
Malamnya berangkatlah para keluarga SURAKARTA untuk menghadiri acara sayembara itu , acara itu memang sangat meriah mengingat tak hannya dari kalangan atas , melainkan seluruh masyarakat yang memiliki balita berusia satu tahun diundang oleh keluarga YOGYAKARTA .
SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO X pula tak mau melewatkan acara itu , mengingat acara ini terbilang langka dan kebetulan sekali di masa kepemimpinan beliau kalung itu justru menemukan pemiliknya .
"Selamat malam para saudara ku semuanya dan yang terhormat pula SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO X yang berkenan hadir diacara malam hari ini " sambut seorang pria ber wibawa yang ternyata adalah tuan JAYA , salah satu saudara SRI SULTAN yang di berikan wewenang mengenai kepemilikan kalung tiga jiwa .
"Seperti yang sudah di kabarkan kepada khalayak ramai , bila salah satu warisan kerajaan telah menunjukkan perubahan , dengan bersinar pada setiap malam malam tertentu , yang berarti bila salah satu anak di negara kita telah terpilih menjadi pemiliknya , mengingat belum tentu adalah anak kami yang mungkin menjadi pemiluknya , sehingga kami mohon maaf telah mengundang semua warga bila mempunyai balita yang sudah menginjal sati tahun " terang nya lagi .
"Yah...ibu ingin sekali ke toilet , lagi pula dari undangan nomor pembukaan kita juga masih lama , temani ibu ya..."mohon nyonya BAGAS kala itu .
"Baik lah ..ayo ayah antar "
"PERMANA , MARTA ayah pergi dulu ke toulet menemani ibumu dulu ya "
"Iya ayah tidak apa apa " ucap dua anak itu yang hanya beda dua tahunan .
"Lohh...tuan BAGAS.." Sapa seseorang yang ternyata adalah tuan ANGGA .
"Tuan ANGGA ? jadi anda juga mempunyai anak seusia anakku ?"
"Benar , oh..ya..anak lelaki mu bisa dititipkan pada kami , lagi pula istri ku yang membawa anakku "
"Baiklah...maaf merepotkanmu ya "
"Tidak apa apa..., kakak ku juga pergi ke toilet mungkin kalian bisa bertemu "
"Baik lah terimakasih tuan ANGGA dan kalian..jangan sampai membuat paman ANGGA kerepotan ya "
"Tidak ayah aku janji " ucap MARTA .
"Saya permisi dulu tuan ANGGA "
"Ya..silahkan "
Pergilah tuan BAGAS dan istrinya ke toilet itu , dan benar saja saat ke jalan toilet tuan BAGAS bertemu dengan tuan SURYA .
"Bu...ayah tunggu disini ya bersama KENANGA "
"Baiklah...ibu ke toilet dulu , maaf ya tuan SURYA "
"Ya..silahkan "
"Sudah lama ya Mas kita tidak bertemu "
"Kamu masih saja memanggilku Mas , justru aku yang harus memanggilku TUAN "
"Tapi rasanya aneh Mas bila dipanggil olehmu tuan hahahha "
__ADS_1
"Bisa saja "
"Oh iya ini anak ku ARYO mas , ARYO..ayo bersalam dengan pak de "
"Nama saya ARYO pak de , pak de boleh saya main dengan adik kecil "
"Boleh..dan adik kecil ini nama nya PUTRI KENANGA"
"Hay....ayo sini kita main " ajak ARYO kecil pada gadis kecil yang baru lancar berjalan itu .
Anehnya KENANGA kecil pu menurut pergi ke bangku taman kecil dekat toilet itu .
"ARYO..jangan jauh jauh ya "
"Iya ayah..ARYO cuma ajak dede kecil ke bangku taman disana "
"Baiklah "
"Sepertinya anakmu suka mengajak main anak kecil "
"Tidak juga , bahkan dia tak pernah mengajak main Anak ANGGA "
"Benar kah ?? Yaaa..namanya juga anak usia tujuh tahun "
"Iya...mungkin mood nya sedang baik "
"Adik kecil nama kamu siapa ? Nama aku ARYO "
"Aa..yooo "
"Bukan ayo..tapi ARYO "
"AA..YYOOO.."
