Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
putra kusuma


__ADS_3

Chintya terlihat kaget mendapati brian di apartemen yang sama dengan riyan, apa brian tau riyan tinggal disink.piki chintya.


"Kamu ngapain di sini.?" tanya chintya


"Aku tinggal di sini,kalau kamu ngapain di sini.?" tanya brian bahagia, dia lupa tujuan dia keluar untuk apa.


"Bukan urusan kamu!!" ucap chintya berbalik, dia mengurungkan niat nya bertemu dengan Riyan hari ini.


"Chintya!! Brian menahan lengan chintya.


"Lepas brian!!" ucap chintya memberontak


"Aku tau kamu ke sini mau ketemu sama aku kan, kamu ga perlu ngelak chin." ucap brian.


"Aku!! Kesini karena kamu! Mimpi kamu brian, aku sama sekali ga tau kalau kamu tinggal di sini" ucap chintya tidak setuju dengan ucapan brian.


"Chintya! Aku sayang sama kamu, kenapa kamu selalu pergi dari hidup aku!" ucap brian


Chintya menghempaskan tangan brian kuat sampai genggaman brian terlepas,.."dengar ya brian!! Aku udah ga cinta lagi sama kamu dan satu lagi aku ga akan pernah mau kembali lagi sama kamu" ucap chintya dengan wajah memerah dan pergi meninggalkan brian.


"Chintya!!" panggil brian


Tetapi chintya terus masuk kedalam lift tidak mau mendengarkan omong kosong dari brian lagi.


"Argh!! Gue ga akan nyerah chintya,sampai lo kembali lagi ke hidup gue" ucap brian terus menatap lift dengan tatapan tajam.


Reyhan dan riyan terus menunggu della,berharap della membuka matanya.


Riyan menggenggam tangan Della, mengelus nya pelan,.."Della, lo bangun dong" ucap riyan pelan menatap wajah pucat Della.


Itu semua tidak luput dari perhatian reyhan,reyhan yang berada di sudut ruangan terus memperhatikan mereka berdua.


"Yan,gue keluar dulu,gue tinggal gapapa kan.?" tanya reyhan


Riyan mengangguk tampa melihat reyhan,reyhan keluar dan meraih benda pipih di saku nya ingin menghubungi riri.


Dia mulai menghubungi riri,sambungan terhubung tetapi tidak juga di angkat.reyhan terus mencoba hingga empat kali.


Tetapi hasil nya tetap sama, riri tidak juga mengangkat panggilan.


Saat reyhan akan menelfon riri kembali,suster datang menemui dirinya.


"Maaf pak, apa bapak adalah calon suami dari pasien yang bernama ibu della aprilia.?" tanya suster yang memakai id card dinda kirana. Kepada reyhan yang berdiri tepat di depan ruang inap della.

__ADS_1


"Saya kakaknya suster,calon suaminya ada di dalam.ada apa ya suster.?" tanya reyhan


"Dokter hendra ingin berbicara dengan calon suami ibu della, mengenai hasil tes ibu della pak." ucap suster dinda


"Kalau begitu saya saja suster, saya kakaknya lagi pula calon suaminya lagi menemani adik saya" ucap reyhan


"Baik pak, mari ikut saya" ucap suster dinda menuntun reyhan menuju ruangan dokter hendra.


Reyhan menatap kearah pintu,.."gue harap lo baik-baik aja della" batin nya,mengikuti langkah suster itu.


Rizal dan riri terus Menatap jalanan yang terlihat banyak kendaraan yang lewat,rizal teringat akan della.


Dia akan membawa della pergi dari brian, selama ini brian sudah salah menduga.


Brian pikir penyebab kecelakaan itu adalah della yang membuat mereka berdua Kehilangan wanita yang sangat berarti di hidup mereka Berdua.


"Gue harap, gue belum terlambat della" batin rizal.


Bunda hana menghampiri mereka berdua dengan dua gelas teh di nampan nya,.."minum dulu" ucap hana memberikan teh itu kepada mereka berdua.


Rizal hanya tersenyum tipis sedangkan riri masih dia menatap jalanan.


"Saya minta maaf atas nama darlla, kepada nak rizal,saya tau kata maaf saja tidak akan cukup untuk membuat rasa sakit di hati nak rizal sembuh" ucap hana melihat rizal.


