Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
pingsan


__ADS_3

🍑🍑🍑


Brian dan rizal terus melihat sekelilinng mencari della,.."lo yakin della turun di sini.? Tanya rizal sudah emosi dari tadi.


"Iya.! Gue nyuruh dia turun di sini" balas brian jujur.


"Coba kita cari ke depan lagi mana tau della ada di depan.! Rizal berucap sudah tidak santai lagi.


Brian melaju dengan kecepatan sedang,."stop, stop" rizal berlari keluar mobil.


Brian ikut menyusul rizal, rizal mengangkat heels della, "jangan bilang ini punya della.! Ucap rizal menatap brian tajam.


Brian mengangguk,memang benar lah itu heels della yang di lempar tadi kepada tiga pemuda itu,.."della..della..della" panggil rizal kuat. Berharap della menjawab.


Pikiran rizal sudah tidak bisa tenang,emosi nya kini mencuat melihat brian,.."Gimana kalau della kenapa-napa bangsat" ucap rizal memukul wajah brian.


Brian hanya diam saja,membiarkan rizal memukul dirinya sepuas hati, kali ini memang brian lah yang salah, untuk kali ini saja biar la brian mengalah.


Wajah brian sudah babak belur, bahkan sudut bibir brian sudah pecah akibat ulah rizal,.."kalau sampai della kenapa-napa, lo akan berurusan sama gue.! Ngerti lo!! Ucap rizal berjalan ke arah depan mecari della.


Rizal terus memanggil nama della, sampai di ujung jalan, brian bangkit dan mulai mengemudi pelan sampai ujung, brian hanya diam saja di dalam mobil mengutuk dirinya.


Bagaimana kalau ucapan rizal benar! brian memukul stik mobil dengan kuat,..."ARGHH, BANGS*T."


Rizal tak ingin berbicara dengan brian bahkan sepanjang jalan mereka hanya diam, tiba-tiba brian menghentikan mobilnya, terlihat dari dalam mobil banyak darah di aspal dan tas milik della.


Brian turun begitu juga dengan rizal, tangan brian bergetar menyentuh tas della yang penuh dengan darah, bahkan di ujung jalan banyak pecahan seperti habis terjadi kecelakaan.


Pikiran brian dan rizal sudah kemana-mana,.."ga..ga.., ini ga mungkin" ucap brian menatap rizal.


Rizal menutup mata nya menatap langit berharap gumpalan bening itu tidak jatuh, brian berteriak histeris memanggil nama della.


1 jam lebih mereka berdua tenggelam akan pikiran mereka masing-masing, rizal hanya diam saja, mata laki-laki itu kini sudah merah, begitu juga dengan brian.


Rizal mengambil alih kemudi, melaju dengan kecepatan tinggi mencari rumah sakit terdekat,berharap della ada di sana.


****


Riyan memasuki rumah megah bernuasa putih itu, riyan menyentuh tangan della pelan,.."mbak kita udah sampai" ucap riyan pelan.


Della terbangun dan melepaskan pelukan dari riyan, saat della turun kepalanya berdenyut sangat kuat, della tak kuat menahan denyutan itu pun pingsan.

__ADS_1


Beruntung riyan sigap menangkap della, riyan mencoba untuk mengendong della tapi tenaganya sudah habis terkuras akibat kecelakaan tadi,..."bunda, tolong.!!" riyan Berteriak kuat.


Bunda riyan keluar dengan tergesah-gesah,.."ya allah abang!!, ini kenapa.? Ayah tolong.! Ucap bunda riyan.


"Bunda kenapa teriak teriak, ya allah gusti riyan.!!" ucap ayah riyan kaget.


"Ayah tolong.!" ucap riyan dengan lemah.


Mereka membawa della dan riyan ke dalam,.."bunda tolongin teman tama ya bun" ucap riyan saat sudah berada di lantai dua kamar riyan


'Iya sayang, sekarang kamu ganti baju dulu, bunda bakalan ke sini sebentar lagi ,ayah tolong bantuin tama ya." wanita paruh baya itu menuju kamar della.


Bunda riyan adalah seorang dokter ternama di salah satu rumah sakit, bunda riyan bernama SHERLY ANDRIKA PUTRI, dan ayah riyan adalah salah satu pengusaha bernama DAFFA ADHITAMA OSCAR.


sherly mulai mengobati luka della bahkan pakaian della sudah di ganti,.."wajahnya ga asing, kayak pernah liat tapi di mana ya" batin sherly.


