Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
salah orang


__ADS_3

🍑🍑🍑


Rizal melajukan mobil meninggalkan parkiran kantor itu,sepanjang jalan rizal terus melihat sekeliling,berharap dia menemukan della.


mobil itu terus melaju,rizal akan menuju tempat terakhir kali brian meninggalkan della,ponsel rizal berbunyi tertera nama yang menelfon, ternyata itu brian.


Rizal hanya melirik sekilas dan kembali fokus menatap jalan,benda pipih itu terus berbunyi, rizal menepi,menggeser ikon hijau itu.


"Halo" sapa nya dengan dingin.


"Gue tau lo marah sama gue, gue juga mau cari della zal" ucap brian di seberang sana


Rizal tertawa hambar mendengar ucapan brian,.."lo ga perlu capek-capek buat cari della, bukannya ini mau lo!" ucap rizal.


"Gue ga bermaksud kayak gitu zal, gue ga tau kalau ponsel della rusak" ucap brian menyesal.


"Tapi ga gitu juga angga, lo harus nya mikir, della itu cewek!! Ucap rizal mulai emosi


"Gue tau gue salah, gue bakalan nemuin della duluan gimana pun cara nya" ucap brian, memutuskan sambungan.


Rizal menghela napas berat,.."lo di mana sih del, gue takut lo kenapa-napa" ucap rizal memejamkan mata nya.


*****


Riyan berjalan dengan pelan menuju taman yang berada di samping rumah,reyhan terus memperhatikan riyan dari jauh.


"Rey, lihat riyan ga.?" tanya sherly


"Ada di taman bunda" jawab reyhan melirik obat di tangan sherly


"Riyan belum minum obat, kamu tolong antar ya rey,bunda mau siap-siap ke rumah sakit" ucap sherly.


"Bunda kerja hari ini.?" tanya reyhan mengambil alih obat dan segelas air dari sherly.


"Kerja, bunda lagi ada pasien yang harus di tanganin" ucap sherly


"Bunda mau reyhan antar ga.?" tawar reyhan.


"Ga rey, bunda bawa mobil aja, kamu tolong jaga riyan sama della ya ,kalau ada apa-apa langsung telfon bunda" sherly mengelus pelan bahu reyhan.


"Siap bunda" ucap reyhan tersenyum.


Reyhan selalu suka kembali ke rumah ini, walau sherly bukan ibu kandung reyhan tapi bagi reyhan sherly adalah ibunya.


Reyhan berjalan menuju taman, saat hendak membuka pintu suara lembut della Menghentikan langka reyhan.


"Kak" panggil della berjalan perlahan ke arah reyhan


"Kenapa hm.?" tanya reyhan meletakan obat dan gelas berisi air itu,meraih tangan della agak bisa berdiri dengan benar.


"Della mau balikin ponsel nya" ucap della memberikan ponsel reyhan.


"Udah selesai, kok cepat banget" ucap reyhan menyimpan benda pipih itu di saku celana.


"Udah kak, della tadi telfon teman kost della" ucap della


Reyhan mengangguk,.."hm, lo mau ga ikut gue ke taman dekat samping rumah?" tawar reyhan


"Mau kak, della mau lihat" ucap della senang.


"Lo pengan tangan gue ya." ucap reyhan meraih obat dan gelas.

__ADS_1


"Iya kak" ucap della memegang lengan kekar milik reyhan.


Saat sampai di taman della tampak senang,.."banyak banget ini bunga nya, kayak di film-film gitu" batin della.


Dari ujung della dapat melihat riyan yang duduk di kursi sambil menatap kolam ikan yang ada di taman itu,reyhan mengikuti arah pandang della.


"Del" panggil reyhan


"Iya kak" ucap della


"Lo mau ga bantuin gue" ucap reyhan


"Bantuin apa kak.?" tanya della


"Riyan tuh anaknya susah banget mau minum obat,lo mau ga bantuin gue ngasih obat ini buat riyan" ucap reyhan menyodorkan obat milik riyan


Della berpikir sejenak,.."boleh deh kak" ucap della


"Ni obat nya sama air nya, ingat ya del ini obat nya harus di minum semua, kalau ga! Bunda pasti marah" ucap reyhan


"Siap kak" ucap della


"Kalau gitu gue masuk ya, gue ada kerjaan soal nya" ucap reyhan berbohong.


Della mengangguk dan mulai mendekati riyan, pelan-pelan della berjalan.


"Kak" panggil della.


