
🍑🍑🍑
Saat ini della sudah siap dengan gaun cantiknya, gaun berwarna merah maroon,selutut, bagian bahu sedikit terbuka dan rambut yang sedikit bergelombang membuat della tampak cantik malam ini.
Malam ini dia akan pergi kencan buta mengantikan riri, della terus menatap dirinya di depan cermin.
"Lo cantik kok" ucap riri menghampiri della yang tegah berdiri di depan kaca.
"Gue ga pede ri" ucap della lagi
"Kok gitu,biasa nya juga lo kalau gantiin gue pakai baju segini juga" ucap riri
"Bukan gitu maksud gue, ini bahu nya gapapa kelihatan gini" ucap della
"Kagak!!! bagus kok pas di badan lo " ucap riri mengangkat dua jempolnya
"Tapi gue kurang pede ri" della menyentuh bahunya yang sedikit Terbuka.
"Gapapa kali dell, lo cantik banget.sekarang lo pakai ni tas kita berangkat" ucap riri meraih tas hitamnya dan memberikan kepada della.
Riri melajukan mobil merah itu menuju cafe mawar.
"Del pokok nya lo harus buat tuh cowok ga suka sama lo" ucap riri
"Iya gue tau" ucap della menatap keluar jendela.
Selang beberapa saat mobil riri memasuki area cafe.
"Lo masuk sana, gue tunggu di sini" ucap riri
"Ini meja udah di reservasi belum.?" tanya della
"Udah atas nama angga, buruan masuk" ucap riri
Della memasuki cafe sekaligus resto itu berjalan pelan memperhatikan setiap meja.sala satu karyawan cafe itu melihat della yang seperti orang kebingungan.
"Ada yang bisa di bantu mbak.?" tanya karyawan itu.
"Saya sudah reservasi atas nama angga mbak" ucap della
"Oh pak angga mbak, silakan mbak sebelah sini" ucap karyawan
Della mengikuti langka karyawan wanita itu,.."kok gue jadi deg-degan gini sih" batin della.
"Silakan mbak" ucap karyawan itu.
"Terima kasih ya mbak" ucap della.
Della berjalan ke arah meja, di melihat seorang lelaki yang Tengah duduk membelakangi della,.."kelihatan ganteng ni cowok" pikir della.
"Permisi dengan angga.?" ucap della berjalan ke arah depan meja.
Della terkejut bukan main,jantung nya berdebar lebih cepat, bahkan kaki della melemas seketika, hampir saja della jatuh.
__ADS_1
Della menatap tak percaya dengan apa yang di lihat di hadapannya ini.
"Pak brian" ucap della pelan.
Brian juga kaget ternyata yang datang bukan riri melainkan della,brian mencoba tetap tenang.wajahnya kembali datar.
"Duduk" ucap brian.
Della terdiam, dia takut melihat brian.
"Duduk!!!" ucap brian lagi.
Della duduk sambil menunduk tak berani menatap brian,.."dosa apa gue bisa ketemu sama pak brian" batin della.
"setelah berhenti dari kantor saya,sekarang kamu kerja jadi wanita bayaran" ucap brian dingin dengan sorot mata yang tajam.
Della terus menunduk, tangan nya kini sudah sedingin es bahkan wajah della pucat pasi.
"Jawab.!!" ucap brian.
Della terkejut mendengar bentakan brian,.."maaf pak, saya cuma menggantikan teman saya, saya bukan bekerja jadi wanita bayaran seperti yang bapak bilang" ucap della pelan
entak keberanian dari mana della bisa berbicara seperti itu kepada brian.
"Di bayar berapa kamu sama dia.?" ucap brian
"Maaf pak, saya tidak mengerti maksud bapak" ucap della tanpa mau menatap brian.
Della hanya diam tidak tau harus menjawab apa.sedangkan brian tertawa sinis melihat della.
"Harga diri kamu cuma sebesar ini.! Saya kira harga diri kamu tinggi! Saya bahkan bisa membeli harga diri kamu sepuluh kali lipat dari Ini!!" ucap brian dingin.
