Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
demam


__ADS_3

Della menghapus sisa air mata nya, mencoba menormalkan detak jantungnya.


Dia takut brian sudah bangun dan akan memarahinya.


Della berjalan pelan,menyapu padangan nya ke seluruh ruangan,mencoba mencari brian.


"Kayaknya belum bangun" ucap della pelan.


Della berjalan kearah kamar brian dan membuka pintu itu pelan,tenyata brian masih berbaring di kasur nya.


Della kembali menutup pintu itu,dan berjalan kearah dapur untuk memasak.


Reyhan tampak sibuk memainkan ponsel nya,sedangkan riyan hanya duduk menatap kearah balkon.


Helaan napas dari bibir riyan terus terdengar,reyhan melirik riyan.


"Lo kenapa.?" tanya reyhan berhenti memainkan ponsel nya.


Riyan berbalik dan menatap reyhan,.."kapan ya gue bisa ketemu sama nih cewek" ucap riyan menunjuk layar ponselnya.


"Gimana kalau kita pergi ke rumah sakit.?" tawar reyhan


"Gue udah coba dan lo pasti tau jawaban nya!" ucap riyan


"Coba deh lo ingat-ingat lagi" ucap reyhan.


Riyan menghela napas lagi,.."gue udah coba buat ingat baik-baik tapi tetap aja gue ga bisa." ucap riyan


Reyhan berpikir,apa benar pihak rumah sakit tidak tau, tetapi suster itu bilang gadis yang di rawat sudah pulang, tiba-tiba reyhan terpikir satu ide.


"Yan, gimana kalau kita tanya sama suster yang ngerawat tuh cewek, ga mungkin kan dia ga punya data tentang tuh cewek, secara dia yang ngerawat" ucap reyhan


Benar juga kata reyhan, kenapa Riyan tidak kepikiran ke sana dari dulu.


"Boleh, sekarang.??" tanya riyan


Reyhan mengangguk setuju.


"Pakai mobil ini aja" ucap reyhan mengangkat kunci mobil milik riyan.


"Lo bawa mobil gue.?" tanya riyan


"Iya la begok!! Kalau gue ga bawa mobil lo ke sini, gue naik apa coba!! Naik pesawat gue!" ucap reyhan kesal.


"Mobil lo kan ada! Kenapa pakai mobil gue.?" ucap riyan dengan tidak sadarnya.


"Mobil gue kan lo yang bawa, amnesia lo!" ucap reyhan memukul lengan riyan


Riyan tertawa, dia lupa kalau membawa mobil reyhan tadi,.."ya maaf gue lupa" ucap riyan


Mobil merah itu tiba di pekarangan kost, langkah kaki itu terlihat sangat lemah.


Riri kembali ke kost, dia akan mengambil barang-barang nya dan kembali ke rumah.


Riri membuka pintu kamar dan berjalan pelan ke kasur.riri menghempaskan tubuhnya ,padangan riri begitu kosong.


Tangan nya tidak sengaja menyenggol foto yang ada di meja membuat foto itu terjatuh dan pecah.


Riri kaget langsung terduduk dan menatap apa yang telah terjatuh tadi.

__ADS_1


Tangan nya terulur membersihkan kaca-kaca yang berserakan, riri terus menatap foto itu.


Terlihat ada tiga gadis di dalam foto itu, termasuk dirinya.


"Kalau gue boleh minta sama tuhan, gue mau ngulang masa itu, gue mau lo tetap hidup" ucap riri lirih.


Wajah cantik itu kembali di banjiri dengan air mata, dia selalu di hantui dengan rasa bersalah.


Riyan dan reyhan sampai di rumah sakit, Dengan ragu-ragu mereka melangkah masuk.


"Kira-kira bunda ada ga ya.?" tanya riyan


"Emang kalau ada bunda kenapa.?" tanya reyhan


"Gue ga mau bunda tau" ucap riyan


Reyhan mengerutkan keningnya,.."emang kenapa kalau bunda tau.?" tanya reyhan lagi.


"Lo tau kan waktu itu gue nolak pulang dari rumah sakit karena mau nyari tuh cewek" ucap riyan mengingatkan reyhan akan kejadian dulu.


"Iya terus apa hubungan nya.?" tanya reyhan bingung


"Karna bunda ga mau gue ketemu sama tuh cewek" ucap riyan


"Alasan nya.?" tanya reyhan lagi


"Gue ga tau pasti apa alasan nya tapi kalau gue ga salah bunda ngomong kalau gue ga akan pernah bisa ketemu sama tuh cewek" ucap riyan


"Kagak jelas lo" ucap reyhan


"Kok gue.!!" ucap riyan menghentikan langka nya.


