Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
cemburu


__ADS_3

Reyhan berguling kesana kemari di atas kasurnya, 'bosan' itulah yang kini di rasakan oleh reyhan , biasanya dia akan sibuk di cafe.


"Gue beli sesuatu deh, bosan banget gue di rumah" ucap reyhan.


Reyhan meraih kunci mobil dan dompet beserta benda pipih di atas meja,reyhan menuruni anak tangga, berencana untuk pergi ke minimarket.


Reyhan melirik riyan dan della,.."itu anak gue tinggal bentar kagak ngapa-ngapa" pikir reyhan melanjutkan langkanya.


Mobil reyhan keluar meninggalkan pekarangan rumah megah itu menuju minimarket.


*****


Riyan terdiam, begitu juga dengan della,.."gue harus ngomong apa ya,canggung banget ini" batin della.


"Del" panggil riyan


"Iya kak" ucap della.


"Gue mau nanya tapi kalau lo ga mau jawab juga gapapa" ucap riyan


"Mau nanya apa kak.?" tanya della


"Lo kenapa bisa ada di sekitaran jalan gading waktu itu.?" tanya riyan menatap della.


Della terdiam,.."gue harus jawab apa nih, masa iya gue jawabnya di tinggal sama bos gila" della termenung memikirkan jawaban apa yang pantas.


"Del" panggil riyan lagi.


"Eh, iya kak" della tersentak


"Kalau lo ga bisa jawab gapapa juga, gue cuma penasaran aja, secara waktu itu lo sendirian cewek lagi" ucap riyan


"Anu.. Kak, jadi kemaren itu della ketinggalannya mobil rombongan kantor" ucap della tak tau mau menjawab apa lagi.


"Rombongan kantor.? Lo kerja.?" tanya riyan lagi.


"Iya kak, della udah kerja" ucap della lagi


"Terus gimana ceritanya lo bisa ketinggalan mobil.?" tanya riyan lagi.


"Kemaren itu mobil kantor lagi mogok kak, terus della ikutan keluar sama anak-anak yang lain, awal nya della cuma iseng aja jalan-jalan sekalian nunggu mobilnya di perbaiki tapi della mala kesasar di hutan" ucap della pelan takut riyan tau dia berbohong.


"Lo masuk ke dalam hutan.?" tanya riyan lagi


"Iya kak, della cuma mau liat-liat aja, eh tau nya della ga kesasar" ucap della.


"Lo kok ga hati-hati sih del, lo tau ga itu jalan sepi banget apa lagi kalau malam" ucap riyan.


"Della baru pertama kali ke sini kak ,jadi della ga tau" ucap della menunduk.


"Untung gue waktu itu lewat dari sana, kalau gue ga lewat gimana coba!" ucap riyan


Della teringat kejadian saat dia di kerja oleh tiga pemuda kemaren,della semakin tertunduk, benar kata riyan kalau seandainya riyan tidak lewat maka tidak tau nasib della sekarang bagaimana.


"Makasih ya kak udah nolongin della waktu itu, mungkin kalau ga ada kakak della ga tau gimana nasib della sekarang" ucap della pelan,mata nya kini mulai berkaca-kaca.


Riyan melirik della yang tertunduk,bahu della bergetar,sedetik kemudian terdengar suara isakan dari della.


"Del, lo gapapa.?" tanya riyan menyentuh bahu della.


Tangis della pecah, riyan panik,.."jangan nangis dong del, gue minta maaf ya! Gue ga ada maksud buat marahin lo" ucap riyan mengelus punggung della.


Della semakin menangis, bayangan tiga pemuda yang mengejarnya terus terlintas di kepala della, riyan menarik della kedalam pelukan nya.


Riyan terus mengelus punggung della,.."udah-udah gapapa, sekarang lo aman sama gue" ucap riyan mengeratkan pelukan terhadap della.


*****


Rizal melaju membelah jalanan mencoba mencari della di sekitaran tempat brian meninggalkan della,sepanjang jalan rizal terus melirik kiri dan kanan berharap menemukan della.


