KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
MASA DEPAN


__ADS_3

Malam itu seperti biasa KENANGA menyiapkan bahan untuk belajar besok anak anak dirumah NYAI ENDANG di pendopo depan bersama lampu minyak dia masih corat coret menulis.



"Kamu tak istirahat, besok kan kau harus mengajar" ucap ARYA yang pulang dari patroli desa itu.



"Aku belum mengantuk, jadi aku menyiapkan bahan bahan untuk mengajar besok"



"KENANGA apa kira kira kita bisa bertemu ya dimasa nanti ?" Khayalnya sambil rebahan di pondok itu.



"Entahlah aku belum pernah bertemu pria seperti dirimu"



"Semoga saja dizamanmu ada orang yang juga bisa menjagamu seperti aku yang tampan ini" narsisnya kemudian.



"Berlagak ya pangeran ini, oya ARYA...kenapa kamu tak pulang saja ke JIPANG, Patihmu pasti sangat sibuk kan bila bertugas sendirian"



"Aku masih ingin disini menemani mu"



"Aku tahu...ayahandamu juga pasti bangga dengan sikapmu yang mau menjaga ku dan SUTA , tapi kalau bisa kamu lebih seringlah belajar dengan paman patih soal memimpin JIPANG , mereka semua pasti menunggumu untuk bertahta disana"



"Lama lama kamu jadi pandai ya membuka pola fikir orang disini"



"Tentu saja , aku kan belajar dari para EYANG SUNAN"



"Pantas saja EYANG semuanya menugaskanmu untuk menjadi guru , sekalian saja kau jadi guru ku yah "



"Aku tak mau, kau kan murid EYANG SUNAN yang sulit diatur"



"Siapa bilang.."



"Alaaa... alasan kamu mengelak, besok aku tak mau tau kau harus pulang ke JIPANG "



"Iya iya...besok aku pulang" omelnya sembari pergi ke dalam.



"Hehehe...ada ada saja lelaki itu "



Siang itu udara sedikit lebih panas dari biasanya, tapi selepas KENANGA selesai mengajar ARYA pun pamit kepada semua penghuni rumah untuk pulang ke kotanya. Kebetulan siang itu NYAI ENDANG dan ibu ibu lainnya sedang memasak bersama untuk sendiri dan untuk dibagikan ke warga yang membutuhkan, karena banyak dari warga yang suaminya sudah gugur dalam peperangan, sehingga NYAI ENDANG pun banyak dikenal sebagai pengganti kepala dusun.


Asyik benar mereka berbincang bincang apa lagi mengenai pasukan DEMAK yang kini sudah menerobos wilayah jawa timur seperti WIRASARI, GELANG GELANG ( MADIUN), MEDANGKUNGAN (BLORA), PASURUAN , SURABAYA, BLITAR, WIRASABA (MOJOAGUNG & JOMBANG) sampai ke GUNUNG PENANGGUNGAN dimana tempat terakhir pasukan MAJAPAHIT berhasil mereka duduki.


Tiba tiba seorang laki laki masuk ke dapur dengan tergesa gesa.



"Nyai maaf ..dari informasi yang saya dengar pasukan DEMAK saat ini hendak pulang guna mengatur strategi penyerangan besar besaran ke BLAMBANGAN nanti"



"Lalu apa masalahnya?"



"Masalahnya menurut informasi sehubungan RAJA tahu nak KENANGA disini, beliau ingin berkunjung ke sini"


__ADS_1


"Keterlaluan, karena dia RAJA dia bisa seenaknya memerintah, harusnya dia bertanya dulu pendapat nak KENANGA tentang mau atau tidak untuk ditemui" kesal NYAI Itu.



"Nyai tidak perlu khawatir...dia dulu juga ingin menemuiku tapi tak sampai karna padepokan EYANG KUDUS diserang para pemberontak, aku yakin beliau pasti mau menanyakan perihal masa depannya, jadi dia tidak mungkin berlaku macam macam"



"Benar tidak apa apa nak KENANGA ?"



"Iya nyai..lagi pula beliau tau aku disini pasti ada EYANG SUNAN KUDUS bersamanya, beliau pasti tak berani macam macam "



"Baiklah..kalau begitu ibu lega jadinya,tapi tetap hati hati ya dia RAJA yang mudah sekali menebaskan pedangnya"



"Baik nyai..saya akan hati hati "



Dan tak butuh waktu lama , tiba tiba terompet khas kerajaan pun berkumandang , dari kejauhan langkah ribuan kaki para prajurit dan pasukan berkuda pun sudah terdengar riuh, sehingga banyak para warga pun keluar dari rumah untuk melihat keadaan diluar.



"Assalamualaikum nyai ENDANG " salam EYANG SUNAN.



"WAALAIKUM SALAM KANJENG SUNAN "balas nyai ENDANG.