"Karna gue yakin tuh cewek masih di sini waktu itu, secara gue trakhir kali ketemu sama tuh cewek waktu dia jatuh sakit lagi" ucap riyan


"Sakit lagi.!!" ucap reyhan semakin bingung


Riyan menghembuskan napasnya,.."waktu itu gue sempat nanya nama tuh cewek tapi dia ga tau, gue mikirnya dia amnesia dan gue manggil dia cantik" ucap riyan


"Lo kenapa bisa seyakin ini.!!!" ucap reyhan mengerutkan keningnya


"Hati gue! Gue yakin waktu itu dia masih di sini." ucap riyan


"Tapi yan!! Waktu itu lo lagi sakit juga dan habis ngenalin operasi, lo lupa!!" ucap reyhan tidak paham lagi dengan omongan riyan.


"Gue ingat, gue ingat dengan jelas waktu itu bunda bilang kalau gue harus di rawat karena sakit radang usus" ucap riyan lagi


"Itu lo ingat, terus kenapa lo bisa seyakin ini yan!! bisa aja kan waktu lo belum sadar tuh cewek udah sembuh" ucap reyhan


"Ga mungkin!! Karna waktu gue ngejalani operasi dia sakit lagi rey!! Gue masih ingat waktu liat dia kembali koma" ucap riyan


"Gue ga paham yan, kalau tuh cewek emang benar koma lagi dia ga mungkin ninggalin rumah sakit secepat itu kecuali.." reyhan menggantung ucapannya dan menatap riyan dengan serius.


"Kecuali apa.?" tanya riyan bingung


"Kecuali tuh cewek meninggal" sambung reyhan.


Riyan tersentak kaget mendengar perkataan reyhan,seketika riyan merinding.


Riyan bungkam, mencoba menepis omongan reyhan dari benak nya.

__ADS_1


"Ga mungkin!! Gue yakin dia masih di sini waktu itu" ucap riyan menggeleng.


"Tapi coba lo ingat lagi yan, bunda udah ngomong sama lo kalau ga akan bisa ketemu sama dia lagi" ucap reyhan


"Ga!! Gue bilang ga!! Kalau lo ga mau nolongin gue, gue ga masalah tapi berhenti bilang kalau dia udah meninggal" ucap riyan dengan nada tinggi.


Suara riyan Membuat semua mata yang ada di sana melihat kearah mereka berdua, begitu juga dengan seorang perempuan yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Perempuan itu perlahan mundur dan berlari kearah ruangan sherly.


Della menatap jam di atas meja rias nya, sekarang sudah menunjukan pukul tujuh malam.


Della berjalan keluar kamar,untuk melihat brian.


Della terus melirik ke sana kemari tetapi tidak Menemukan brian.


"Apa masih tidur ya" pikir della.


Della berjalan kearah kamar brian, membuka pelan kamar itu dan mengintip untuk melihat brian.


Brian masih berbaring di atas kasur dengan selimut yang sudah turun ke kaki.


"Pasti pak brian belum makan,apa gue bawain aja ya.tangan dia pasti masih sakit" batin della.


Della berjalan ke dapur dan menyiapkan makanan untuk brian,perlahan della berjalan ke pintu kamar brian.


Dia mencoba mengatur napas nya, dia tau brian pasti akan marah tetapi della tetap ingin mencoba.


"Permisi pak" ucap della membuka pintu kamar brian pelan.


Brian tidak merespon sama sekali, dia masih tetap tertidur.


Della menghampiri brian dan meletakkan nampan di atas meja samping kasur brian.


Della melihat wajah pucat brian di banjiri dengan keringat.


Della mengerutkan keningnya,dia pikir brian mengalami mimpi buruk.


Della mencoba membangunkan brian.


"Pak" panggil della menyentuh lengan brian.


Della terkejut saat tangan nya merasakan hangat di lengan brian, della menyentuh kening brian,Ternyata brian demam tinggi.


Della buru-buru mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres brian.


Tangan kecil della dengan telaten mengelap keringan brian.


Della juga membantu brian untuk Menganti baju nya yang sudah basah akibat keringat.


Della terus mengompres brian sampai demam brian sudah sedikit berkurang dari tadi.


Della menarik kursi dan mendekatkan kearah kasur brian, della terus menatap wajah brian yang tampan,memang della akui brian Sangat tampan.


"Gue kira nih cowok ga bisa sakit, marah-marah muluk sih lo jadi sakit kan" batin della


Della melirik jam di kamar brian, sudah menunjukan pukul dua dini hari.


Rasa ngantuk della datang, della mencoba menahan agar tidak tertidur, tetapi mata nya tidak lagi bisa di ajak kerja sama sebab hari ini della melakukan banyak aktivitas.

__ADS_1


Della tertidur dengan tangan sebagai tumpukan bantal di samping brian.


__ADS_2