Tiba di persimpangan ujung rizal memutar kemudi mobilnya,melirik jam tangan sudah hampir pukul satu siang,.."della udah makan belum ya" pikir rizal.


Rizal menepi di salah satu minimarket,.."haus banget gue" batin rizal turun dari mobil memasuki minimarket.


Rizal melihat begitu banyak minuman di dalam lemari pendingin itu,suara bariton seseorang di belakang rizal membuat rizal menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Permisi mas,saya mau ambil minum di sebelah mas" ucap pemuda


'Oh iya silakan" ucap rizal.


Pemuda itu mengambil dua botol minuman, saat melangkah dia teringan dengan dua orang yang ada di rumah, pemuda itu mencoba menelfon, sambungan terputus.


"Halo" sapa pemuda itu


"Apaan" ucap pemuda di seberang sana


"Gue lagi di minimarket,lo mau nitip ga,sekalian tanyain della mau apa?" ucap pemuda itu ,ya dia adalah reyhan l.


Mendengar nama della rizal menoleh cepat ke arah reyhan,.."gue ga salah dengarkan ini" pikir rizal ,mencoba fokus dengan pendengarannya.


"Terserah lo aja deh" ucap riyan di seberang sana.


"Lo kayak cewek aja terserah-terserah,gue tutup ni" ucap reyhan memutuskan panggilan.


Rizal menatap reyhan dengan pandangan yang sulit di artikan, reyhan yang di tatap merasa sedikit risih.


"Ada apa ya mas.?" tanya reyhan


"Maaf sebelumnya, yang kamu telfon tadi siapa.?" tanya rizal


Reyhan sedikit merasa aneh akan pertanyaan lelaki di hadapan nya ini, seakan mengerti akan pikiran reyhan , rizal melanjutkan omongan nya.


"Saya lagi cari tunangan saya, nama nya della! Tadi saya dengar kamu nyebut nama della jadi saya sempat berpikir kalau itu tunangan saya" ucap rizal


Reyhan terdiam mendengar ucapan lelaki ini,.."apa bener ni cowok tunangan della yang di rumah" pikir reyhan


"Apa mas punya foto nya" ucap reyhan lagi.


"Ada" rizal mencari kontak della yang bernama 'queen" dan memperlihatkan kepada reyhan


Reyhan terkejut, memang benar itu adalah della yang sama,reyhan menatap rizal lagi.


"Iya mas, ini della yang ada di rumah saya" ucap reyhan.


Rizal bernapas lega, akhirnya dia bisa bertemu dengan della lagi, senyum rizal mengembang saat itu juga, tak bisa menutupi kebahagian nya.


Sekitar lima belas menit reyhan sudah berada di luar parkiran bersama rizal,.."mari mas ikut saya" ucap reyhan memasuki mobilnya.


"Oke" ucap rizal melangkah menuju mobil jazz itu.


Mereka melaju menuju kediaman riyan, hanya memakan waktu sekitar 10 menit saja mereka sudah sampai.


Rizal menatap rumah megah itu, berdecak kagum akan nuasa yang begitu indah.


"Masuk dulu mas" ucap reyhan mulai melangkah lebih dulu.rizal mengikuti langka reyhan.


"Duduk dulu mas, bentar ya saya panggil della sama saudara saya dulu" ucap reyhan.


"Nama kamu siapa.?" tanya rizal menghentikan langka reyhan


"Nama saya reyhan mas" ucap reyhan


Rizal tersenyum,.."nama saya rizal, umur kita ga beda jauh kayak nya, ngomong santai aja" ucap rizal.


"Hehehe, iya mas" ucap reyhan berjalan ke arah taman.


Reyhan mendekati riyan dan della,..."del" panggil reyhan


Keduanya menoleh ke arah reyhan,.."iya kak" ucap della.


"Ada tamu buat lo" ucap reyhan.


"Tamu.?" tanya riyan.


