Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
pulang


__ADS_3

🍑🍑🍑


Tok..tok..


Della membuka pintu dengan mendorong mengunakan punggung nya,sebab tangan nya sakit terkena air panas.


"Permisi pak" ucap della menaruh teh madu itu.


Beruntung saat ini posisi brian memunggungi della, della sedikit lega karna brian tidak bersuara bahkan tidak menatap della.


"Kalau begitu saya pamit pak" ucap della hendak keluar.


"Kamu kenapa tidak masuk kantor semalam.?" tanya brian tanpa melihat della.


Della bingung harus menjawab apa,.."ini gue jawab apa, kan kemaren dia yang ninggalin gue di jalan" pikir della.


"Jawab.!!" brian meninggikan nada bicaranya.


Della terkejut hampir saja nampan di tangan della terjatuh,.."maaf pak, semalam saya tidak enak badan" ucap della menunduk takut.


"Kamu kira saya percaya dengan alasan kamu" ucap brian memutar kursi menatap della tajam.


"Maaf pak, tapi saya benar-benar tidak enak badan" ucap della dengan sangat pelan.


Brian berdiri berjalan mendekati della, della semakin mengeratkan pegangan pada nampan.


"Kamu mungkin bisa membodohi orang lain tapi tidak dengan saya" ucap brian berdiri tepat di depan della.


Tangan della bergetar bahkan sekarang keringat mulai membasahi keningnya,.."maaf pak, saya salah" ucap della tak mau membuat brian bertambah marah.


"Saya tidak mau melihat kamu lagi di kantor saya, hari ini kamu serahkan surat pengunduran diri kamu!!" ucap brian.


Della mendongak menatap brian sekilas lalu kembali menunduk,.."maksud bapak.?" tanya della.


"Kamu tidak mengerti ucapan saya della.!!" brian memutar tubuhnya membelakangi della.


"Saya minta maaf pak, tapi saya benar-benar tidak enak badan semalam, saya janji tidak akan mengulangi nya lagi pak" ucap della dengan mata berkaca-kaca.


Brian melempar teh bunga yang baru saja della buat ke lantai, della terkejut bukan main.


"Saya sudah bilang kan, saya tidak mau melihat kamu di kantor saya lagi" ucap brian penuh penekanan.


Air mata yang sedari tadi di tahan nya kini jatuh tanpa berpamitan, della menangis,.."maaf pak, kalau begitu saya permisi" ucap della dengan nada bergetar.


Della keluar dengan langkah pelan, bahu nya bergetar sangat hebat bahkan nampan itu sudah hampir terjatuh untuk yang kedua kalinya.


"Ini belum selesai della, penderitaan lo akan terus bertambah" ucap brian menatap pintu dengan tajam.


Della terus menangis,dia bingung harus apa dan bagaimana cara mengatakan kepada tante Shila nanti nya.

__ADS_1


Bahkan kopi milik rizal belum della berikan, della terus menangis di mejanya.


*****


Sherly menaiki anak tangan menuju kamar putranya,tok...tok...


"Abang" panggil sherly terus mengetuk pintu kamar riyan


"Iya bunda sebentar" ucap riyan membuka pintu,..."ada apa bun.?" tanya riyan


"Della mana.?" tanya sherly tak mendapati della di Kamarnya.


"Della udah pulang bunda" ucap riyan mempersilakan sherly masuk.


"Pulang gimana.?" tanya sherly


"Kemaren della di jemput sama tunangan nya bunda" ucap reyhan muncul dari belakang sherly.


Reyhan hendak turun tapi urung ketika melihat sherly sedang berbicara dengan riyan perihal della, reyhan tau riyan tidak baik-baik saja sekarang.


"Tunangan.?" tanya sherly heran.


"Iya bunda, ternyata della udah punya tunangan mala ganteng lagi, ya ga yan" ucap reyhan.


Riyan hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan reyhan,..."gantengan juga gue" batin riyan.


"Kok kalian ga ada yang ngasih tau bunda kalau della pulang" ucap sherly


"Terus kalian ada yang punya nomor della.?" tanya sherly lagi


Reyhan mengeleng, sherly menatap riyan meminta jawaban dari putranya itu.


"Abang ga punya bun" ucap riyan.


Sherly menghela napasnya,baru saja dia senang bertemu dengan della tapi sekarang della mala menghilang lagi.


"Tapi kemaren della nelfon teman nya pakai hp reyhan bun, nanti reyhan coba telfon buat minta nomor della" ucap reyhan


"emang kenapa bun.?" tanya riyan menatap sherly


Sherly bingung harus apa,.."della kan belum pulih bang, gimana kalau luka di kakinya tambah parah" ucap sherly berbohong


"Bunda tenang aja, sekarang pasti della baik-baik aja bun, tunangan della kayak nya orang baik bun terus orang kaya juga" ucap reyhan lagi.


Sherly tersenyum kecut,.."semoga aja ya" ucap sherly


Riyan menatap sherly,.."kayak ada yang di sembunyiin bunda deh" batin nya.


"Ya udah kalau gitu kira sarapan yuk" ucap sherly

__ADS_1


"Yuk bun, reyhan lapar ni" ucap reyhan memegang perut nya.


"Sini gue bantuin" ucap reyhan


"Gue bisa sendiri, udah kuat gue" ucap riyan berjalan pelan menuruni anak tangga


"Sombong bener lo, di tolongin kagak mau" ucap reyhan menatap riyan


Reyhan berjalan di belakang riyan takut riyan nanti terjatuh,saat mereka sudah di meja makan, riyan tak mendapati daffa.


"Ayah mana bun.?" tanya riyan


"Udah berangkat tadi pagi,kata nya ada meeting penting" ucap sherly


"Oh gitu bun,oiya bun hari ini abang sama reyhan bakalan balik" ucap riyan mulai memakan roti dengan selai coklat.


"Kok udah balik bang, besok aja ya" ucap sherly


"Ga bisa bun, cafe harus di buka udah 2 hari tutup" ucap riyan lagi.


"Gue gapapa balik sendirian, lo di sini aja dulu sampai sembuh" ucap reyhan sambil memakan nasi goreng.


"Kagak, gue bakalan tetap ikut sama lo" ucap riyan


"Abang yakin udah kuat jalan.?" tanya sherly menatap putranya itu.


"Yakin bunda lagian kan ada reyhan" ucap riyan


"Gue bukan dokter kayak bunda, lo ga lupa kan.!!" ucap reyhan


"Gue ga lupa cuma kan lo bisa bantu gue" ucap riyan lagi


"Jadi abang mau balik jam berapa.?" tanya sherly


"Bentar lagi bun sekitar jam sepuluh" ucap riyan


"Tapi kalau ada apa-apa telfon bunda ya" ucap sherly


"Iya bunda" ucap riyan


"Rey kalau riyan kenapa-napa jangan lupa kabarin bunda nya" ucap sherly lagi


"Siap bunda, serahin aja semua nya sama reyhan, reyhan bakalan dengan senang hati menjaga dan melindungi adik tercinta ini" ucap reyhan mengelus rambut riyan


"Apaan sih lo kita cuma beda satu bulan" ucap riyan


"Udah-udah kok jadi kelahi gini, di lanjutin makan nya sayang, reyhan juga ya nak" ucap sherly


"Iya bunda" jawab mereka berdua

__ADS_1


******


__ADS_2