
Siang itu seperti biasanya dayang dayang masih tetap berlalu lalang sepanjang waktu , tapu sayang nya ke empat pemuda pemuda di pos istana itu justru tak merespon sama sekali, mereka menyibukan diri dengan urusan urusan istana, padahal tanpa mereka sadari rupanya diantara para dayang itu adalah PUTRI MAS CEMPAKA s3ndiri yang diam diam ingin lebih dekat menatap sang pujaan hatinya.
Jelas saja JAKA tak merespon , dia kini sudah memiliki pujaan hati yang sangat dia cintai bahkan kecantikan dan pengetahuannya melebihi perempuan dizaman ini .
Di sisi lain sang putri yang Melihat JAKA sama sekali tak bergeming dengan tindakannya membuat dia kalang kabut dan resah beberapa waktu.
"Dayang sembidri sahabatku, sudah berhari hari aku melakukan ide dari dayang muda itu tapi justru tak ada respon apapun drinya, berikanlah aku nasehat apa saja " ucapnya pada kepala dayangnya.
"Begini saja putri, biasanya seorang pria akan memulai rasa cintanya dari mulutnya melalui rasa makanan yang kita berikan , kali ini biar aku yang mengirimkannya " ucap ibu ibu itu.
" lalu.. "
"Pada akhirnya dia pasti akan bertanya tanya dan ingin tau siapa gerangan orang yang mengirimnya dan disitulah aku akan memberitahukan bahwa sang putrilah yang mengirimkannya , bagaimana ?"
"Itu ide yang bagus dayang sembidri, selain seorang dayang anda seperti ibu bagiku yang bisa membantuku, pasti suamimi sangat sayang padamu"
"Tuan putri bisa saja "
"Baiklah besok aku akan perintahkan koki ternama di istana untuk membuatkan makanan kecil untuk mereka "
"Tapi putri..."dayang itu tiba tiba menyela.
"Ada apa ?"
"Hamba hanya khawatir, JAKA adalah prajurit biasa sementara anda adalah putri kerajaan , sehebat dan setampan apapun dia , jangan jangan karena perasaan ini dia tak bergeming meskipun tau tindakanmu selama ini"
"Kau benar dayang , selama ini aku tak pernah memikirkan hal ini, tadinya aku sangat yakin tapi aku juga khawatir jika Ayahanda tau tentang aku menyukai seorang prajurit " seketika putri lemas dengan kenyataan. Begitu gegabahnya dia selama ini tak penah sedikit pun memikirkan resikonya.
"Benar putri, hubungan mu dan JAKA itu ibarat jembatan kayu diatas laut , air deras dibawahnya pasti akan meruntuhka jembatan itu, jangankan jembatan bahkan jika yang datang adalah air bah satu kampungpun bisa ikut terkena dampaknya" terang dayang itu.
__ADS_1
"Benar dayang , sudah menjadi nasibku terlahir sebagai purti RAJA, pasti senang rasanya bila ayah ku hanya rakyat biasa seperti dirimu " sedihnya kemudian.
"Asal putri tau saja, semua gadis diseluruh negeri ini justru ingin menjadi putri sepertimu, mau apa semuanya sudah disediakan , tapi hari ini aku justru mendengar keluhan seorang putri yang justru inginmenjadi rakyat biasa "
"Temanku ibu dayang sembidri bantulah diriku ini " mohon sang putri sambil terus menatapnya penuh dengan permohonan sehingga ibu dayang merasa iba padanya.
Para dayang sepertinya sudah tak hilir mudik berlalu lalang di area pos penjagaan milik JAKA dan kawanannya dan hal itu membuat ke empat penjaga itu lega, tapi keesokan harinya kini justru berbeda , pasalnya selepas sore hari selalu tersedia makanan kecil penahan rasa lapar , tapi hal ini tidak mereka curigai karena mereka justru beranggapan ini adalah fasilitas dari kerajaan pada para punggawanya mengingat mereka yang sudah matang akan segera menyerang sisa sisa kerajaan MAJAPAHIT , alhasil melihat reaksi dari JAKA yang biasa biasa saja semakin membuat putri CEMPAKA kecewa karna ide nya tak berhasil.
