
"Waw ...hebat sekali kamu KENANGA " Kagum PERMANA .
"Ternyata benar apa yang dikatakan tuan itu dan eyang mu di SURAKARTA , Bila waktunya tiba kamu pun akan ingat siapa dirimu sebenarnya , lalu bagaimana kalung itu bisa menghilang ? Setahu ayah jangankan untuk menghilangkan , memotongnya pun tak bisa ?"
"Aku juga tidak tahu ayah , kata mereka begitu aku ditemukan , kalung itu sudah tidak ada "
"Itu tandanya ......." ucap ke dua orang tuanya sehingga membuat ke tiga anaknya semakin penasaran .
"Rahasia....."
"Yahhhhhhh...ayah mah..." kecewa ke tiga anaknya itu .
"Hahahhaha....."
Riuh benar suasana sore itu di kediaman tuan BAGAS , Anak yang selama ini dia titipkan sekarang sudah kembali dalam pelukannya , begitupun dengan KENANGA yang sudah pernah merasakan hal ini dulu , sehingga berada di abad itu saat bersama mereka .
"Ayah , ibu aku izin untuk pulang dulu ke SURAKARTA , aku belum sempat meminta izin pada ayah SURYA menginap disini , besok aku pasti lebih lama main dan menginap disini "
"Ya tidak apa apa , oh ya..kalau tidak salah kamu disana dikenal dengan nama WILDA ya ?"
"Iya yah.."
"Benarkah nak ? Tapi tidak apa apa kan kalau keluarga kita justru memanggilmu dengan nama kecilmu KENANGA " Ucap ibunya .
"Tentu saja bu , justri aku sangat suka nama itu , nama itu adalah nama special yang pernah aku punya "
"Uuhhhh kau ini " gemas ibunya sambil memeluk anaknya itu .
"KENANGA hati hati ya , pokoknya harus menginap juga disini " pesan kakaknya MARTA .
"Siap bos "
"Ya sudah ayo bergegas , sebelum hari semakin malam " ucap PERMANA yang kebetulan akan mengantarnya .
__ADS_1
"Ibu , ayah aku pamit dulu , assalamualaikum "
"Waalaikum salam....MANA hati hati ya "
"Ya bu..MANA pamit ya.."
Mobil putih besar itu pun pergi menjauh dari kediaman keluarga BAGAS , menyusuri jalanan yang sudah mulai gelap dan terang oleh lampu lampu jalan . Tak berapa lama KENANGA pun sampai di rumah keluarga SURYA nya , kebetulan rumah nya memang tak begitu jauh , hannya saja tempat mengajar ayah BAGAS yang kebetulan di YOGYAKARTA sehingga beliau dan kakaknya ini harus bangun lebih pagi untuk berangkat ke sana .
Begitu KENANGA sampai ruapanya diruang keluarga itu telah heboh karena baru saja menerima undangan pesta dari kerabat jauh ayah SURYA , CEMPAKA tentu saja tak kalah hebohnya .
"Eyang ada apa dengan CEMPAKA bisa sampai seheboh itu ?" Ucap KENANGA sembari menyalami eyang dari ibunya itu .
"Keluarga kita mendapat undangan pesta oleh kenalan ayahmu "
"Ooohhh..pantas saja CEMPAKA kegirangan begitu "
"Tentu saja , sudah lama aku rindu padanya , apa kamu sudah lupa padanya ?" Ucap CEMPAKA .
"Sepertinya karena kamu lama tinggal di SOLO jadi lupa dengan teman lama "
"Ibu yakin kamu pasti senang melihatnya lagi "
"Benar bu , dulu saja sampai nangis nangis waktu dia pergi " goda ayahnya .
Tapi yang diajak bicara hannya terdiam saja , bannyak kenangan kenangan lama yang sudah dia lupa apa , tapi beberapa dia tentu saja masih ingat , hanya saja dia tak mau membicarakannya , apa lagi tentang ini , tentu saja kakak nya memilih menonton tv . Tak lama kemudian kakaknya yang sedang sibuk menonton tv justru malah pergi dari riuhnya suasana ruang tamu .
"Bu WILDA ke kamar mandi dulu ya "
"Ya baik lah "
Diam diam dia pun mengikuti ke arah dimana kakak nya pergi , sepertinya dia tak begitu senang mendengar kabar ini , hal itu terlihat dari raut wajahnya .
"Sudah ku duga , kakak pasti kesini " sapanya mengagetkan lelaki itu .
__ADS_1
"Kau tak menyiapkan gaun gaun untuk pesta ?"
"Kakak seperti tak kenal aku saja , aku kan tak pandai memilih pakaian pakaian begitu , biar saja , memang itu acara apa kak ?"
"Teman ayah yang dulu pernah tinggal di villa dekat rumah , kamu tak ingat dengan dia ?"
"Entahlah..aku lupa.."
Sebenarnya dia tau apa yang dimaksud oleh kakaknya , hanya saja dari dulu ARYO tak akur dengannya , sudah dari sejak lama mereka selalu bersaing , entah dari hal pelajaran ataupun non akademik . Untung saja mereka berbeda Universitas .
"Tapi kakak ikut kan ?"
"Buat apa ? Kakak malas , entah lah lagi pula sudah dari dulu kakak tak cocok dengannya , kita kan selalu bersaing dalam beberapa aspek "
"Benar kah ? Lalu Apa kalian selalu bersaing soal wanita juga ? Cieee....."
"Wanita ? Siapa ?"
"Sudahlah kak , pura pura tak tahu , dari dulu kira sudah SD bersama , kakak tak tau kalau dia sangat mengidolakan kakak , itu tuh yang aku pindah ikut pindah "
"Maksudmu NAURA ?"
"Iya...siapa lagi "
"Ya ampun...untuk memikirkannya saja aku sudah pusing , kamu tak pusing ya dengan cerewetnya dia ?"
"Tidak ...kakak mah lebay...dia itu teman paling setia dan baik hati , meskipun kadang kita berselisih tapi setelahnya kita bisa menyadari kesalahan kita masing masing , makanya kita selalu bersama sampai sekarang "
"Kamu inu rupannya belum sembuh ya , sepertinya lama tak bertemu kamu jadi tertular cerewetnya dengan dia , sudahlah aku mau pergi ke kamar saja "
"ya sudah , pergi saja sana "
"ya sudah " kesal kakaknya dan pergi meninggalkan adiknya di taman depan .
__ADS_1
(" apa mungkin itu dia , aku yakin saat aku tersadar dia lah yang membangunkanku , tapi begitu aku bangun justru tak menemukannya , kalau difikir fikir dulu bukankah dia juga bersama dengan CEMPAKA , Lalu siapa diantara kita yang akan dia pilih ? bisa saja kan dia memilihnya , meskipun kalung itu milikku tapi tidak menjamin , bisa saja aku menikah dengan salah satu saudaranya , AAHH..sudah lah , semakin difikirkan semakin membuatku pusing dan gelisah , biarlah...aku mengikuti alut yang ada ") renung KENANGA di teras itu .