Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
ketemu


__ADS_3

🍑🍑🍑


Rizal menatap della dengan tatapan bahagia, akhirnya dia menemukan della,.."kamu harus ceritakan semuanya sama saya" ucap rizal


"Bapak kenapa bisa di sini.?" tanya della


"Itu ga penting sekarang della, yang saya minta kamu cerita" ucap rizal


"Nanti saya akan ceritakan semuanya sama bapak, tapi kenapa bapak bilang kalau saya tunangan bapak.?" tanya della


"Kalau saya tidak bilang gitu, saya tidak akan menemukan kamu" ucap rizal menatap della.


"Pak rizal kok baik banget sih sama gue, beda banget sama pak brian, bentukan dajjal gitu, rasa pengen gue cakar-cakar tuh mukanya sampai mampus, pasti pak brian ga nyariin gue" batin della


"Della" panggil rizal.


"Iya pak" ucap della


Tangan rizal terulur menyentuh kening della, badan della sedikit panas,.."kamu demam" ucap rizal.


"Saya gapapa kok pak" ucap della..."aduh jantung gue cenat cenut ini,pak rizal dekat banget lagi" batin della


Muka della memerah seperti tomat,rizal semakin khawatir.


"Kalau gitu kamu iku saya pulang ya" ucap rizal


"Tapi pak, saya belum pamitan" ucap della


"Saya akan ngomong dengan reyhan" ucap rizal


"Ada apa kak" ucap reyhan berjalan ke arah sofa


"Gue mau pamit sama lo, gue juga mau bawa della ke rumah sakit, badan nya agak panas" ucap rizal.


"Cie yang di perhatiin ayang" ucap reyhan menggoda della.


"Gue izin pamit ya" ucap rizal


"Iya kak, hati-hati ya" ucap reyhan


"Bilangin makasih juga sama nyokap lo karna udah bantuin della" ucap rizal lagi


"Beres lah itu" ucap reyhan


Della menatap ke atas,dia kira riyan akan mengantarnya,.."kak makasih ya udah nolongin della, makasih juga untuk semua nya, bilangin tante sherly della pamit ya kak" ucap della

__ADS_1


"Iya, lo hati- hati ya, jangan lupa ngundang gue kalau lo nikah" ucap reyhan


Della tersenyum paksa, rizal membantu della menuju mobilnya,mobil rizal melaju meninggalkan pekarangan rumah megah itu.


Dari balkon riyan terus menatap mobil rizal melaju hingga hilang di persimpangan.


****


Della hanya diam menatap luar jendela, pikirannya tertuju kepada riyan,entah kenapa ada sedikit rasa tidak nyaman saat dia meninggalkan rumah megah itu.


"Della" panggil rizal


"Iya pak" ucap della


"Apa kamu baik-baik saja.?" tanya rizal


"Saya gapapa pak" ucap della


"Apa sekarang kamu mau cerita kenapa kamu bisa sampai di rumah reyhan.?" tanya rizal


Della terdiam sejenak, memikirkan kata yang tepat untuk menceritakan semuanya,.."kalau gue bilang semua nya, apa pak rizal bakalan percaya" batin della.


"Della" panggil rizal lagi


"Ehh.. Iya pak" ucap della bimbang akan mengantar yang sebenarnya.


Della memainkan jarinya, perlahan della mulai menceritakan semua kejadian mulai dari brian yang menurutkan dirinya di jalan sampai saat riyan menolong nya.


Rizal menepikan mobilnya, hampir tak percaya dengan ucapan della, bahkan della hampir saja merenggut nyawa akibat ulah brian.


"Apa kamu bilang.!!!" ucap rizal


Della mulai terisak saat bayangan tiga pemuda yang mengejarnya waktu itu bahkan della juga mengingat saat riyan terjatuh dari motornya hingga terhempas jauh.


Rizal mengepalkan tangan nya, kali ini brian sudah keterlaluan akan della, bisa-bisanya brian melakukan hal menakutkan seperti ini terhadap della.


Bahu della bergetar hebat, isakan itu mulai semakin terdengar, rizal meraih tangan della,.."sekarang kamu jangan takut lagi, saya di sini" ucap rizal ,mengelus bahu della.


Sekiranya della sudah tenang,rizal kembali melajukan mobil dengan perasaan panas di hati.


"Apa gue bawa ke rumah sakit aja ya, badan nya masih panas" pikir rizal.


"Della, kita ke rumah sakit dulu ya" ucap rizal


"Saya mau pulang aja pak" ucap della dengan pandangan kosong ke luar jendela.

__ADS_1


Rizal bingung harus bagiaman sekarang,.."saya akan antar kamu pulang" ucap rizal.


Della hanya diam, pikiran nya kini kacau,terlalu banyak bayangan-bayangan yang melintas di kepalanya.


****


Brian memutar kemudi mencoba mencari della di jalan yang sama,tetapi hasil nya sia-sia dia bahkan tidak melihat manusia lain selain dirinya di tempat itu.


Brian menepikan mobilnya, menatap sekeliling, helaan napas itu terdengar untuk kesekian kalinya dari mulut brian.


"Gue ga tau mau cari lo kemana lagi del" ucap brian menyadarkan kepalanya di stir mobil.


"Apa jangan-jangan della udah balik ke kost" pikir brian lagi.


Sekita brian memutar kemudi nya ke arah kost della, dia teringat belum memeriksa kost della, mobil hitam itu melaju dengan kecepatan penuh.


Sekitar hampir satu setengah jam brian sampai di depan kost della,brian melihat sekeliling kost.


Saat brian akan turun,tiba-tiba mobil brio merah memasuki pekarangan kost itu, brian mengamati siapa pengemudi.


Pengemudi itu turun dan berjalan memasuki kost,.."wajah nya kayak ga asing" batin brian.


Beberapa saat kemudian sebuah mobil jazz yang tak asing di mata brian melintas,brian terus memperhatikan mobil itu sampai pengemudi nya keluar.


Brian kaget ternyata dia benar, itu adalah mobil milik rizal, dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata rizal sudah menemukan della terlebih dulu.


Brian terus memperhatikan gerak gerik keduanya.


"Kamu pelan-pelan saja, saya akan antar kamu ke dalam" ucap rizal.


Della menolak,.."saya gapapa pak, saya bisa sendiri lagi pula ini kost khusus cewek pak, nanti kalau ada yang lihat bisa bahaya" ucap della


"Tapi kaki kamu luka" ucap rizal menatap kaki della yang penuh dengan luka.


"Saya udah gapapa kok pak,saya udah bisa jalan sendiri" ucap della lagi tak enak.


"Kalau gitu saya bakal lihat kamu dari sini sampai kamu masuk" ucap rizal final.


"Iya pak, terimakasih sudah membantu saya tadi, dan terimakasih karna sudah mengantar saya pulang" ucap della mulai melangkah.


Rizal tersenyum,terus memperhatikan della sampai della memasuki kost nya, sedangkan di seberang jalan brian menatap rizal dengan datar, ada sedikit rasa tidak enak di hati nya saat melihat rizal yang selalu terlihat dekat dengan della.


Brian melajukan mobil menuju apartemen Rizal, brian akan bertanya lebih lanjut di sana, dia sedikit lega della sudah di temukan tapi di sisi lain brian sangat tidak suka melihat interaksi della dengan rizal,,.."aarghh, gue kenapa sih ah" ucap brian memukul stir mobilnya.


Rizal memasuki mobil jazz itu dan melaju menuju apartemen miliknya,.."gue senang bisa ketemu sama lo lagi del" ucap rizal terus tersenyum.

__ADS_1


*******


__ADS_2