
Della duduk di meja makan, sarapan kini sudah tersedia di atas meja.
Walau pun brian sering menyuruh della untuk membuang makanan yang sudah della masak, dia tetap membuat nya.
Pintu kamar brian terbuka,della berdiri dan menunduk masih tidak mau menatap brian.
Brian melihat ada banyak makanan di atas meja,brian menghela napas.
"Lo ngerti bahasa manusia kan!! Gue bilang ga usah masak, gue ga akan pernah mau makan masakan lo!!" ucap brian Dengan nada tinggi.
Della tersentak kaget, dia masih belum terbiasa akan bentakan dari brian dan della memilih diam.
Dia tidak mau membuat brian semakin marah terhadapnya.
"Buang!!" ucap brian dingin
Della masih mematung di tempatnya,belum beranjak sama sekali untuk membuang makanan yang ada di meja.
Tiba-tiba della merasakan sakit di dada nya,nyeri di dada nya semakin kuat.
Rasa nya della sangat sulit untuk bernapas, brian mendekat dan membanting piring yang ada di meja.
"Lo dengar ga! Gue bilang buang!!" ucap brian dengan emosi.
Della mengangguk dan mencoba menahan rasa nyeri di dada nya,perlahan tangan della membereskan meja dan membuang semua makanan nya.
Brian keluar dan membanting pintu dengan kuat.
"Aduh dada gue,kenapa lagi ini" batin della
Della terduduk di dapur terus memegang dada nya yang sakit,.."sakit banget ini" ucap della pelan.
Rizal melajukan mobil nya menuju salah satu bangunan di jakarta, saat dia sampai.
dia tampak ragu ingin masuk ke dalam,dia mencoba menenangkan hatinya yang gelisah saat melihat tulisan di depan *panti asuhan cahaya mentari*.
Perlahan rizal melangkah,memperhatikan banyak anak-anak yang tengah bermain di taman,pandangan rizal menyapu seluruh bagian rumah yang terbilang lumayan besar itu.
Pandangan nya tidak sengaja melihat riri yang terduduk lemah di salah satu bangku di ujung taman.
"Itu riri bukan!" pikir rizal.
__ADS_1
Rizal melangkah pelan untuk memastikan bahwa penglihatan nya tidak salah.saat sudah dekat, dia terkejut memang riri.
"Riri" panggil rizal dan ikut duduk di sebelah riri.
"Rizal!! Eh maksud gue, kak rizal" ucap riri cepat memperbaiki ucapannya.
"Lo ngapain di sini.?" tanya rizal menatap muka riri yang sembab seperti habis menangis.
"Gue emang sering ke sini kak" ucap riri
"Mau ketemu sama siapa.?" tanya rizal lagi
Riri tampak berpikir, bagaimana cara menjawab pertanyaan rizal, tidak mungkin riri mengatakan ingin bertemu teman lama yang sudah tidak ada di dunia ini lagi.
"Riri" panggil rizal, membuyarkan lamunan riri
"Gue ada urusan kak" ucap riri ragu-ragu
"Oh, kalau lo ga mau ngasih tau gapapa riri, gue paham kok" ucap rizal tersenyum.
Syukurlah rizal tidak bertanya terlalu banyak lagi tentang keberadaan nya di sini.
Mereka terdiam cukup lama,sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Gue mau cari seseorang" ucap rizal
"Seseorang!! Kalau boleh tau siapa kak, mana tau gue bisa bantu,gue cukup kenal hampir semua anak-anak yang ada di sini" ucap riri berniat membantu rizal.
"Gue mau cari Darlla aprilia" ucap rizal
Bagai di sambar petir di siang bolong, riri menatap horor ke arah rizal dan langsung berdiri menatap rizal dengan tidak bersahabat nya.
"Ngapain.?" tanya riri
Rizal heran, kenapa respon riri begini padahal dia sendiri yang menawarkan diri untuk membantu Rizal tadi.
"Gue ada perlu sama anak nya, lo kenal.?" tanya rizal balik.
"Perlu apa.?" tanya riri
Riri terus bertanya kepada rizal bukan nya menjawab pertanyaan rizal.
__ADS_1
Rizal bingung ada apa dengan riri,.."gue ga bisa ngasih tau lo! Yang pasti gue perlu ketemu sama anak nya.kalau lo ga bisa bantu gue,gue bakalan cari sendiri" ucap rizal berdiri dan berlalu meninggalkan riri yang mematung.
Riri semakin di landa panik, kenapa rizal mencari darlla, ada urusan apa rizal dengan darla dan terlebih lagi, apa rizal tidak tau kalau darlla sudah.!!
"Gue akan cari tau apa tujuan kak rizal ke sini" batin riri
Riri berlari ke dalam rumah untuk mencari bunda hana, dia akan coba Bertanya kepada bunda hana, apa bunda hana mengenal rizal.
Reyhan kembali mengetuk pintu kamar riyan,.."yan makan dulu" ucap reyhan sedikit keras.
"Gue ga lapar" ucap riyan dari dalam
"Jangan kayak gini yan, makan dulu sini" ucap reyhan mencoba membujuk riyan
"Lo aja, gue beneran ga lapar" ucap riyan
"Yan, sini keluar dulu ngomong sama gue" ucap reyhan.
Pintu terbuka,riyan menimbulkan kepala nya,.."gue ga lapar rey, lo bisa makan duluan lagian lo bukan nya harus balik ya!!" ucap riyan
Reyhan kaget ternyata riyan masih ingat dengan omongan nya kemarin,.."sini,ngomong sama gue" ucap reyhan menarik riyan keluar.
Riyan tidak menolak sama sekali, mereka duduk berhadap-hadapan.
"Gue tau lo marah sama bunda, gue juga ga nyangka kalau bunda bisa kayak gini sama kita.tapi yan gimana kalau kita lihat dari sisi positif nya, bunda emang ada benar nya tapi ada salah nya juga" ucap reyhan.
"Gue ga tau rey, gue kecewa sama bunda, kenapa bunda tega sama gue" ucap riyan lemah.
"Kalau bunda ga ngelakuin ini sama lo, mungkin sekarang lo udah ga ada" ucap reyhan
"Gue lebih milih ga hadir di dunia ini rey, ketimbang gue harus hidup dalam rasa penyesalan" ucap riyan
"Ini ga salah lo yan!! Bunda bilang dia emang mau donorin ginjal dia buat lo,Dan bukan cuman buat lo.dia bahkan donorin jantung buat saudara kembar dia !!" ucap reyhan tidak suka dengan ucapan riyan.
"Justru itu rey!! Coba aja waktu itu dia ga di rawat di tempat gue, pasti dia ga bakalan donorin apa-apa ke gue!!" ucap riyan dengan genangan air di pelupuk matanya.
"Lo salah yan!! Karena dia tau umur dia ga akan lama lagi,dan satu hal yang harus lo tau, sekali pun dia ga donorin ginjal nya buat lo dia bakalan tetap menghadap tuhan!" ucap reyhan dengan nada tinggi.
Riyan terdiam, air mata itu akhirnya jatuh juga, dia sudah tidak sanggup menahan genangan yang sedari tadi sudah menumpuk di matanya.
Reyhan berdiri dan menghampiri riyan, dia meraih kepala riyan dan menyandarkan di perut ya,mengelus pelan rambut riyan.
__ADS_1
"Lo kuat!! Dan gue tau itu, lo adek gue yang hebat!" ucap reyhan dengan suara serak tidak tega melihat riyan kembali terpuruk seperti masa kelam dulu.