"Iya kata nya sih tunangan della" ucap reyhan.


"Apa.!!!! Tunangan.?" tanya della kaget.


"Kok lo kaget sih, lo ga amnesia kan.?" tanya reyhan lagi.


Della bingung, siapa yang di maksud reyhan tunangan nya,riyan menatap della dengan.."apa bener ni anak punya tunangan" pikir riyan.

__ADS_1


"Buruan itu orang nya ada di depan." ucap reyhan kembali masuk kedalam.


Della menatap punggung reyhan yang perlahan menghilang,.."lo punya tunangan.?" tanya riyan.


Della bingung,.."della ga punya kak" ucap della lagi.


"Kita liat dulu siapa yang datang" ucap riyan berjalan perlahan.Begitu juga dengan della.


"Minum dulu kak" ucap reyhan


"Makasih ya" balas rizal melirik sekeliling mencari della.


Reyhan yang peka kembali berucap,.."bentar ya kak , della sama saudara gue tadi lagi ngomong di taman samping rumah" ucap reyhan


"Ha itu dia orang nya" ucap reyhan menunjuk della dan riyan berjalan mengarah ke Mereka.


Rizal menoleh kebelakang mendapati della berjalan dengan tertatih-tatih, rizal spontan berdiri sedikit berlari ke arah della.


"Del, ini kenapa.?" tanya rizal meraih tangan della.


Della terkejut mendapati rizal di ruang tamu, ternyata yang mengatakan bahwa dia adalah tunangan nya pak rizal.


"Bapak kenapa bisa tau saya di sini.?" tanya della lagi.


Riyan melirik rizal tidak suka, reyhan memperhatikan mereka bertiga,.."bakalan ada cinta segitiga ni" pikirnya.


"Saya tanya kenapa kamu bisa kayak gini" ucap rizal lagi.


"Nanti saya cerita ya pak" ucap della lagi.


Riyan berjalan menuju sofa, melirik reyhan tajam, reyhan yang paham,..." ntar gue ceritain" ucap nya pelan.


Rizal duduk di samping della,.."gue makasih banget karna lo pada udah nolongin della" ucap rizal tidak berbicara formal seperti tadi.


"Santai aja kak, lagian yang nolongin della waktu itu saudara gue" ucap reyhan merangkul bahu riyan.


"Oiya, kenalin nama gue rizal, gue tunangan della" ucap rizal sukses membuat della hampir terkena serangan jantung.


Della menatap rizal dengan tatapan horor,.."ini kuping gue yang salah atau emang pak rizal yang lagi hilang ingatan" batin della.


Riyan hanya diam, dia terus menatap della seakan meminta jawaban pasti atas ucapan rizal barusan.


"Kalau gitu gue bakalan ganti semua yang kalian keluarin buat nolong della kemarin" ucap rizal.


"Ga usah" ucap riyan terus menatap della.


Rizal terkejut mendengar ucapan riyan,.."iya kak, kita juga nolongin nya ikhlas kok" ucap reyhan


"Gue jadi ga enak ni" ucap rizal tersenyum.


Riyan tiba-tiba bangkit dari duduk nya menuju kamarnya di lantai dua,.."mau kemana lo.?" tanya reyhan.


Riyan terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan reyhan,.." bentar ya kak" ucap reyhan mengejar riyan.


"Lo kenapa sih.?" tanya reyhan membantu riyan.


"Kagak ngapa-ngapa gue" ucap riyan datar.


"Cie cemburu ni yee." ucap reyhan


"Siapa juga yang cemburu" ucap riyan mengelak.


"Yakin lo.!" ucap reyhan lagi.


"Yakin seribu persen gue ma" ucap riyan lagi


"Nanti nyesal loh" ucap reyhan


"Kagak akan" ucap riyan


"Masa" ucap reyhan lagi


"Lo niat nolongin gue ga sih" ucap riyan kesal.


"Sensi amat sih lo,iya ini gue bantu juga" ucap reyhan

__ADS_1


****


__ADS_2