
Malam nya pun JAKA bersama ke tiga temannya siap siap melaksanakan misinya, berbagai persiapan sudah dilakukan secara matang, takut takut ini adalah jebakan dari pasukan sebelah yang iri dengan JAKA.
Ke tiga temannya berjaga jaga di beberapa titik takut takut ada orang yang akan berlalu lalang di sekitar perpustakaan, setelah dinyatakan bersih segeralah JAKA masuk ke dalam ruangan itu.
"BRUUUKKKK !!!! " tiba tiba tubuhnya dipeluk oleh seseorang dalam suasana remang dijajaran buku buku itu.
"Hey...hey....siapa kamu? "
"Apa kamu lupa dengan gadis yang pernah kamu selamatkan " ucapnya dengan nada kesedihan sembari melepas pelukannya.
"Sudah aku duga kau akan menolakku, tapi maaf untuk kali ini aku memaksamu JAKA aku benar benar mencintaimu "
"Kau tau putri, kamu itu ibarat LABA LABA JANDA HITAM, setelah dinikahinya kemudian pejantannya akan terbunuh"
"Tapi aku bukan laba laba itu, percayalah bila memang nyawamu terancam aku bisa melindungimu, karena aku sudah memikirkan kalau nanti ayahku tak merestui hubungan kita "
"Tepat...bisa saja aku adalah target pemuda selanjutnya yang akan dibunuh oleh ayahanda mu "
CEMPAKA pun terdiam,mukanya pucat karena benar adanya jika banyak laki laki yang datang melamarnya, tapi beberapa hari kemudian mereka lenyap seperti ditelan bumi.
"Tapi aku percaya JAKA, Dia juga pasti menginginkan cucu dari ku, oleh sebab itu jadilah kekasihku "
"Cinta tidak bisa dipaksakan putri, apa kamu akan membiarkan aku dicelaka oleh ayah mu "
"Tadinya aku berfikir bila kau tidak mencintaiku kau akan menolak ku mentah mentah, atau mungkin bila kamu dan KENANGA saling mencintai tak mungkin pula dia bersedia melepaskan mu untuk mengabdi disini, kabar pun tak ada apa lagi secarik surat "
"Memang apa untungnya bagimu sampai sampai kau memaksaku untuk menerima cintamu ?"
"Aku ingin bersatu denganmu melawan ayahanda ku, aku sudah muak dengan semua semua aturan yang dia buat, dia sudah merampas kebebasanku bahkan tentang pribadi ku, sehingga banyak para mantan kekasihku yang hilang karna dibunuh olehnya " mohonnya.
"Aku mohon bawa aku pergi dari sini, dan menikah lah dengan ku sehingga ayahku tak bisa bertindak semena mena karena anak sendiri adalah musuhnya"
"Aku akan memikirkannya tapi kamu jangan banyak berharap, aku pamit dulu sebelum ada mata mata ayahmu yang tau aku disini bersamamu, bisa bisa nyawa ku taruhannya "
"Aku akan menunggu jawabanmu JAKA "
__ADS_1
JAKA pun segera meninggalkan perpustakaan itu, tapi tak disangka meski sudah diperkirakan keamanan dibeberapa titik, rupa rupanya pasukan mata mata RAJA yang di kepalai DADUNG AWUK kepala prajurit yang juga bersaing dengan JAKA, mendapatinya keluar bersama sang putri dari perpustakaan di kejauhan.
"Ini berta besar, aku harus segera melaporkan pada kakang DADUNG , akhirnya setelah selama ini bersabar menanti kesalahan JAKA, ucapkan selamat tinggal pada karirmu JAKA "senang pria misterius itu dan diam diam keluar dari persembunyiannya setelah ke tiga rekan JAKA pergi.
Pagi harinya seperti biasa JAKA Pergi berdinas di pos penjagaannya, tapi tiba tiba seorang dayang dengan terburu buru keluar dari kantornya , belum sempat JAKA menanyai tiba tiba sepucuk surat ditinggalkan diatas mejanya.
《Aku Dayang SEMBIDRI pengurus kebutuhan sang putri,segeralah kamu pergi tinggalkan istana, selamatkan nyawamu, rupanya seorang mata mata RAJA melaporkan pertemuan kalian tadi malam, pergilah segera, tuan putri baik baik saja meski dia sudah di pindahkan ke kaputren dalam. Cepatlah pergi sebelum terlambat. 》 begitulah isi surat tersebut.
Tiba tiba dengan berhati hati MAS ALIT muncul dari depan.