Sherly kembali memasuki kamar putranya itu, dan mulai mengobati riyan,.."kamu kenapa bisa kayak gini? Tanya daffa melihat putranya penuh dengan luka.


"Tadi abang hampir nabrak cewek yah, abang ga liat cewek itu di jalan, jadi abang coba menghindar tapi ga bisa, akhirnya abang jadi jatuh" balas riyan tidak berbohong.


"Kamu hati-hati ya bang bawa motornya, bunda tadi liat motor abang rusak parah gitu" ucap sherly memasang perban di lutut riyan.


"Iya bunda,...oiya bunda, gimana sama cewek itu?" tanya riyan.


"Bunda abang serius ini," ucap riyan lagi


"Dia baik-baik aja, cuma banyak luka di bagian kaki, abang ketemu sama dia di mana.?" sherly merapikan kotak p3k itu.


"Tadi di arah jalan gading, waktu abang mau balik kesini bun," balas riyan memang benar adanya.


"Masih baik kamu kesini bang kalau ga.!! bunda ga tau nasib dia bakalan gimana, di sana, di situ kan jalanan sepi bang." ucap sherly menarik selimut anak nya itu.


"Besok-besok kalau kamu balik ke sini jangan lewat jalan gading ya bang, lewat jalan satu lagi aja, biar lama yang penting selamat !! Ucap daffa.


"Iya ayah, lagian tadi abang lewat situ biar cepat sampai", ucap riyan


riyan menyentuh tangan sherly,.."kenapa,abang butuh sesuatu.?tanya sherly.


"Abang mau liat cewek itu bun" ucap riyan menggoyangkan tengah sherly,


Riyan memang selalu terlihat cuek tapi tidak dengan keluarganya dan reyhan,apa lagi kalau sudah ketemu bunda, sekarang saja seperti anak kecil yang sedang meminta di belikan es krim.

__ADS_1


Sherly mengelus tangan riyan,.."besok aja ya sayang,kamu juga harus istirahat, oke.!" sherly kembali menarik selimut riyan.


"Iya bunda" balas riyan tak mau membantah omongan sherly.


*****


Brian dan rizal sampai di salah satu rumah sakit terdekat, mereka turun dengan tergesa-gesa.


"Permisi mbak,apa di sini ada pasien yang bernama della aprilia.? Tanya rizal pada resepsionis yang mengenakan nametag hanum


"Sebentar ya pak,saya cari dulu" ucap Resepsionis itu. "Tidak ada pak" jawabnya kemudian.


"Apa di sini baru saja ada pasien yang mengalami kecelakaan mbak, sekitar 2 jam yang lalu.?" tanya rizal lagi.


Hanum berpikir,.."ada mas, seorang gadis" ucap Hanum


Brian tersentak kaget,begitu juga dengan rizal,.."apa saya boleh lihat mbak.? Tanya Rizal lagi.


"apa mas anggota keluarga pasien.?"tanya hanum lagi.


"saya lagi mencari tunangan saya mbak, saya mau mastiin itu tunangan saya atau bukan" ucap rizal asal.


"Baik mas kamar pasien ada di lantai tiga." hanum memberi arahan kepada dua lelaki itu.


"Terima kasih mbak" ucap rizal menuju lantai tiga,setengah berlari.


Penampilan brian dan rizal sudah tidak lagi rapi melainkan sangat kacau, rambut yang berantakan,baju yang kusut dan kotor akibat terkena noda darah.bahkan wajah brian juga penuh luka lebam.


Rizal menatap pintu ruangan,.."benarkan ini ruangannya, bismillahirrahmanirrahim" tangan rizal bergetar membuka pintu kamar,brian bahkan tidak bergerak sama sekali saat pintu itu Terbuka.


Mereka dapat melihat seorang gadis,tengah terbaring dengan tangan di ipus , kaki di gips dan selang di mulut gadis itu.


Brian bahkan tidak berkedip menatap gadis yang terbaring lemah itu, rizal melangkah dengan pelan, berdoa kalau gadis yang terbaring itu bukan della.


Rizal menutup mata Saat sudah sampai di samping brankar gadis itu, rizal manarik napas dan perlahan membuka mata, rizal bernapas lega ternyata itu bukan della.


"huft,Ya allah jantung gue" rizal memegang dada mengatur napas,.."Gue harap lo baik-baik aja del".Rizal kembali keluar,.."itu bukan della" ucap rizal di samping brian.


Ada rasa lega di hari brian mendengar ucapan rizal,.."lo kemana del" ucap brain pelan.


Mengikuti langkah rizal,keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


*****


__ADS_2