Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
suami della


__ADS_3

happy reading..


"Lo gapapa.?"tanya reyhan melihat wajah riyan.


"Gapapa."balas riyan.


"Lo tau ga,cowok yang tadi siapa."ucap reyhan.


"Ga tau."jawab riyan dengan malas.


"Itu suami della."ucap reyhan merebahkan tubuhnya di kasur.


"Apa.!"riyan sontak kaget mendengar ucapan reyhan.


"Dari mana lo tau.?"sambung riyan menatap reyhan.


"Tadi gue dengar sendiri dari dia,kalau dia nikahin della cuma buat balas dendam."ucap reyhan.


"Balas dendam.!"ulang riyan bingung.


"Iya,gue ga tau masalah mereka apa tapi tuh cowok kayak nya masih cinta sama chintya."balas reyhan.


"Gue ga perduli sama chintya."


"Gue tau,tapi yang jadi masalahnya sekarang tuh cowok,dia ga akan lepasin della deh sebelum dendam dia terbalas."


"Kalau gitu kita harus cepat bawa della pergi jauh dari dia."balas riyan.


"Iya gue tau,buruan mandi sana."ucap reyhan.


Chintya mengobati beberapa luka yang ada di wajah brian,dia dengan pelan mengoleskan salep pada ujung bibir brian yang terluka akibat pukulan reyhan tadi.


"Apa cowok tadi kenal sama gue,atau dia kenal sama della,kenapa dia mukul gue waktu gue sebut nama della."batin brian.


"Brian."panggil chintya untuk kesekian kali nya.


"Brian.!"ucap chintya menyentuh bahu brian.


Sontak membuyarkan lamunan brian,dia menoleh ke samping melihat chintya yang ikut duduk di sofa sebelah brian.


"Iya."jawab brian kikuk.


"Aku pamit ya,luka kamu udah aku obati."ucap chintya hendak berdiri.

__ADS_1


Tangan brian menahan pergelangan tangan chintya,agar chintya tidak pergi.


"Aku butuh kamu chintya."ucap brian lemah.


"Maaf brian,aku ga bisa."balas chintya melepaskan tangan brian dari dirinya.


"Apa kamu benar-benar udah ga cinta lagi sama aku.?"tanya brian membuat langka chintya berhenti.


"Kamu tau jawaban nya brian."ucap chintya.


Brian bangkit dan berjalan kearah chintya,dia memutar tubuh chintya agar menghadap kerahnya.


"Tatap mata aku chintya,bilang kalau kamu benar-benar udah ga cinta lagi sama aku."ucap brian menatap mata chintya.


Chintya tidak berani untuk menatap mata brian,dia tidak sanggup kalau harus jujur dengan brian sekarang.


"Kenapa kamu ga mau natap mata aku chintya.?"tanya brian semakin mendekat,membuat chintya mundur dengan perlahan.


"Apa kamu ga bisa ngasih aku kesempatan satu kali lagi.?"tanya brian hingga chintya terpojok ke dinding.


"Brian,aku mohon sama kamu,kamu tolong ngertiin posisi aku."ucap chintya menahan brian agar tidak mendekat lagi.


"Apa kamu mengerti gimana posisi jadi aku chintya.?"tanya brian,brian menggenggam tangan chintya,dia semakin mengikis jarak di antara mereka berdua.


"Aku hancur chintya."sambung brian memeluk chintya.chintya tidak melakukan perlawan apapun terhadap brian,dia membiarkan brian memeluknya.


"Aku kangen sama kamu chintya."ucap brian.


tangan brian menarik tengkuk chintya,agar mendekat ke wajah nya,brian memiringkan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibir chintya.Chintya seakan hanyut akan perlakuan brian,chintya membalas ciuman brian dan mengalungkan tangan nya pada leher brian.


Sedangkan di pintu,della berdiri seperti patung,dia hanya diam menatap mereka berdua,dia tidak bersuara sama sekali,tiba-tiba sebuah tangan menutup pandangan della dan memutar tubuh della menghadap dada bidang nya.ya dia adalah rizal.


"Jangan di lihat."ucap rizal.


Tadi rizal dengan sengaja mengikuti della diam-diam takut della kenapa-napa akibat kepada della yang di perban.



Air mata della jatuh tanpa berpamitan,dia juga bingung kenapa dia harus menangis melihat brian dengan wanita lain,padahal dirinya tau brian menikahi dirinya bukan karena dasar cinta.Seakan ada yang mengusik hati della saat ini,dia merasa nyeri di hati melihat brian dengan Wanita lain.


Seakan merasakan kehadiran seseorang brian menyudahi aktivitasnya dengan chintya,dia menatap kearah pintu.brian sontak kaget melihat rizal dan della ada di sana terlebih lagi dengan della yang berada di dalam dekapan rizal.chintya mengikuti arah pandang brian,dia juga tidak kalah terkejut nya melihat rizal di sana.


"Della."ucap brian.

__ADS_1


"Ayo della."ucap rizal menggenggam tangan della.


Mereka berdua keluar dari apartemen milik brian,brian berlari mengejar mereka keluar,begitu juga dengan chibtya.brian menarik tangan della membuat rizal menghentikan langkah nya.


"Lepasin tangan lo dari della."ucap brian menatap rizal dengan tajam.


"Lo yang harus nya lepasin tangan della."balas rizal menatap brian.


"Della istri gue,kalau lo lupa.!"


Rizal tertawa mendengar ucapan brian,"istri lo bilang.!gue ga salah dengar.?"tanya rizal.


"Maksud lo apa ha.!"ucap brian dengan nada tinggi.


"Kalau lo beneran anggap della istri lo,lo ga bakalan tega berbuat kotor kayak gini angga,apa lagi sama dia.!"tunjuk rizal pada chintya.


"Ini ga ada urusan nya sama chintya."ucap brian.


"Ah, jadi ini yang nama nya chintya."batin della.


Tiba-tiba brian terhempas ke samping akibat pukulan kuat dari riyan,membuat mereka terkejut,pegangan tangan brian pada della terlepas.


"Lepasin tangan kotor lo dari della anjing."ucap riyan mengebu-gebu.


Dia sudah tidak bisa menahan emosi nya melihat brian terlebih lagi dia melihat tangan brian menyentuh della,dia semakin terpancing emosi.


"Yan udah."ucap chintya menahan lengan riyan.


"Lepas.!!lo jangan sekali-kali nyentuh gue dengan tangan lo ini."ucap riyan menghempaskan tangan chintya.


Brian begitu merasakan sakit di rahangnya,dia tidak sanggup berdiri akibat pukulan riyan yang begitu sangat kuat.


"Dan lo,gue pastiin lo bakalan menyesal seumur hidup.!pegang omongan gue."ucap riyan menatap brian penuh dendam.


"Lo ga bisa bawa della pergi dari gue."ucap brian lemah,dia terus memegang rahangnya.


"Gue ga akan biarin siapa pun nyakitin della termaksud lo,dan lo harus tau satu hal gue ga akan tinggal diam kalau nyentuh della bahkan secuil rambut pun.!"balas riyan.


"Ayo kak."ucap reyhan.


Brian menatap punggung della yang pergi bersama mereka.


"Argh,sial."ucap brian memukul dinding,sedangkan Chintya hanya diam saja.

__ADS_1


"Itu tadi istri brian,tapi kenapa riyan begitu sangat peduli bahkan rizal dan reyhan juga."pikir chintya.


Dia tidak menyukai pemandangan tadi,ketika riyan begitu sangat perhatian kepada della.


__ADS_2