Della mendongak menatap brian,dia benar-benar tidak suka dengan ucapan Brian barusan seakan dia adalah wanita murahan, della berdiri dan..
"Plak..."
Suara tamparan itu menggema di dalam cafe saking kuatnya,bahkan wajah brian terhempas ke samping.
"Saya memang orang miskin tapi anda tidak berhak mengatai saya seperti itu. Ucap della pergi meninggalkan brian
Brian menatap della tajam, brian tersenyum smirk menatap kepergian della.
"Kali ini lo ga akan bisa lepas dari gue" ucap brian dengan tangan yang mengepal.
******
Rizal terus menatap layar ponselnya terdapat foto della, sebagai wallpaper ponselnya.
"Gue bakalan lindungi lo dari brian semampu gue del" ucap rizal mengusap layar ponsel itu.
Perlahan mata rizal mulai di serang ngantuk, rizal di jemput alam bawa sadarnya.
Rizal menatap brian yang terus menangis di depan pintu IGD, bahkan rizal dapat melihat dirinya di samping brian ikut menangis.
__ADS_1
"Gue di mana ni, itu bukan nya gue sama brian" ucap rizal menatap kedua anak laki-laki dengan seragam SMA.
Rizal mendapati elang datang dengan tergesa-gesa, di ikuti oleh seorang lelaki paruh baya.
"Papa di sini brian" ucap elang memeluk brian
"Kamu gapapa kan nak.?" tanya lelaki paruh baya yang datang bersama elang itu kepada rizal.Rizal mengangguk terus menangis.
Brian terisak semakin mengeratkan pelukan nya kepada elang,.
"Mama pa" ucap brian semakin terisak
"Mama bakalan baik-baik aja sayang" ucap elang mengelus punggung brian.
Pintu terbuka, dokter dengan nametag sherly itu keluar menghampiri elang.
"Bagaimana dengan istri saya dokter.?" ucap elang
Dokter itu menggeleng lemah,.."maaf pak,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi pasien kehilangan banyak darah dan terjadi penggumpalan darah di bagian otak belakang pasien pak" ucap dokter itu menatap brian.
Elang tertunduk lemah mendengar ucapan dokter itu, perlahan elang berjalan memasuki kamar istrinya untuk melihat wajah wanita yang sangat di cintai nya.
Brian semakin menangis sejadi-jadinya, dunia brian seakan hancur, hati nya Sakit melihat mamanya kini terbaring tak beryawa.
"ARGH...." Brian berteriak bak kesetanan, seakan tidak terima dengan Semuanya.
Sedangkan rizal terduduk lemah di lantai,bagaimana tidak wanita yang di anggap sebagai mamanya itu kini sudah menghadap tuhan.
Rizal mencoba meraih tangan wanita itu,.."tante bangun, rizal masih butuh tante" ucap rizal mengelus pelan tangan wanita yang sudah sedingin es itu.
"Ini bukan mama, ini bukan mama pa!!!! Ucap brian histeris
"Brian tenang ya nak" ucap lelaki paruh baya itu mencoba menenangkan brian
"Ga, jangan sentuh gue ,ini bukan mama gue" ucap brian berlari keluar kamar.
Brian terdiam, tangannya terkepal kuat,rahangnya mengeras bahkan sorot matanya tajam.
Brian berjalan melewati pintu demi pintu menuju ruangan pasien yang telah membuat mama nya mengalami kecelakaan.
Brian menatap seorang gadis yang tengah terbaring Lemah di brankar dengan tatapan seperti ingin membunuh.
"Gue bersumpah bakalan buat lo menderita bahkan lo ga akan pernah ngerasain yang namanya ketenangan" ucap brian memukul pintu kamar itu dengan kuat.
"Tante bangun!! rizal masih butuh tante bangun tan,...tante!! ucap brian berteriak terbangun dari tidurnya.
Host... Host...Rizal memegang dada nya yang terasa sakit, napas nya kini tidak beraturan.
"Tante rizal kangen" ucap rizal lirih terus memegang dadanya.
Rizal berjalan perlahan menuju kamar mandi,dia akan mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
*****
__ADS_1