"ya sudah lah...nama dede KENANGA ya "
"Hehe..nana..nana..."
"Kamu lucu ya sudah pintar bicara sedikit sedikit , kalau CEMPAKA dia cengeng...kalau aku ajak pasti tak mau "
"Iya lah tidak mau...kalau anak kecil pasti suka mainan dan makanan " ucap seorang anak seusia dengan ARYO itu .
"Wah..ada HADI , memangnya mereka suka mainan dan makanan ya ?"
"Kamu lihat saja , ini adik kecil buat kamu " ucap HADI sambil memberikan kue coklat yang di bawanya . Yang ternyata gadis kecil itu sangat menyukai kue coklat itu .
"Mam..mamm..olatt " polosnya sambil menggigit kue kering coklat itu .
__ADS_1
"Waahh benar...dia suka sekali dengan kue coklat "
"Apa aku bilang.."
"Kalau begitu aku ambil mainan dari mobil ya..biar kita main bersama "
"Baiklah..biar aku yang menjaganya "
"Terimakasih HADI "
Pergilah bocah itu menuju ke arah parkiran mobilnya tadi , sementara itu HADI dengan telaten menyuapi dan membersihkan pipi gadis kecil itu dari remah remah kue nya .
"Kamu lucu sekali ya pipimu seperti bakpao , besok kalau HADI besar , HADI mau jadi DOKTER yang hebat , kamu kan cantik seperti ibuku , jadi kamu harus menjadi seperti ibuku dan aku yang jadi seperti ayahku ya " polos anak kecil itu .
"Eehhh " angguk gadis setahun itu dengan polosnya .
"Kamu suka coklat ya..aku masih punya banyak looo" ucapnya sembari meraih sakunya yang berisikan kue kering coklat yang dia bawa ke dalam plastik . Dan ke dua anak polos itu pun memakan kue coklat itu bersama .
Sementara itu di tempat acara ternyata sudah mulai pemilihan dengan beberapa dari nomer sudah mulai mendekatkan anaknya untuk membuka kotak pusaka itu , tapi sayang nya lagi lagi gagal dan terpaksa mereka harus kembali pulang .
"Ahh...maaf kami sudah melewatkan setengah acara" ucap tuan SURYA yang disusul tuan BAGAS dan istrinya .
"Bagaimana tuan ANGGA ? apakah anak anda sudah mencobanya ?"
"Iya tuan BAGAS tapi sayang , kotak itu tak bergeming , sangat disayangkan "
"Aku fikir justru keturunan seperti keluarga anda yang akan terpilih "
"Bisa saja tuan BAGAS "
"Aku hanya penasaran saja siapa anak pemilik kalung itu ?"
"Memangnya kalung seperti apa yang kita ikuti itu SURYA ?"
"Dari yang aku ketahui , Kalung itu sering disebut kalung 3 jiwa , dimana jika seseorang itu dipilih olehnya , maka ada 2 jiwa yang harus berkorban untuknya demi jiwa nya yang 1 itu terbebas , mengerikan memang , tapi itu artinya , bisa saja dia akan di persunting oleh keluarga ningrat setelahnya "
"Tapi...jika difikir fikir , meskipun akhir ceritannya yang membuat semua orang mengikuti acaranya , tapi siapa pula yang mengizinkan anaknya untuk mendekati anak itu " cemas tuan BAGAS .
"Benar , itulah yang aku khawatirkan "
"Yah..apa lebih baik kita pulang saja ?" Takut nyonya BAGAS .
"Apa tidak apa apa tuan ANGGA , SURYA ?"
"Entahlah...tapi tak ada salahnya Mas mencoba , tok sebenarnya ini ajang untuk keluarga ningrat YOGYAKARTA mencari pendamping anaknya " pesan tuan SURYA .
__ADS_1