Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
gelisah


__ADS_3

Sepanjang perjalanan della hanya diam saja, melihat keluar jendela seakan di luar adalah pemandangan paling indah di mata della dari pada brian.


Brian melirik della yang sedari tadi diam saja,brian berdehem berharap della akan melihatnya tetapi della seakan tuli.


Brian berdehem untuk kesekian kalinya tetapi della tetap tidak melihatnya.


"Nih anak pasti tidur" batin brian memfokuskan pandangan pada jalan.


Setelah beberapa menit brian dan della sudah sampai di apartemen milik brian.


Della hanya diam mematung terus menatap lantai tidak berniat melihat brian sama sekali.


"Kenapa lo.?" tanya brian


Brian kesal sendiri karena della sama sekali tidak mau melihatnya bahkan berbicara saja della tidak mau.


"Gapapa" ucap della pelan masih melihat lantai.


"Gue ga mau besok lo kelihatan kurang tidur, acara besok bakalan panjang" ucap brian melangkah menuju kamarnya.


Della hanya diam, perlahan mata gadis cantik itu mengeluarkan cairan bening.


Della menangis lagi, della tidak tau dosa apa yang telah dia perbuat sampai harus seperti ini.


Della semakin terisak.."tuhan kok jahat banget sama gue" ucap della terus menangis.


****


Rizal tidak habis pikir dengan brian, bisa-bisa nya dia meminta untuk menikahi della.


"Rencana apa lagi yang lo buat angga" batin rizal


Kepala rizal semakin sakit menghadapi sahabatnya itu.


Riri terus menangis di kamarnya, dia terus terbayang wajah della, dia menyesal telah meminta della mengantikan dirinya waktu itu.


Sekarang nasi sudah menjadi bubur, bahkan della sendiri pun tidak tau bagaimana cara melarikan diri dari brian.


"Gue minta maaf della" ucap riri terus memeluk foto mereka berdua.


Saat ini reyhan dan riyan sedang berada di apartemen reyhan.


Sedari tadi perasaan riyan gelisah, entah apa yang ada di pikirannya.


Reyhan yang melihat raut wajah riyan berbeda mencoba menghampiri riyan


"Lo kenapa.?" tanya reyhan

__ADS_1


"Gue ga tau, perasaan gue ga enak" ucap riyan


"Coba telfon bunda, mana tau lo kangen sama bunda" ucap reyhan


"Kayak nya bukan itu, seperti ada yang ngusik gue" ucap riyan lagi


"Della" ucap reyhan


Riyan terdiam,apa benar dia terusik karena della,riyan menatap reyhan.


"Kenapa.?" tanya reyhan lagi


"Ga ada" ucap riyan


"Kayak nya karena della deh, coba lo telfon" ucap reyhan


"Tapi ini udah malam rey, ga mungkin gue telfon! Takut ganggu" ucap riyan lagi.


"Terus lo mau nya gimana..?" tanya reyhan lagi


"Gue juga ga tau" ucap riyan melihat ponselnya.


"Coba aja dulu" ucap reyhan berjalan kearah tv.


Riyan melihat ponselnya dan mulai mencari kontak della, riyan ragu-ragu untuk menelfon della.


Sedangkan di sisi lain.


Padangan gadis itu kosong,seakan tidak berniat melakukan apapun.


Della duduk menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya di sela-sela tangan nya.


suara tangisan itu terdengar lagi,della menangis lagi menyesali semua hal yang telah terjadi di dalam hidupnya.


Della menangis sampai tertidur akibat kebanyakan menangis.


Brian keluar hendak mengambil minum, ponsel della berbunyi di samping sofa.


Brian bingung kenapa gadis itu tidak mengangkat telfonnya.


Padahal ponsel itu sudah berbunyi untuk ketiga kalinya.


Brian perlahan mendekat, dan mendapati della yang tertidur dengan posisi duduk bersandar di sofa dengan kaki yang di tekuk.


Brian melirik ponsel della terdapat nama seorang pria.


Brian membaca.."kak riyan" ucap brian pelan.

__ADS_1


Brian mengangkat telfon dari riyan


"Halo del" sapa riyan dari sana


"Halo" ucap brian


Riyan terkejut kenapa suara laki-laki pikirnya dan kembali bersuara.


"Della nya ada" ucap riyan


"Udah tidur, lo siapa.?" tanya riyan


Riyan bingung dengan ucapan lelaki di seberang sana.


"Gue teman nya della, lo siapa.?" tanya riyan balik


"Gue suaminya, dan gue harap lo berhenti buat nelfon della, paham!!" ucap brian memutuskan panggilan


Brian melirik della dan memblok nomor riyan,.."genit banget lo, udah mau nikah juga masih aja nyimpan nomor cowok lain di hp lo" ucap brian


Brian melempar ponsel della ke sofa dan kembali masuk ke dalam kamar tampa membangunkan della untuk pindah ke kamar brian yang satu lagi.


Riyan mengerutkan kening nya,..'suami' batin riyan


"Udah.? Tanya reyhan menatap tv


"Udah" ucap riyan pelan


"Sekarang lo udah tenang kan, ga gelisah lagi." ucap reyhan


"Rey, della udah nikah sama rizal?" tanya riyan


"Ha!! Apa lo bilang.?x tanya Reyhan takut salah dengar dengan ucapan riyan


"Della udah nikah sama rizal" ulang riyan lagi


Reyhan tertawa,.."hahaha, siapa yang bilang" ucap reyhan


"Ini gue nelfon della tapi yang angkat cowok" ucap riyan


"Ha!!! Seriusan lo" ucap reyhan menatap riyan


"Serius gue, gue juga kaget! Gue ga tau kalau della udah nikah" ucap riyan


"Setau gue della jomblo, bahkan kakak rizal itu cuma pura-pura jadi tunangan della karena dia takut kalau gue ga bakalan bawa dia ketemu sama della waktu itu" ucap reyhan menjelaskan


"Terus ini siapa.?" tanya riyan khawatir.

__ADS_1


"Mana gue tau begok, lo kira gue dukun!! Ucap reyhan


Riyan semakin gelisah,.."gue harap lo baik-baik aja" batin riyan.


__ADS_2