
Brian kembali menghampiri kediaman chintya, dia terus menatap rumah itu berharap chintya akan keluar.
Beberapa saat kemudian chintya keluar hendak pergi, brian dengan cepat menghampiri chintya.
"Chintya" panggil brian
Chintya memutar Tubuhnya menatap siapa yang telah memanggilnya,ternyata itu brian.
"Kamu mau kemana.?" tanya brian menatap chintya penuh cinta.
"Kamu kenapa bisa ada di sini.? " tanya chintya
"Salah kalau aku kesini.? Aku mau ketemu kamu lah" ucap brian tersenyum manis
"Salah!! Kita udah ga ada hubungan apa-apa lagi brian, aku harap kamu ngerti" ucap chintya.
"Aku salah apa sama kamu chin, kamu tiba-tiba bilang mau putus sama aku, tampa ada alasan yang jelas!" ucap brian
"Aku udah bosan sama kamu" ucap chintya
"Bohong!! Pasti karena laki-laki yang waktu itu kan!!" ucap brian
"Kalau iya emang kenapa!! Aku tuh ga bisa pacaran sama cowok temperamen kayak kamu brian, aku ga sanggup!!" ucap chintya
"Kamu pasti bohong!! Rasa cinta kamu sama aku ga pernah berubah kan, kamu kayak gini pasti di suruh sama lelaki brengs*k itu kan!!" ucap brian meninggikan suaranya.
"Ini dia brian!! Ini yang buat aku ga bisa sama kamu,kamu kasar!" ucap chintya membuka pintu mobilnya dan pergi meninggalkan brian.
"Chintya.!!..chintya!!.argh!!." brian mengusap wajahnya kasar.
"Gue ga akan tinggal diam chintya,gue pastiin lo bakal balik lagi sama gue" ucap brian dengan tangan yang terkepal kuat menahan emosi.
Brian meninggalkan rumah chintya.
"Aku ga tau kamu bakalan tetap cinta sama aku atau ga!setelah nanti kamu tau siapa aku sebenarnya brian" batin chintya.
Riri mencari keberadaan bunda hana, ternyata rizal sudah lebih dulu bertemu dengan bunda hana,mata riri menatap horor kearah rizal.
Rizal semakin heran akan tingkah riri yang berubah drastis tidak seperti biasanyan.
"Bunda" panggil riri mendekati mereka berdua.
"Iya sayang" ucap hana lembut
Riri menatap rizal tajam,rizal mengerutkan kening nya tidak paham maksud riri,.."lo kenapa liatin gue kayak gitu.?" tanya rizal
"Kalian berdua saling kenal.?" tanya hana
"Ga bun, riri ga kenal sama dia" ucap riri cepat
Rizal kaget mendengar ucapan riri,.."dia bilang ga kenal gue! Beres nih anak!" batin rizal
"Riri bercanda tante, kita kenal kok mungkin riri lagi amnesia sementara makanya lupa sama saya" ucap rizal tersenyum.
__ADS_1
"Riri ga boleh gitu ya nak, kalau kamu lagi marah jangan sampai bilang ga kenal" ucap hana mengingatkan riri
"Riri ga bohong bunda, riri ga kenal sama dia" ucap riri lagi
"Udah deh riri, lo kenapa sama gue.? Tadi lo bilang mau bantuin gue ,sekarang lo bersikap kayak ga kenal gue, mau lo apa sih.?" tanya rizal
"Gue emang ga Kenal ya sama kak rizal" ucap riri keceplosan.
Riri langsung menutup mulutnya saat sadar akan ucapanya, sedangkan rizal tersenyum penuh kemenangan.
"Ga kenal tapi tau nama nya, kamu gimana sih" ucap hana menggoda riri.
"Jadi tante, kedatangan saya kesini mau mencari anak yang bernama darlla" ucap rizal
bunda hana terkejut,dan menatap riri sedangkan yang di tatap menggeleng lemah, dengan raut wajah sedih.
"Ada perlu apa ya nak.?" tanya bunda hana.
Rizal melirik riri sebentar dan beralih menatap hana,.."saya ingin bertemu dengan anak nya tante, ada yang perlu saya omongin" ucap rizal.
Bunda hana menghela napasnya, riri memegang erat lengan baju bunda hana, seakan mengatakan tidak perlu memberitahu rizal.
Bunda hana mengelus tangan riri dan menatap rizal.
"Bagaimana kalau kita bicara di dalam saja." ucap hana mempersilakan rizal masuk
Rizal mengangguk setuju.