Riyan mengikuti asal suara itu,.."iya,kenapa?" tanya riyan menatap della.


"Kakak belum minum obat, ni della bawain" ucap della.


"Hehehe, della duduk ya kak" ucap della mulai duduk.


"Bunda yang nyuruh ya?"tanya riyan


"Iya kak, kakak belum minum obat jadi harus di minum ya kak" ucap della memberikan obat pada riyan


"Gue ga suka, buang aja" ucap riyan menolak.


"Tapi kakak harus minum obat, biar cepat sembuh" ucap della lagi.


"Gue ga suka bau tuh obat, pusing gue" ucap riyan menutup hidung nya.


"Gimana kalau kakak minum obat pakai buah" tawar della.


"Pakai buah.! Gimana cara nya.?" tanya riyan


"Pakai buah pisang bisa kak, obat nya di masukin terus kakak makan deh" ucap della.


"Kagak mau gue, yang ada kerasa tuh pait nya" tolak riyan lagi.


"Ga pait kok kak, percaya deh sama della,della ambil ya buah nya" ucap della lagi.


Riyan memperhatikan kaki della,memang benar adanya kalau kaki della penuh dengan luka,akibat berlari di hutan.


"Kagak usah, mana sini obat nya biar gue minum" ucap riyan


"Bener ni kak.?" ucap della.


"Iya, buruan sebelum lo juga gue telan" ucap riyan bercanda.

__ADS_1


"Ini kak,sama minumnya juga" ucap della memberi obat dan gelas.


Riyan meminum semua obat yang di beri della, semua itu tak luput dari padangan reyhan, reyhan tersenyum melihat interaksi kedua nya. Dan berlalu menuju kamar.


****


Brian terus melaju dengan mobil hitam itu,.."gue belum coba tanya ni Rumah sakit" ucap rizal menatap rumah sakit besar itu.


Brian turun, menarik napas sebentar lalu Melangkah memasuki rumah sakit itu, brian melirik sekeliling dan berjalan menuju resepsionis.


"Permisi mbak" ucap brian


"Iya mas, ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis itu.


"Apa di sini ada pasien nama nya della aprilia.?" tanya brian.


"Sebentar ya mas, biar saya coba cari" resepsionis itu mencari nama della.


"Maaf mas ,tidak ada yang nama nya della" ucap resepsionis


"Kira-kira ada ga mbak kemaren sore korban Tabrakan yang di bawa ke sini.?" tanya brian lagi.


Resepsionis itu menatap brian dengan heran, merasa di tatap dengan tatapan seakan brian telah menabrak seseorang.


"Saya lagi nyari pacar saya yang hilang mbak" ucap brian berbohong.


"Maaf mas tidak ada pasien yang bernama della dan tidak ada korban yang mengalami kecelakaan kemarin sore" ucap resepsionis .


"Makasih mbak" ucap brian berjalan dengan lesu.


Brian mencoba Menenangkan diri, tiba-tiba samar-samar brian mendengar obrolan seorang dokter dengan dokter wanita lain yang menyebut nama della.


Brian berdiri menatap kedua dokter itu bergantian, dokter yang di tatap merasa kurang nyaman akan sikap brian.


"Ada yang bisa saya bantu.?" tanya dokter itu melihat brian.


"Maaf dokter, saya tidak sengaja mendengar obrolan dokter tadi, apa benar dokter Bertemu dengan seorang gadis yang bernama della.?" tanya brian


"Oh itu benar mas, dia adalah pasien saya" ucap dokter wanita itu.


"Apa saya boleh melihatnya dok.? Kebetulan saya juga lagi mencari pacar saya, nama nya della" ucap brian.


"Boleh mas, mari ikut saya" ucap dokter itu


Brian melangkah mengikuti dokter itu ke arah samping rumah sakit, di sana terdapat seorang gadis yang tengah duduk dengan pakaian rumah Sakit.


Senyum brian seakan tidak luntur mendengar kabar della,


"Itu mas,pasien saya yang bernama della" ucap dokter wanita itu.


"Terima kasih ya dok" ucap brian mendekati gadis itu.


"Della" panggil brian


Gadis itu menoleh,.."iya" ucap gadis itu.


Brian terkejut ternyata itu bukan della yang dia cari,.."maaf mbak saya salah orang" ucap brian.


Brian menghela napas berat dan mengusap wajahnya,.."kemana lagi coba gue nyari nya" batin rizal.


****

__ADS_1


__ADS_2