
Pagi begitu cepat menyapa della, della tengah bersiap menyiapkan sarapan untuk brian.
Della tau brian tidak akan sarapan tetapi dia hanya ingin menjadi istri yang baik buat brian.
Setelah berkutat di dapur selama dua puluh menit della sudah selesai masak, dan menata makanan di meja.
Della membuka jendela yang mengarah langsung ke balkon.
Menatap balkon yang di sebelah, della tidak pernah melihat siapa yang tinggal di sebelah mereka.
Riyan sudah rapi dengan baju santai nya dan berniat pergi.
"Mau kemana lo.?" tanya reyhan
"Balik ke apartemen" ucap Riyan
"Tumben!" ucap reyhan
"Pengen aja, udah lama ga balik" ucap riyan
"Mau gue antar.?" tanya reyhan
"Kagak, gue pinjam mobil" ucap riyan
"Oke, hati-hati, jangan ngebut lo" ucap reyhan setengah berteriak
Riyan hanya mengangkat jempolnya.
Riyan melaju dengan kecepatan sedang menuju apartemen nya.
Riri sudah hampir dua minggu tidak pergi berkerja, dia bahkan mengurung diri di kamar.
Dia begitu merindukan della saat ini tapi dia tidak punya keberanian untuk menemui della.
Riri melirik ponselnya, dia ingin menelfon della ,sekedar mendengar suara sahabat kecilnya itu.
Tetapi urung kembali, takut della semakin marah kepadanya.
Della berjalan pelan menuruni anak tangga untuk membuang sampah.
Sedangkan Lelaki dengan pakaian santai itu berlari menaiki anak tangga tanpa melihat ke depan.
"Bruk!!
Della terjatuh, untung saja lelaki itu menarik tangan della sehingga della tidak terjatuh ke bawah.
"Mbak gapapa.?" tanya lelaki itu
Della seakan mengenal suara ini, della mendongak mendapati riyan di depannya.
"Della!" ucap riyan
__ADS_1
"Kak riyan" ucap della
Della buru-buru berdiri dan melepaskan tangannya dari riyan.
Riyan Menatap della dari atas sampai ke bawah, della terlihat lebih kurus sekarang.
"Lo ngapain di sini.?" tanya riyan
Della bingung harus menjawab apa, tiba-tiba dia teringat brian.
Della langsung berlari ke arah apartemen brian.
Riyan mengikuti della dan menatap pintu itu tertutup.
"Lo tinggal di sini juga del" batin riyan
Ternyata apartemen brian dan riyan bersebelahan.
Riyan masuk dengan langka pelan, dan merebahkan tubuh nya di atas sofa.
Riyan memejamkan matanya,kenapa dia harus bertemu dengan della dengan keadaan seperti ini.
Della buru-buru berlari ka arah dapur dan benar saja brian sudah di sana berdiri dengan tangan di lipat didada.
"Habis dari mana lo.?" tanya brian
Della menunduk,.."buang sampah ke bawa" ucap della pelan.
"Maaf" ucap della pelan
"Maaf-maaf, itu terus yang lo tau, gue ga mau liat semua ini, buang!!" ucap brian tampa perasaan.
"Di buang?" ucap della lagi
"Tuli lo ha! Gue bilang buang ya buang!" ucap brian memukul meja
Della terperanjat kaget,perlahan kaki kecil nya melangkah ke meja dan mulai membereskan semuanya.
Brian kembali memasuki kamar nya.
Della menghela napas untuk yang kesekian kali nya, dia ingin menyerah saja rasa nya.
Tetapi dia tidak ingin keluarga yang sudah membesarkan nya hancur karena keegoisan dirinya.
"Lo kuat della, lo kuat" ucap della menyemangati dirinya.
Ponsel brian berbunyi,brian kaget melihat postingan wanita yang selama ini menghilang dari hidupnya tiba-tiba sudah ada di bandung.
"Chintya" ucap brian tersenyum senang.
Gadis itu berjalan pelan menuju salah satu cafe yang begitu di minati oleh kalangan remaja.
__ADS_1
Saat masuk ke dalam cafe, dia mencari keberadaan seseorang yang sangat dia rindukan.
Semua mata tertuju kepada gadis yang memakai mini dress sepaha dengan Hells berwarna merah terang.
Reyhan tidak sengaja menatap gadis itu, gadis itu juga menatap reyhan.
Terukir senyum di sudut bibir gadis itu berbaring di balik dengan reyhan yang sudah geram.
"Mau apa lo ke sini?" ucap reyhan tidak suka basa basi terutama dengan wanita ular ini.
"Owh, galak banget sih lo, gue takut tau" ucap gadis itu dengan manja dan duduk di salah satu bangku.
"Mending sekarang lo pulang, sebelum gue berbuat kasar sama lo" ucap reyhan
"Lo yakin sama omongan lo!! Di sini banyak pengunjung, lo ga tau cafe ini bakalan tercoreng" ucap gadis itu lagi.
'Gue ga perduli, sekarang lo pergi dari sin!! Pergi gue bilang!!" ucap reyhan semakin emosi melihat gadis ini.
"Oke, gue bakalan pergi tapi dengan satu syarat" ucap gadis itu tersenyum
Reyhan sama sekali tidak tertarik dengan omongan gadis ular ini.
"Lo harus temuin gue sama riyan" ucap gadis itu.
"Gue bisa aja mukul lo di sini, jangan buat gue kehilangan kesabaran chintya!!!" ucap reyhan
Gadis itu tertawa, ya di adalah chintya grisella anatasya.
"Oke-oke , tapi gue bakal balik lagi besok! Titip salam sama pacar gue" ucap chintya meninggalkan cafe itu.
Reyhan mengacak-acak rambut nya frustasi.
Reyhan meraih ponselnya dan menghubungi riyan
"Halo" sapa riyan
"Besok lo ga usah ke sini, gue mau lo di rumah aja" ucap reyhan
"Kenapa??" tanya riyan bingung.
"Gue besok ada perlu jadi cafe ga akan buka" ucap reyhan berbohong.
"Kemana?" tanya riyan lagi
"Ke rumah bokap" ucap reyhan pelan.
Riyan terdiam,apa benar reyhan akan pulang,.."oke" ucap riyan.
Reyhan memutuskan panggilan dan memukul kepalanya.
"Kok gue bodoh banget sih, pasti dia curiga nih, aduh ! Kenapa gue bilang pulang lagi" ucap reyhan semakin frustasi
__ADS_1