"JAKA ayo kita pergi, kuda kita sudah di siapkan KI MANDEROSO di belakang istana " pintanya
"Baik kang"
Dengan langkah hati hati pula JAKA dan MAS ALIT mencoba keluar dari istana dan menuju jalur belakang istana dimana sudah ada teman teman yang sudah menunggu.
"Terima kasih kalian bersedia menemaniku"
"Tenang saja kami ber tiga akan selalu mengikutimu" ucap KI LOWO.
Untung saja sudah menjadi kebiasaan bila JAKA selalu datang ber dinas pagi pagi buta selepas subuh, sehingga sebelum tentara dan warga DEMAK dihebohkan dengan berita palsu mereka justru sudah sangat jauh dalam pengejaran, entah kemana arah tujuan mereka yang jelas sangat tidak mungkin bagi mereka pulang kerumah yang justru sangat membahayakan nyawa keluarga lainnya.
Mendapati buronannya yang sudah kabur membuat RADEN TRENGGONO sangat murka,sehingga puluhan prajurit yang dipimpin oleh DADUNG AWUK segera diperintahkan untuk menangkap JAKA hidup atau mati. Berita akan penangkapan JAKA pun menyeruak ke berbagai penjuru bahkan dijadikan perlombaan oleh Raja, bagi yang sanggup menangkapnya akan mendapat imbalan yang besar.
"Eyang !!! Ada berita besar " teriak ARYA sambil mencari EYANG SUNAN berada. Dia buru buru menemui nya setelah mendengar dan membaca dari kertas kertas sebaran di pasar.
"Eyang apa EYANG sudah mendengar berita tentang JAKA ?"
"Iya ARYA aku sudah mendengar dari prajurit,perihal JAKA sekarang masuk dalam daftar pencarian untuk hukuman mati oleh RAJA " ucap beliau juga penuh kecemasan.
"Kejam sekali RAJA itu, aku bersumpah EYANG ditanganku ini adalah keris milik PARWOTO yang tertinggal di jasad ayahku, aku pastikan dengan keris ini pula yang akan membunuhnya dan anak kesayangannya, aku tak akan lupa dengan kecurangannya membunuh ayahanda ku" geram ARYA seketika.
"Ngger..pergilah ke rumah KI AGENG SELO atau ke rumah janda NYAI TINGKIR , aku khawatir dengan keluarga mereka apa lagi KENANGA , aku takut bila pasukan DEMAK juga mengincar mereka " titah eyang SUNAN.
"Baik eyang, kalau begitu aku pamit undur diri "
__ADS_1
"Iya..hati hati diperjalanan ARYA "
"Baik eyang " putusnya segera meninggalkan eyang SUNAN.
"Sepertinya tak salah aku meninggalkan Demak, semakin hari semakin menjadi jadi tingkah sultan itu"
Bergegaslah ARYA kemudian memacu kuda hitamnya untuk terlebih dahulu memberitahukan patihnya untuk memegang kendali JIPANG sementara waktu selagi dia pergi.
Dan benar saja apa kata eyang SUNAN puluhan prajurit dihari berikutnya mendatangi rumah NYAI TINGKIR tapi tentu saja mereka tak mendapatkan apa apa, begitu juga halnya rumah KI AGENG SELO mereka tak luput untuk mendatangi rumahnya.
"Ada apa ini !!" Tanya KI AGENG SELA karna tiba tiba puluhan prajurit DEMAK mendatangi rumahnya.
"Maaf KI bila kedatangan kami mendadak, itu disebabkan murid anda JAKA TINGKIR kabur dari istana beberapa hari ini " lapor seorang prajurit.
Tentunya merela juga tak akan macam macam mengingat lawan mereka seorang guru persilatan dan murid murid beserta anak anaknya.
"Apa !!! " terkejut pria pria itu sehingga keluarlah para wanita dari dalam rumah.
"Apa sebabnya yang terjadi pada anakku ?"
"Maaf KI , dia kedapatan bermain asmara dengan sang putri di perpustakaan, sehingga RAJA murka dan menghukumnya dengan hukuman mati " papar pengawal itu dan menambah terkejutnya seisi rumah itu.
"Apa maksudmu?? Adik ku bukan orang seperti itu aku yakin ini salah faham" tegas PAMANAHAN.
"Benar..kami tahu persis dengan sifatnya" timpal tuan PANJAWI.
"Kalian jangan percaya ini pasti adalah fitnah " terang tuan MARTANI.
"Tapi inilah yang dikatakan RAJA, dia kini menjadi buronan, maaf bila dia mampir kesini tolong pesankan padanya untuk menghadap ke DEMAK untuk memperjelas masalahnya dan mempertanggung jawabkan sikapnya, kami pamit dulu " pamit para pengawal itu.
__ADS_1