sudah kembali dalam pelukannya , begitupun dengan KENANGA yang sudah pernah merasakan hal ini dulu , sehingga berada di abad itu saat bersama mereka .



"Ayah , ibu aku izin untuk pulang dulu ke SURAKARTA , aku belum sempat meminta izin pada ayah SURYA menginap disini , besok aku pasti lebih lama main dan menginap disini "



"Ya tidak apa apa , oh ya..kalau tidak salah kamu disana dikenal dengan nama WILDA ya ?"



"Iya yah.."



"Benarkah nak ? Tapi tidak apa apa kan kalau keluarga kita justru memanggilmu dengan nama kecilmu KENANGA " Ucap ibunya .



"Tentu saja bu , justri aku sangat suka nama itu , nama itu adalah nama special yang pernah aku punya "



"Uuhhhh kau ini " gemas ibunya sambil memeluk anaknya itu .



"KENANGA hati hati ya , pokoknya harus menginap juga disini " pesan kakaknya MARTA .



"Siap bos "



"Ya sudah ayo bergegas , sebelum hari semakin malam " ucap PERMANA yang kebetulan akan mengantarnya .


__ADS_1


"Ibu , ayah aku pamit dulu , assalamualaikum "



"Waalaikum salam....MANA hati hati ya "



"Ya bu..MANA pamit ya.."



Mobil putih besar itu pun pergi menjauh dari kediaman keluarga BAGAS , menyusuri jalanan yang sudah mulai gelap dan terang oleh lampu lampu jalan . Tak berapa lama KENANGA pun sampai di rumah keluarga SURYA nya , kebetulan rumah nya memang tak begitu jauh , hannya saja tempat mengajar ayah BAGAS yang kebetulan di YOGYAKARTA sehingga beliau dan kakaknya ini harus bangun lebih pagi untuk berangkat ke sana .



Begitu KENANGA sampai ruapanya diruang keluarga itu telah heboh karena baru saja menerima undangan pesta dari kerabat jauh ayah SURYA , CEMPAKA tentu saja tak kalah hebohnya .



"Eyang ada apa dengan CEMPAKA bisa sampai seheboh itu ?" Ucap KENANGA sembari menyalami eyang dari ibunya itu .



"Keluarga kita mendapat undangan pesta oleh kenalan ayahmu "



"Ooohhh..pantas saja CEMPAKA kegirangan begitu "



"Tentu saja , sudah lama aku rindu padanya , apa kamu sudah lupa padanya ?" Ucap CEMPAKA .



"Sepertinya karena kamu lama tinggal di SOLO jadi lupa dengan teman lama "




"Ibu yakin kamu pasti senang melihatnya lagi "



"Benar bu , dulu saja sampai nangis nangis waktu dia pergi " goda ayahnya .



Tapi yang diajak bicara hannya terdiam saja , bannyak kenangan kenangan lama yang sudah dia lupa apa , tapi beberapa dia tentu saja masih ingat , hanya saja dia tak mau membicarakannya , apa lagi tentang ini , tentu saja kakak nya memilih menonton tv . Tak lama kemudian kakaknya yang sedang sibuk menonton tv justru malah pergi dari riuhnya suasana ruang tamu .



"Bu WILDA ke kamar mandi dulu ya "



"Ya baik lah "



Diam diam dia pun mengikuti ke arah dimana kakak nya pergi , sepertinya dia tak begitu senang mendengar kabar ini , hal itu terlihat dari raut wajahnya .



"Sudah ku duga , kakak pasti kesini " sapanya mengagetkan lelaki itu .

__ADS_1



"Kau tak menyiapkan gaun gaun untuk pesta ?"



"Kakak seperti tak kenal aku saja , aku kan tak pandai memilih pakaian pakaian begitu , biar saja , memang itu acara apa kak ?"



"Teman ayah yang dulu pernah tinggal di villa dekat rumah , kamu tak ingat dengan dia ?"



"Entahlah..aku lupa.."



Sebenarnya dia tau apa yang dimaksud oleh kakaknya , hanya saja dari dulu ARYO tak akur dengannya , sudah dari sejak lama mereka selalu bersaing , entah dari hal pelajaran ataupun non akademik . Untung saja mereka berbeda Universitas .



"Tapi kakak ikut kan ?"



"Buat apa ? Kakak malas , entah lah lagi pula sudah dari dulu kakak tak cocok dengannya , kita kan selalu bersaing dalam beberapa aspek "



"Benar kah ? Lalu Apa kalian selalu bersaing soal wanita juga ? Cieee....."



"Wanita ? Siapa ?"



"Sudahlah kak , pura pura tak tahu , dari dulu kira sudah SD bersama , kakak tak tau kalau dia sangat mengidolakan kakak , itu tuh yang aku pindah ikut pindah "



"Maksudmu NAURA ?"



"Iya...siapa lagi "



"Ya ampun...untuk memikirkannya saja aku sudah pusing , kamu tak pusing ya dengan cerewetnya dia ?"



"Tidak ...kakak mah lebay...dia itu teman paling setia dan baik hati , meskipun kadang kita berselisih tapi setelahnya kita bisa menyadari kesalahan kita masing masing , makanya kita selalu bersama sampai sekarang "



"Kamu inu rupannya belum sembuh ya , sepertinya lama tak bertemu kamu jadi tertular cerewetnya dengan dia , sudahlah aku mau pergi ke kamar saja "



"ya sudah , pergi saja sana "



"ya sudah " kesal kakaknya dan pergi meninggalkan adiknya di taman depan .

__ADS_1



(" apa mungkin itu dia , aku yakin saat aku tersadar dia lah yang membangunkanku , tapi begitu aku bangun justru tak menemukannya , kalau difikir fikir dulu bukankah dia juga bersama dengan CEMPAKA , Lalu siapa diantara kita yang akan dia pilih ? bisa saja kan dia memilihnya , meskipun kalung itu milikku tapi tidak menjamin , bisa saja aku menikah dengan salah satu saudaranya , AAHH..sudah lah , semakin difikirkan semakin membuatku pusing dan gelisah , biarlah...aku mengikuti alut yang ada ") renung KENANGA di teras itu .


__ADS_2