"Saya juga tidak tau harus berkata apa tante, mungkin saya bisa mengikhlaskan tetapi tidak dengan teman saya" ucap rizal menatap jalanan.


Hana berpikir,apa maksud dengan rizal mengatakan teman nya, hana pikir rizal ini adalah anak dari pengendara mobil putih yang juga meninggal waktu itu.


"Maksud nak rizal.?" tanya bunda hana


"Saya adalah teman dari anak salah satu korban kecelakaan itu tante" ucap rizal.


Hana terkejut,jadi rizal bukan anak dari pengendara mobil putih itu,.."jadi nak rizal bukan anak pengendara mobil putih itu.?" tanya bunda hana.


"Bukan tante, tapi saya teman dari anak ibu Dewi kusuma" ucap rizal.


Hana menutup mulut dengan kedua tangan nya, hingga nampan di tangan nya terjatuh, membuat riri dan rizal menatap kearah bunda hana.


Kaki Hana bergerak mundur, tidak percaya dengan semua ini.


"Ada apa bunda.?" tanya riri menatap hana


Hana menggeleng kuat,.."Apa nak rizal adalah teman dari Brian anggara syaputra!!" ucap hana pelan.

__ADS_1


"Benar tante,saya adalah teman dekat brian" ucap rizal


Kaki hana lemas, membuat hana terduduk dengan lemah, riri menghampiri hana,.."bunda!" ucap riri khawatir


Hana jadi teringat akan kejadian di rumah sakit dulu, ketika brian tau kalau penyebab ibunya meninggal kerena Menyelamatkan darlla.


Ya benar adanya dewi kusuma adalah ibu dari brian anggara syaputra.


Flashback


Shila membawa riri untuk menjauh dari kamar darlla menuju kamar della, darlla mengalami luka yang sangat parah keadaan darlla kritis, sedangkan della mengalami koma akibat sakit gagal jantung yang di derita nya sejak kecil.


Shila menatap ruang inap della, dia tidak menyangka semua ini terjadi, dia belum siap dengan semua ini.


Shila menangis sambil memeluk riri, sedangkan di sudut ruangan yang tidak terlalu jauh, bunda hana terduduk seperti Kehilangan segalanya.


"Kenapa harus anak-anak ku ya allah" ucap bunda hana, tidak tahan lagi menahan cairan bening di pelupuk Matanya.


Hana menangis,..."serahkan semua rasa sakit yang mereka rasakan kepada ku ya allah, mereka masih kecil!" ucap hana terus menangis.


Seorang anak laki-laki dengan seragam putih abu-abu menatap pintu kamar darlla,dengan tangan terkepal kuat bahkan tatapan seakan seperti pembunuh.


Bunda hana menatap anak laki-laki yang terus menatap kamar darlla.


Tiba-tiba laki-laki itu memukul pintu darlla dengan kuat, membuat hana terkejut


"Gue bersumpah bakalan buat lo menderita,bahkan lo ga akan pernah ngerasain yang namanya ketenangan" ucap anak laki-laki itu memukul pintu kamar darlla lagi.


Hana menghampiri anak laki-laki itu dan menatapnya,kenapa dia memukul pintu kamar putrinya.


"Ada apa ya nak.?" tanya hana melihat anak laki-laki dengan seragam putih abu-abu itu.


Anak laki-laki itu menatap hana dengan tatapan yang penuh akan kebencian,.."nyawa di bayar nyawa!! Gue mau dia juga mati!" ucap anak laki-laki itu kepada hana.


Hana terkejut mendengar ucapan anak laki-laki ini, dia sama sekali tidak mengenal lelaki ini tetapi kenapa dia berkata seperti itu terhadap putrinya,..."kenapa kamu berkata seperti ini kepada putri saya.?" tanya hana.


"Karena dia udah buat mama gue meninggal!! Dan dia juga pantas mati!!" ucap anak laki-laki itu memukul pintu kamar darlla dan pergi begitu saja.


Hana semakin di landa kegelisahan,apa maksud dari omongan anak laki-laki itu, apa dia adalah putra dari dewi kusuma.


Hana menatap punggung anak laki-laki yang semakin menjauh itu.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2