
Brian terus menatap keluar balkon, dia tidak lagi teringat akan della tetapi dengan chintya.
Kenapa chintya datang ke sini kalau bukan untuk menemui dirinya,apa chintya ingin menemui orang lain,atau ada hal lain.Brian terus memikirkan chintya.
"Argh! Gue harus cari tau keberadaan tuh cowok" batin brian.
"Silakan pak" ucap suster dinda mempersilakan reyhan masuk menemui dokter hendra.
Reyhan mengangguk dan mendekat,duduk di hadapan dokter hendra,.."ada apa dok.?" tanya reyhan
"Apa calon suami pasien tidak ikut pak.?" tanya dokter hendra.
"Tidak dokter, saya yang akan mewakili" ucap reyhan
"Baik pak kalau begitu, jadi dari hasil tes yang telah kami lakukan,pasien mengalami Kanker limfoma non-hodgkin pak" ucap dokter hendra .
"Apa.!!" ucap reyhan
"Benar pak, saya menyarankan pasien untuk di rawat,Jika tidak segera mendapat perawatan, kanker limfoma non hodgkin dapat menyebar ke kelompok sistem limfatik lainnya. Kanker juga dapat menyebar juga ke organ tubuh lain, seperti otak, hati, dan sumsum tulang. Kondisi ini tentu saja sangat berbahaya dan dapat Mengancam nyawa pasien pak" ucap dokter hendra.
Reyhan terdiam,di begitu tidak menyangka della akan mengalami semua ini,.."apa della bisa sembuh dok.?" tanya reyhan
"Bisa pak, dengan rutin Melakukan terapi dan juga meminum obat, karena Limfoma yang tergolong agresif cepat tumbuh dan menyebar. Jika dibiarkan saja dapat mematikan dalam 6 bulan,dengan 30-40 persen peluang sembuh." ucap dokter hendra.
__ADS_1
Reyhan semakin syok, bagaimana dia akan memberitahu riyan tentang ini,begitu juga dengan della nanti nya...,"baik dokter saya mengerti" ucap reyhan.
jari della Bergerak,riyan merasakan pergerakan della,.."della" panggil riyan mengelus rambut della.
Perlahan mata della terbuka,dia samar-samar mendengar suara riyan,.."kak riyan" ucap della lemah.
"Iya della, gue di sini" ucap riyan
"Aku sakit kak" ucap della,dia memang merasakan Sakit di dadanya.
"Gue bakalan panggil dokter buat lo" ucap riyan hendak berdiri,.tangan della menahan lengan riyan.
"Kak, tolong tetap di sini" ucap della dengan suara yang semakin melemah.riyan kembali duduk dan menatap Wajah pucat della.
disisi lain..
"Bunda kenapa.?" tanya riri
Hana menggeleng kuat,.."jadi brian itu putra dari kusuma.?" tanya hana menatap rizal.
"Iya tante" ucap rizal.
Pikiran hana kini hanya tertuju pada della, bagaimana kalau brian menganggap della adalah darlla, pasti della sekarang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
__ADS_1
"Riri coba telfon della nak.?" ucap hana.riri mengangguk hendak ingin menelfon della tetapi ponsel nya tertinggal di dalam mobil.
"Tunggu bunda,ponsel riri tinggal di mobil" ucap riri berlari ke mobil.
"Tante kenapa.?" tanya rizal.hana menggeleng.
Riri membuka layar ponsel nya mendapati panggilan tidak terjawab dari reyhan, tetapi riri tidak menghiraukan reyhan ,dia langsung menghubungi della.panggilan terhubung tetapi tidak di angkat sama sekali.
Di sana brian terusik mendengar suara berisik dari ponsel della, dia berjalan ke kamar della dan mematikan panggilan itu,tetapi lagi-lagi nomor itu menelfon.brian menghela napasnya dan mengangkat telfon dari riri.
"Halo della, lo di mana.? Gue lagi di panti terus bunda hana mau ngomong sama lo" ucap riri, kebiasaan riri saat menelfon tidak mendengarkan suara dari lawan bicara nya terlebih dahulu.riri langsung memberikan ponsel nya kepada hana.
Brian hanya diam saja, dia ingin tau apa yang ingin di bicarakan oleh wanita di sana,.."halo della, ini bunda nak,gimana kabar kamu.?" tanya hana.
Tetapi harian hanya diam saja,.."bunda harap kamu baik-baik aja,bunda tau ini akan membuat kamu terluka,tetapi bunda mau kamu bercerai dengan brian nak, bunda mau kamu pulang ke panti" sambung hana.
Brian terkejut mendengar ucapan wanita di sana,begitu juga dengan rizal dan riri, kenapa hana mengatakan itu kepada della,pasal nya kemarin hana terlihat bahagia saat menikahkan della dengan brian.
"Bunda ga mau brian nyakitin kamu della,pulang ya nak" ucap hana mulai menangis.
Suara bariton dari seberang sana mengejutkan hana,.."gue ga akan lepasin della, bahkan sampai gue mati, gue bakalan buat della menderita,lo ga lupa kan sama omongan gue dulu,nyawa di bayar nyawa" ucap brian memutuskan sambungan nya.
Hana sangat terkejut ternyata yang mengangkat telefon itu brian, hana jatuh pingsan Sedangkan brian tersenyum smirk di sana.
__ADS_1
"Bunda" riri berteriak menahan hana.