Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
pertemuan chintya dengan riyan


__ADS_3

Chintya menatap layar ponsel nya kenapa riyan tadi mau mengangkat telefon dari dirinya.


"gue harus ke sana,gue yakin kalau brian cuma lagi kebetulan ada di sana" batin chintya.


Chintya meraih kunci mobil dan tas nya untuk mencoba datang lagi ke apartemen milik riyan.


Reyhan melaju dengan kecepatan sedang,dia terus melirik riyan yang tidak bersuara semenjak tadi,.


"lo kemana semalam.?"tanya reyhan,kembali fokus ke jalan.


"Dari apartemen."ucap riyan.


"Ngapain.?"


"Cari suami della."


Reyhan sontak kaget,.."ngapain lo cari suami della.?"tanya reyhan.


"Gue cuma pengen lihat orang nya,ga lebih dari itu."ucap riyan terus menatap keluar jendela.


"Terus lo ketemu sama dia.?" tanya reyhan.


Riyan menggeleng,.."gue ga ketemu sama dia,apartemen nya kosong."ucap riyan.


Reyhan bernapas lega,.."nanti kita coba liat,kalau misalnya dia ada di apartemen kita coba omongin baik-baik."ucap reyhan.


"Ga!Gue ga ada kasih tau dia soal della." ucap riyan cepat.


"Tapi yan,dia suami della."ucap reyhan.


"Tapi dia juga yang udah buat della kayak gini rey,Gue ga akan biarin lo kasih tau dia tentang della."ucap riyan menatap reyhan.


"Oke-oke,gue ga akan kasih tau."balas reyhan.Reyhan memilih mengalah saja, dari pada riyan semakin di landa emosi.


Riyan kembali fokus melihat jalanan,tidak ada lagi yang berbicara,hanya suami bising kendaraan yang lewat dan klakson mobil yang terdengar.


Rizal melangkah masuk ke dalam apartemen nya,dia terkejut mendapati ruangan itu begitu sangat berantakan,banyak pecahan kaca di mana-mana.rizal berpikir apakah ada maling,tetap apartemen ini tergolong mewah,tidak mungkin sampai ada maling yang masuk.


Rizal melangkah pelan ke arah kamar,tangan nya dengan pelan membuka pintu,rizal mengintip kedalam.dia menatap brian terbaring di sana dengan tangan yang penuh dengan darah.rizal ingin memukul brian rasa nya tetapi dia urung kan.saat dia akan berbalik jalan keluar tiba-tiba brian bersuara.


"Della di mana.?"tanya brian masih dengan posisi tertidur di atas kasur.ternyata brian sudah bangun dari tadi dan mendapati rizal datang.


Rizal berbalik menatap brian,.."maksud lo.?"tanya rizal balik.Brian terkekeh mendengar pertanyaan rizal.


"lo kira gue ga tau,pasti lo kan yang udah bawa della."ucap brian,duduk dan menatap rizal.


"Gue ga ngerti maksud lo apa."ucap rizal.


"Ga usah pura-pura begok,Gue tau lo kan yang udah nyembunyiin della dari gue."ucap brian dengan nada tinggi.


"Gue ga tau lo ngomong apa,gue ga ada ketemu della."ucap rizal berbohong.


"Lo mau bohongin gue.!"balas brian berdiri dan berjalan kearah rizal.


"Gue emang ga ketemu della."rizal terus mencoba menyakinkan brian.


Brian mendorong pintu kamar itu hingga rizal mundur beberapa langkah.


"gue tanya sekali lagi,della di mana.?"tanya brian menatap rizal.


"Gue ga tau!!"ucap rizal lagi.


"Lo mau main-main sama gue ha.!!"ucap brian,menarik kerah baju rizal.

__ADS_1


Rizal menghempaskan tangan brian,"gue bilang gue ga tau,ya ga tau.!"ucap rizal tidak kalah tinggi nya dari brian.


Brian tertawa dan langsung memukul wajah rizal hingga rizal terhempas ke meja.


"gue tau lo bohong.!"ucap brian,memukul perut rizal.Rizal merasakan sakit yang luar biasa,dia terbatuk-batuk.


"gue beneran ga tau della di mana."ucap rizal mendorong brian agar menjauh dari dirinya.


"Zal,Mau sampai kapan lo terus belain della ha.!Lo ga ingat karena dia mama meninggal."ucap brian.


"Lo salah,ini semua bukan karena della,selama ini lo udah salah sangka."ucap rizal menatap brian sinis.


"Lo bela aja terus,bela.!Gue ga tau itu cewek udah nyuci otak lo sampai mana."ucap brian.


"Gue ga bela dia,memang itu kenyataan nya angga.!"


"Bacot.!"


brian kembali menerjang rizal dan memukul rizal,rizal tidak tinggal diam,dia juga membalas pukulan brian. Rizal memukul wajah brian dengan sekuat tenaga,brian terhuyung kebelakang dan jatuh.


"gue peringatin sama lo,gue ga akan pernah biarin lo nyakitin della lagi,paham lo.!"ucap rizal pergi meninggalkan brian yang tergeletak di lantai.


"Lo bahkan bela dia mati-matian zal,apa kepergian mama sesuatu hal yang bisa lo anggap sepele."batin brian.


Hana terus mengelus lengan della,dia bingung harus berkata apa kepada della mengenai brian.


"Bunda."panggil della pelan.


"Iya sayang."jawab hana.


