
Pagi pun tiba, della sudah memakai gaun pernikahan nya.
Acara pernikahan di lakukan di salah satu hotel ternama dengan mengundang orang-orang terdekat dan rekan bisnis mereka saja.
Della sudah cantik dengan gaun berwana putih, dengan bagian bahu yang terbuka, rambut yang di hiasi dengan mahkota bak putri dalam dongeng.
Della terlihat begitu cantik , della terus menatap dirinya di cermin, berharap ini semua mimpi.
Kalau ini mimpi della ingin cepat-cepat terbangun, mimpi ini terlalu horor untuk di lanjutkan.
Ceklek..
Pintu terbuka, della sama sekali tidak berniat berbalik untuk melihat siapa yang datang.
"Della" panggil wanita berhijab itu
Della seakan terbuai dengan suara lembut itu, dia berbalik dan mendapati bunda hana berdiri di depan pintu sambil tersenyum kearah nya.
Hana melangkah kearah della dan memeluk della dengan erat ,begitu juga dengan della tak kala erat memeluk hana.
Hana melonggarkan pelukannya dan menatap wajah cantik della.
"Kamu cantik del, selamat ya atas pernikahan kamu" ucap hana
"Makasih bunda, maafin della ya ga sempat bilang sama bunda" ucap della pelan
Hana tersenyum dan mengelus lengan della,.."gapapa sayang, bunda senang karena della sudah menikah, bahagia selalu anak bunda" ucap hana.
Della menangis mendengar ucapan hana,nyata nya dia bahkan tidak mungkin bisa bahagia bersama brian.
"Kamu jangan nangis, bunda jadi ikutan nangis" ucap hana menghapus air mata della.
"Sekarang kita keluar ya pesta udah mau mulai" ucap hana
Della keluar di dampingi oleh hana, semua mata tertuju kepada della begitu juga dengan rizal.
Rizal bahkan tidak berkedip sama sekali saat melihat della yang berjalan bersama hana.
Brian terkejut menatap della, della begitu sangat cantik dengan gaun pernikahan nya itu, bahkan terlihat sangat pas di tubuh della.
Brian mengulurkan tangan nya kearah della, della tersenyum manis menerima uluran Tangan brian.
Sekarang della sudah pasrah akan hidupnya bagaimanapun kedepannya, dia akan terima.
Riri menatap della dengan tatapan senduh, bahkan dia hampir tidak sanggup untuk berdiri berhadapan dengan della.
Della melihat keberadaan riri, dia tersenyum kearah riri,seakan semua nya akan baik-baik saja.
Riri menangis, tidak sanggup lagi berada di sini terlalu lama.
Riri berlari keluar ,della menatap kepergian riri dengan sendu.
__ADS_1
Waktu berlalu begitu cepat pesta sudah hampir selesai, rizal mendekat ingin memberi selamat kepada della.
Brian melihat rizal mendekat, brian langsung menarik pinggang della agar lebih dekat dengan nya.
Della terkejut , baru saja dia akan berbicara tetapi suara rizal mengalihkan pandangannya.
"Selamat ya del, atas pernikahan kamu, saya harap kamu bahagia!" ucap rizal mengulurkan tangan nya.
Della meraih tangan rizal dan tersenyum.
"Terima kasih ya pak atas ucapannya dan terima kasih juga sudah hadir di pernikahan saya" ucap della
Rizal tersenyum dan beralih menyalam brian.
"Gue harap lo bahagia" ucap rizal dengan wajah datar.
"Gue pasti bahagia apa lagi sekarang udah ada della di hidup gue" ucap brian tersenyum.
Rizal melepaskan tangan nya dan turun tampa mengucapkan apapun lagi.
Setelah beberapa saat pesta telah selesai,brian dan della ingin berpamitan dengan orang tua mereka.
"Brian sama della langsung balik ke Apartemen ya pak" ucap brian
"Ga mau balik ke rumah papa.? Tanya elang
"Brian capek banget pa, lagian della juga pasti capek, apartemen brian lebih dekat dari rumah papa" ucap brian lagi
"Udah la mas biar aja mereka balik ke apartemen, biar kita cepat dapat cucu" ucap Shila menggoda mereka berdua.
"Iya lang, biar aja mereka balik ke apartemen" sambung kevin.
"Ya udah kalian balik tapi lain waktu mampir ke rumah papa ya" ucap elang
"Iya pa" ucap brian malas
"Bunda ,della pulang dulu ya, bunda jangan lupa kabarin della kalau mau pulang" ucap della menyalam hana
"Iya sayang, pasti! Ucap hana
Brian dan della menyalami mereka satu persatu dan kembali ke apartemen.
Saat perjalanan pulang hujan turun sangat deras seakan mewakili perasaan della saat ini.
Sedangkan riri tengah sibuk mencoba menghidupkan mobilnya yang tiba-tiba mati.
Riri terus mencoba tetapi tidak juga bisa.
Riri keluar membuka cap mobil mencoba melihat apa yang salah dengan mobilnya.
Reyhan baru saja balik dari apartemen menuju cafe.
__ADS_1
Reyhan melihat seorang gadis tengah hujan-hujanan di depan mobil berwana merah.
reyhan berhenti dan dia berniat menolong gadis itu.
"Mobil nya kenapa mbak.?" tanya reyhan menghampiri riri dengan payung di tangannya.
Riri berbalik menatap siapa lawan bicaranya itu.
"Reyhan!!" ucap riri
"Riri!" ucap reyhan pula
"Kenapa lo hujan-hujanan.?" ucpa reyhan menarik riri mendekat agar tidak semakin basah.
"Mobil gue ga bisa hidup" ucap riri pelan
"Lo kan bisa telfon derek" ucap reyhan
Riri tidak berpikir untuk menelfon siapa pun,pikiran nya di penuhi oleh bayangan della yang memakai gaun pernikahan.
"Gue ga ingat" ucap riri pelan
"Ya udah mobil lo tinggalin aja, biar nanti di jemput sama orang bengkel langganan gue" ucap reyhan membawa riri menuju mobilnya.
Riri mengikut saja,saat telah di dalam mobil,reyhan memperhatikan baju riri yang basah dan menerawang.
Reyhan memberikan jaket kepada riri.
"Pakai" ucap reyhan membuang muka kearah jalan.
Riri menerima jaket reyhan dan memakai nya.
Reyhan mulai menjalankan mobilnya.
"Rumah lo di mana.?" tanya reyhan
"Gue ga mau pulang" ucap riri
"Terus lo mau kemana.?" tanya reyhan lagi
"Ga tau" ucap riri
Reyhan heran , ada yang tidak beres dengan riri hari ini, riri hari ini begitu berbeda dengan riri yang kemarin di temui.
"Lo kenapa.?" tanya reyhan
Riri hanya mengeleng, tidak ingin mengatakan apa pun.
Reyhan paham, kalau riri sedang dalam masalah.
Reyhan memilih membawa riri ke cafe.
__ADS_1