("Apa jangan jangan DEWI KENANGA itu yang dia cintai? Atau apakah mereka sudah menikah ? mana mungkin dia akan mengizinkan JAKA untuk mengabdi sejauh ini, istri mana yang akan membiarkan suami seperti dia jauh dari pelukannya, mungkin aku berfikir berlebihan , JAKA kan memang dingin , dia juga pasti tau ayahandaku seperti apa sehingga dia harus menjaa sopan santun dan wibawanya sebagai prajurit, bodoh kau CEMPAKA untuk apa kamu melibatkan DEWI KENANGA dengan percintaanmu, dia adalah dewi dari masa depan tidak mungkin dia terlibat hal hal didunia ini ")
Lamunya di teras kamarnya.
"Aku ada ide...kenapa tak ku lakukan dari kemaren" ucap putri tiba tiba.
Keesokan harinya seperti biasa saat sore setelah mereka berpatroli telah tersedia hidangan hidangan kecil di meja dinas pos mereka.
"Apa itu Ki ?"penasaran MAS ALIT. Sehingga JAKA dan KI MADEROSO pun menghampiri meja itu.
"Surat ya..tumben sekali, JAKA kau bisa membaca kan..bacakan lah "pinta KI MANDEROSO.
"Baiklah.."
Untuk JAKA
Maaf bila selama ini membuat kalian bingung dengan adanya hidangan dimeja dinas, itu semua adalah karena aku yang secara suka rela ingin memberikannya padamu karena tempo hari sudah berkenan menolongku dari para perampok dan membawaku ke tanah KUDUS.
Selama ini mungkin kalian bingung dari semenjak para dayang yang berlalu lalang , ketahuilah bahwa salah satu dari mereka adalah aku yang sengaja aku lakukan karena semenjak kamu menolongku AKU SUDAH MENARUH HATI padamu JAKA, AKU SANGAT MENCINTAI MU, aku minta temuilah aku nanti malam di perpustakaan , sungguh sebuah penghinaan bagiku jika kamu menolak ajakan sang putri ini.
Dari ku PUTRI RATU MAS CEMPAKA.
__ADS_1
Sekiranya begitulah isi surat itu, alangkah terkejutnya JAKA dan ke tiga sahabatnya itu, dia tak menyangka bila putri seorang RAJA selama ini diam diam tengah memperhatikannya.
Semuanya diam membisu dengan fikirannya masing masing, JAKA pun syok bukan main , tak mungkin pula baginya untuk menerima cinta dari putri Raja , sementara dirinya sudah menikah meski belum dicatat dalam pembukuan DESA tapi secara agama mereka sudah SYAH suami istri, apa lagi yang dia nikahi adalah gadis yang sangat dia cintai, justru bila dia mendekati anak RAJA alangkah berbahaya nasibnya , bisa bisa RAJA memerintahkan pasukannya untuk menghukum pancung untuknya.
Dengat sigap JAKA yang sudah tersadar menutup semua jendela pos jaga nya rapat rapat.
"Bagaimana sekarang temanku, berikan aku jalan keluar" cemas JAKA sambil menunjukan surat itu pada ke tiga sahabatnya.
"JAKA , apa kamu yakin ini dari sang putri, aku takut ini adalah sebuah jebakan dari tentara sebelah yang selalu iri kepadamu" cemas KI AGENG LOWO
"Itu artinya dia mau menjatuhkan karirmu, apa lagi bila nyatanya kamu dan putri menjalin hubungan, sungguh JAKA nyawamu taruhannya" timpal KI MANDEROSO
"Iya benar, tapi jika memang ini benar lebih baik kamu jangan menghiraukannya" pesan MAS ALIT
"Sungguh KI, yang aku takutkan jika ini darinya dan aku tak datang , dia bisa saja berkata macam macam pada ayahnya dan tamatlah riwayatku " bingung JAKA.
"Maju salah mundurpun salah, bagaimana kalau kamu temui dia ,dan katakan bahwa kamu tak pantas untukya, juga ayahnya pasti akan membunuhmu seperti pemuda yang lain, semoga saja di mengerti " saran KI LOWO
"Benar, tapi bila situasi mencekik,kita harus melarikan diri secepat mungkin" timpal MAS ALIT.
"tunggu..aku tanya jujur padamu JAKA,apa kamu menyukai nya juga ?" tanya KI MANDEROSO tiba tiba.
"maksudmu, itu tidak mungkin, saat aku di KUDUS aku cuma menolongnya, mungkin dia cantik karena putri raja,tapi aku tetap memilih istriku KENANGA apa lagi dia sedang menungguku dirumah "
"baik lah ayo kita kompak untuk mengatasi hal ini, aku juga punya ide cadangan kalau kalau hal buruk terjadi " ucap KI LOWO sambil membisik kan rencananya.
__ADS_1