"Kenapa bunda ada di sini.?"tanya della menatap hana.


"Bunda pengen ketemu sama kamu,bunda kangen banget sama kamu maka nya bunda kesini."


"Gapapa sayang,bunda ngerti kok,yang penting sekarang kamu harus sembuh."balas hana tersenyum.


Pintu kamar sena terbuka,Shila langsung berlari kearah sena dan menatap perban yang ada di kepala della.


"Kamu kenapa sayang.?"tanya Shila mengelus bahu della.


"Della gapapa tante,della tadi cuma ga hati-hati waktu beres-beres rumah."ucap della sambil tersenyum.


"Gue tau lo bohong della."batin riri.


"Terus brian kemana.?"tanya Shila menatap sena.


"Seperti nya pak brian masih ada di kantor tante."ucap della.


"Pak.?"tanya Shila,takut di salah dengar dengan ucapan sena barusan.


"Maksud della itu mas tante,iya mas."jawab della gelagapan.


"Apa kamu sudah mengabari brian,kalau belum tante akan telfon sekarang."ucap Shila mengambil ponselnya dari dalam tas.


Sontak riri meraih ponsel milik Shila dengan cepat,Shila mengerutkan kening nya heran melihat kelakuan riri.


"Ada apa sayang.?"tanya Shila beralih menatap riri.


"Tadi della udah ngabarin brian ma,jadi mama ga perlu telfon lagi."jawab riri.


"Kita perlu bicara Shila."ucap hana tiba-tiba.


"Ada apa han.?"tanya Shila.

__ADS_1


"Apa bisa kita bicara berdua saja."ucap hana.Shila mengangguk setuju.


"Bunda keluar bentar sama tante Shila ya sayang,kamu sama riri dulu ya,riri bunda titip della ya."sambung hana berjalan keluar di ikuti Shila di belakang.


Saat mereka keluar dari kamar della dengan cepat hana berucap kepada Shila.


"Apa kamu tau kalau brian adalah putra kusuma.?"tanya hana,menatap Shila.


"Aku tau hana."jawab Shila.


"Kenapa kamu ga kasih tau aku Shila.?"Ucap hana.


hana menatap Shila tidak percaya dengan ucapan Shila barusan,kenapa Shila tidak berbicara terlebih dahulu kepada dirinya,kenapa mereka membiarkan brian menikahi della.


"Apa brian berbuat sesuatu kepada della.?"tanya Shila balik.


"Apa kamu masih mengingat kejadian Beberapa tahun yang lalu saat brian datang dan memukul kamar darlla.?"tanya hana,Shila mengangguk pelan.


"Dan apa kamu tau,saat itu brian berkata kalau dia akan membalas semua perbuatan darlla terhadap mama nya."


Shila terdiam,kakinya melemah,dia mengerti sekarang arah pembicaraan ini.


"Apa brian mengira della adalah darlla.?tanya Shila ragu.hana mengangguk pelan.


"Maaf kan aku hana,Karena aku pikir brian akan berubah,dia juga begitu terlihat sangat mencintai della."ucap Shila ikut menangis.


"Dia hanya ingin balas dendam kepada della,dan aku tidak akan membiarkan brian melakukan lebih dari ini,aku akan membawa della kembali ke jakarta dan menyuruh della untuk menggugat cerai brian."


Hana terduduk,dia tidak percaya pada semua yang terjadi hari ini,dia benar-benar tidak menyangka brian masih menaruh dendam terhadap darlla.


Setelah menempuh waktu sekitar setengah jam akhirnya reyhan dan riyan sampai di apartemen,mereka berdua sama-sama melihat pintu milik brian.


Saat tangan riyan hendak menekan bel,suara wanita mengejutkan mereka berdua,mereka berdua menoleh ke samping dan mendapati chintya dia sana.


"Riyan,aku kangen banget sama kamu."ucap chintya senang dan berlari kearah riyan.


"Mau ngapain lo di sini.?"tanya reyhan menatap chintya tajam,dan menarik riyan agak bersembunyi di balik tubuhnya.


"Gue ga ada urusan sama lo,gue ke sini mau ketemu sama riyan."balas chintya.


"Dan gue ga akan biarin itu terjadi,mending lo pulang sekarang.!"


"Biarin gue bicara dulu sama riyan,riyan kamu mau kan ngomong sama aku sebentar aja."ucap chintya melihat riyan.


"Gue bilang ga.!"kini reyhan sudah kehilangan kesabaran nya melihat chintya.


"Riyan,tolong satu kali ini aja kamu mau bicara sama aku,aku mohon.!"ucap chintya memohon.


Riyan hanya diam saja,dia benar-benar tidak mengira chintya akan datang ke sini untuk menemui dirinya.


"Riyan."panggil chintya lagi.tetapi respon riyan tetap sama,dia hanya diam saja.


"Gue ga tau kenapa lo sampai senekat ini,tapi gue harap lo ngerti kalau sesuatu yang udah lo rusak ga akan pernah bisa balik seperti semula."ucap reyhan.


"Gue tau,gue cuma mau memperbaiki semua nya rey."balas chintya.


"Lo terlambat."jawab reyhan.


Chintya menangis,dia memang sangat bersalah kepada riyan dulu,dia juga terpaksa melakukan itu agar brian menjauh dari dirinya.


"Aku minta maaf riyan."ucap chintya terduduk di lantai.


"Chintya."ucap seorang lelaki yang berada di depan pintu lift.

__ADS_1


__ADS_2