"Maaf sebelumnya,apa saya boleh tau nama nya nak.?" tanya bunda hana
"Nama saya Aprizal giovano tante" ucap rizal
Bunda hana tersenyum,.."jadi kedatangan nak rizal kemarin untuk bertemu dengan darlla,apa saya boleh tau apa yang nak rizal ingin katakan kepada darlla.?" tanya bunda hana
Riri kelihatan cemas takut bunda hana memberitahu Rizal tentang darlla, Rizal pun sempat terdiam.
Dia bingung harus mengatakan apa kepada hana.
"Begini tante, saya hanya ingin memastikan satu hal saja dan itu harus langsung bertemu dengan darlla" ucap rizal lagi.
Karena menurut info yang di dapat rizal, darlla adalah gadis yang terlibat kecelakaan yang merenggut nyawa wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.
"Maaf nak rizal, saya sebagai kepala pengurus panti, tidak bisa memberi izin kepada siapa pun untuk bertemu dengan anak-anak saya. terlebih lagi saya tidak tau tujuan nak rizal" ucap hana sopan.
Rizal tidak mengelak akan ucapan hana, memang benar adanya seperti itu terlebih lagi darlla adalah salah satu anak di panti ini.
"Apa tante tau kecelakaan yang melibat darlla Beberapa tahun lalu.?" tanya rizal tidak ingin menunda bertemu dengan darlla.
Wajah riri sudah pucat Pasih,kenapa rizal bertanya tentang kecelakaan itu,sedangkan hana mengangguk.
"Wanita yang saat itu menolong darlla, adalah wanita yang sangat berarti di hidup saya tante" ucap rizal tersenyum getir.
Riri tersentak kaget mendengar ucapan rizal,.."apa rizal anak nya tante kusuma".pikir riri
__ADS_1
"Kamu yakin ingin bertemu dengan darlla.?" tanya bunda hana
"Iya tante ,saya yakin!" ucap rizal mantap.
Bunda hana menatap riri dan tersenyum,berbanding balik dengan riri yang menggeleng tidak ingin mengajak rizal.
"Mari nak" ucap bunda hana mempersilakan rizal keluar terlebih dahulu.
"Bunda, ini ga benar kan.?" tanya riri dengan raut wajah pucat.
"Kita ga bisa kayak gini terus sayang, cepat atau lambat mereka pasti tau" ucap hana.
"Bunda tolong jangan! Riri mohon sama bunda" ucap riri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kamu percaya sama bunda!" ucap hana mengelus tangan riri.
Brian memasuki rumah dengan membanting pintu, membuat della yang tengah membersihkan piring di dapur terkejut.
Piring itu terlepas dari tangan della dan pecah, pecahan dari piring membuat kaki della terlukan.
Brian menatap della dengan tajam dan berjalan kearah della.
Brian mencekam wajah della sehingga della mendongak menatap wajah brian,Cengkraman brian pada wajah della begitu kuat membuat della meringis kesakitan.
Tangan kecil della mencoba melepaskan tangan brian dari wajah nya, kuku brian seakan menusuk kulit wajah della.
"Pak, tolong lepas" ucap della pelan,mata nya kini sudah mengeluarkan cairan bening akibat sakit yang di dapat.
"Lo bisa kerja ga!! Nyuci piring aja ga bisa" ucap brian terus menekan pipi della.
"Maaf pak, saya ga sengaja" ucap della lagi
"Maaf!! Lo selalu aja minta maaf tapi di ulang lagi!! Gitu terus!" ucap brian
Brian menghempaskan wajah della kuat mengakibatkan della terjatuh dan keningnya membentur ujung meja.
Della memegangi kepalanya yang mengeluarkan cairan,brian berlalu begitu saja tampa Memperdulikan della.
"Awh! Pala gue sakit" batin della.
Della menatap tangan nya yang penuh dengan darah, dia mencoba berdiri tetapi lagi-lagi dada nya merasakan sakit yang luar biasa,.."ah! Jangan sekarang dong, gue harus cari obat" batin della
Dia mencoba berdiri dengan pelan dan kaki kecil nya melangkah mencari obat,saat hendak masuk kedalam kamar nya,dia baru teringat kotak p3k ada di dalam kamar brian.
Kepala dan dada della semakin sakit, della tidak kuat lagi,.."gue harus beli obat" ucap della pelan.
Tangan nya terus menahan cairan merah itu untuk keluar,della melangkah dengan pelan membuka pintu hendak pergi membeli obat.
Saat pintu terbuka pandangan della buram.
"Bruk!!"
"Della" panggil dua orang lelaki yang hendak pergi keluar.
__ADS_1