"Maaf KANJENG bila kami tak ada acara penyambutan RAJA dan rombongannya "



"Tidak apa apa nyai, oh ya...apa KENANGA masih ada disini nyai?"



"Masih KANJENG mari saya antar "




"Salam hormat yang mulia " salam nyai ENDANG.



"MAAf nyai tiba tiba saya mendesak kesini, karena kebetulan aku belum sempat ada waktu untuk berbincang dengan nya, apakah aku diperbolehkan nyai ?"



"Hamba tidak berhak melarang yang mulia, tapi nak KENANGA sebelumnya sudah bersedia menemui yang mulia"



"Kebetulan nak KENANGA sedang menyiapkan cemilan untuk YANG MULIA dan rombongan di ruang tamu, mari saya antar "



"Terimakasih , nyai "



"SULTAN biar kami beristirahat dan menunggu diluar saja "



"Terimakasih atas pengertian KANJENG SUNAN"



DIruang tamu pun KENANGA tengah sibuk menata cemilan cemila itu di meja bersama ibu ibu lainnya.



"Assalamualaikum.." salam sang RAJA itu.



"Waalaikum salam "jawab semuanya diruang tamu itu.

__ADS_1



Tapi seketika dia terkejut bukan kepalang , matanya terbelalak lebar dan mulutnya menganga keheranan, wajah itu tak pernah sekalipun dia lupa meski saat masih belia dia sudah tak pernah bertemu keluarganya di yogyakarya, sudah dari bayi dia berada di rumah keluarga besar hingga belia tentu saja dia tak lupa dengan wajah orang tua itu yang tak berubah sedikitpun.



Para ibu ibu dan nyai ENDANG pun meninggalkan ke duanya di ruang tamu itu.



"PAMAN ?? bagaimana mungkin?" Ucapnya setengah tak percaya bila orang di depannya mirip sekali dengan pamannya dirumah besar.



"Paman?? Aku adalah RAJA TRENGGONO, apakah aku mirip dengan seseorang yang dewe kenal??" Bingung sang RAJA sehingga menyadarkan KENANGA.



"oh..maaf yang mulia, hamba tak sengaja memanggil anda dengan sebutan paman "



"Tidak apa apa, aku justru senang Dewi, itu artinya dalam duniamu pun ada orang yang seperti diriku"



"Benar yang mulia, anda sangat mirip dengan paman saya , sampai sampai saya tadi berfikir tak hanya saya yang dibawa kemari, tapi juga paman saya, maaf silahkan duduk yang mulia "



"Terimakasih dewi, tapi aku justru jadi penasaran apakah ini kebetulan atau kah takdir ?"



"Maaf yang mulia panggil saja saya KENANGA saya tak cocok bila dipanggil dewi "



"Baik lah KENANGA , tanpa basa basi..jujur saja kedatanganku kesini tentu saja seperti banyak orang lainnya yang ingin tau perihal masa depan yang nanti akan terjadi, apa lagi perihal negri yang selama ini aku jaga dan aku pelihara baik baik "



"Yamg mulia sebelumnya saya minta maaf bila jawaban saya mungkin tak seperti yang yang mulia harapkan, apapun jawabanya apakah yangmulia tetap mau mendengarkan ?"



"Ya..apapun itu "



"Baiklah....sesungguhnya kelak negri ini bukan lagi dipimpin oleh seorang RAJA yang mulia melain kan seorang pemimpin yang telah dipilih dari banyaknya suara masyarakat dinegri ini atau yang dikelal PRESIDEN dia lah yang akan memimpin seluruh masyarakat di negara ini"



"Maksudmu sudah tak ada lagi kerajaan di negeri ini?"



"Setahuku masih ada lima yang masih bergerak, tapi SULTAN mereka bertindak sebagai GUBERNUR atau pemimpin diwilayah sebagian dari tiap negara"



"Lima ??"



"Benar yang mulia, di masa nanti negara kita ini termasuk negara besar didunia karna tak hanya pulau JAWA, Tapi SUMATRA, KALIMANTAN,SULAWESI ,PAPUA semua menjadi satu " kicau KENANGA yang semoga bisa merubah pola fikir RAJA ini untuk menghentikan ambisinya yang hanya akan merugikan rakyat biasa.



("Tentu saja aku tau mengenai kerajaan di indonesia, ayahku dan paman adalah keluarga besar dari KESUNANAN SURAKARTA, aku sangat rindu dengan mereka ")lamunnya saat itu.



"Jadi begitukah kehidupan dimasa nanti , lalu kapan aku akan meninggalkan negri ini?" Lirihnya s3hingga mengagetkan lamunan KENANGA .


Seketika gadis itu terkejut mendengar pertanyaan dari sang RAJA itu , sampai sampai dia tersedak saat hendak meminum airnya , entah apa yang akan dia katakan padanya , bisa bisa dia dipenggal oleh nya....mungkin gampang saja buatnya menjawab bila bukan dari pertanyaan sang RAJA.






__ADS_1



__ADS_2