
happy reading..
Della membuka mata nya,dia mencoba menetralkan pandangan menatap langit-langit yang berwarna putih ini,tangan della merasakan hangat,ternyata itu ulah riyan yang menggenggam tangan nya.
"Kak" panggil della dengan lemah, tangan nya bergerak untuk menyuruh riyan bangun.
Riyan terbangun,.."della" ucap riyan dengan suara serak nya.
"Kakak kenapa tidur di sini.?"tanya della.
"Gue mau jagain lo,sekarang lo istirahat aja ya,atau lo mau makan" ucap riyan.
Della menggeleng lemah,dia tidak lapar sama sekali, yang ada di pikiran nya sekarang adalah pulang.dia takut brian akan marah nanti bila della tidak ada di rumah.
"Kak,aku mau pulang" ucap della hendak duduk.
Riyan buru-buru menahan della,.."ga! Lo ga boleh pulang, keadaan lo masih lemah" ucap riyan.
"Tapi aku harus pulang kak" ucap della tetap memaksa.
"Gue tau kenapa lo niat banget mau pulang! Apa karena suami lo,dia bukan suami yang baik buat lo del" ucap riyan.
Della tidak menyukai ucapan riyan,walau pun brian menyakiti della, tetap saja dia adalah suami della,.."kak, bagaimana pun dia tetap suami aku." ucap della lagi.
"Tapi dia selalu nyakitin lo della, jangan pikir gue ga tau, gue udah tau semua nya bahkan waktu gue ketemu sama lo waktu itu karena dia ninggalin lo kan!!" ucap riyan.
Della tersentak kaget,bagaimana riyan bisa tau tentang hal itu,.."kakak salah,aku emang ketinggalan mobil kantor waktu itu" ucap della.
"Gue udah dengar semua nya dari riri, lo ga perlu nutup-nutupin perlakuan busuk suami lo della, gue ga ngerti sama lo! Kenapa lo masih mau bertahan sama dia,dia udah nyakitin lo del" ucap riyan geram.
Pintu terbuka menampilkan reyhan dan rizal,mereka berdua menatap riyan dan della bergantian.
"Della" ucap rizal menghampiri della, begitu juga dengan reyhan.
__ADS_1
"Mana yang sakit, hm!" ucap rizal mengelus rambut della.
"Saya gapapa pak, saya mau pulang" ucap della.
"Kamu belum boleh pulang, badan kamu masih lemah." ucap rizal tersenyum.
Riyan memperhatikan perlakuan rizal dengan della bukan hanya sekedar teman saja,.."gue ga akan izinin lo pulang,sampai lo sembuh" ucap riyan berlalu meninggal kamar della.
"Yan!" panggil reyhan mengikuti langkah riyan keluar.
"Pak, tapi saya harus pulang," ucap della lagi.
"Saya akan bicara dengan brian nanti, sekarang kamu istirahat ya" ucap rizal seakan tau apa yang saat ini della pikirkan.
Riyan terus berjalan dengan cepat keluar dari ruangan della,reyhan mencoba mengejar riyan.
"Yan!" panggil reyhan, menarik tangan riyan.
"Apa!" jawab riyan emosi.
"Gue ga habis pikir sama della, dia masih mikir suami dia yang udah buat dia kayak gini rey" ucap riyan
"Dari mana lo bisa tau! lo belum dengar penjelasan dari della yan, lo ga bisa ambil keputusan gitu aja, tampa ada bukti" ucap reyhan.
"Lo lupa waktu riri cerita, dari situ harus nya lo udah tau, kalau suami della itu ga baik!!" ucap riyan.
"Yan! Ayo lah tolong ngertiin posisi della" ucap reyhan.
"Karena gue ngerti akan posisi della rey,gue ga mau dia semakin menderita kalau terus ada di samping suaminya." ucap riyan,melanjutkan langkah nya keluar dari rumah sakit.
"Yan!!" panggil reyhan,tetapi riyan terus melangkah menjauh.
Reyhan menatap punggung riyan yang perlahan hilang,.."gue cuma ga mau lihat lo kayak dulu lagi yan, gue ga sanggup kalau lo harus jatuh terpuruk lagi" batin reyhan.
__ADS_1
Hana terbangun,dia mencoba menenangkan dirinya,.."riri" panggil hana saat melihat riri yang berjalan kesana kemari.
"Iya bunda" ucap riri menghampiri hana.
"Bunda mau ketemu della" ucap hana.
"Tapi keadaan bunda masih lemah,gimana kalau besok aja" tawar riri, sebenarnya riri juga ingin bertemu dengan della tapi mengingat keadaan hana, dia mengurungkan niat nya.
"Bunda gapapa riri, tolong bawa bunda bertemu dengan della" ucap hana memohon.
Riri akhirnya menyetujui ucap hana,.."baik bunda" ucap riri.sekitar hampir 15 menit bersiap-siap akhirnya riri dan hana menuju bandung untuk bertemu dengan della.
Riri sesekali melirik hana, dia ingin memberi tahu hana tentang della yang ada di rumah sakit,..'gimana cara nya gue kasih tau bunda tentan della, gue ga mau bunda semakin terpuruk" batin riri.
Riri kembali memfokuskan pandangan nya kearah jalan, dia akan mencoba berbicara nanti sebelum mereka sampai di rumah sakit.
Brian tiba di depan apartemen rizal, dia masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu, ruangan itu tampak sunyi,tidak ada tanda-tanda rizal di sana.sedetik kemudian brian sadar kalau rizal sudah tidak tinggal lagi di apartemen ini.
"Sial,gue ga akan biarin lo bawa della jauh dari gue, gue bakalan tetap nemuin lo gimana pun cara nya"ucap bria mengepalkan tangannya.
Tangan nya mulai menghubungi rizal, sambungan terhubung tetapi tidak di angkat oleh rizal,brian terus mencoba hingga 10 kali, tetapi hasil nya tetap sama.
"ARGH" brian berteriak membanting pas bunga yang ada di atas meja.
"Lo ga akan pernah bisa lari dari gue della" ucap brian,menghancurkan semua benda yang ada di apartemen itu.
Riyan menuju apartemen miliknya,dia akan ingin menemui suami della, dia penasaran akan suami della, bagaimana bisa seorang suami tega menyakiti istrinya.
Saat riyan sampai tampa basa basi dia terus mengendor pintu brian, tetapi seakan tidak ada Orang di rumah.riyan terus mengetuk pintu itu.
"ARGH!!!" riyan memukul pintu, dia sangat kesal sekarang, tidak mendapati orang yang sedang di cari nya.
Shila menatap keluar rumah,hari ini langit begitu mendung,sedari tadi perasaan nya tidak enak sama sekali, seakan ada yang mengganjal di hati nya. Dia terus mengelus dada nya.
__ADS_1
"Besok genap 9 tahun atas kepergian kamu kusuma, aku begitu sangat merindukan kamu, bahkan aku juga merindukan darlla" batin Shila.
Perlahan air mata Shila jatuh membasahi pipi nya,dia begitu merasa sangat bersalah kepada kusuma saat itu, andai saja waktu itu Shila tidak mengajak kusuma untuk berkunjung ke sana pasti sekarang kusuma masih ada.