Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
meminta restu


__ADS_3

Reyhan datang dengan segelas air putih yang di minta riri barusan.


"Nih minum lo" ucap reyhan memberikan kepada riri


"Thanks" ucap riri meraih gelas deri tangan reyhan


Riri mulai minum tiba-tiba Ponsel riri bergetar ada pesan masuk dari mama nya,riri membuka pesan dengan sebelah tangan dan mulai membaca.


Mata nya melotot melihat isi pesan dari mama nya, minuman itu kembali tersembur dari bibir kecil riri.


"Uhuk...uhukk..uhukk.. Riri memukul-mukul dada nya, tenggorakan riri terasa sakit akibat batuk.


"Astagfirullah riri, gue ga tau lagi mau ngasih minuman apa sama lo, air got mau lo!! " ucap reyhan menatap riri.


"Gue cabut duluan" ucap riri berlari keluar cafe


Reyhan dan rizal tampak bingung melihat riri berlari keluar.


"perasaan dari tadi nih cewek-cewek pada pergi buru-buru amat'.pikir reyhan


"Gue heran deh kak, kenapa ya cewek-cewek tuh pada ngeselin banget" ucap reyhan


"Lo nanya sama gue.?" tanya rizal


"Kagak kak!! Sama akang somay noh" ucap reyhan kesal


"Oh kirain sama gue" ucap rizal santai


"Pakai nanya lagi kak, ya sama lo lah ah" ucap reyhan semakin kesal


"Masalah nya gue bukan cewek jadi gue ga bisa jawab!" ucap rizal lagi


"Serah deh kak" ucap reyhan.


Rizal tersenyum melihat wajah kesal reyhan,.."kalau gitu gue juga cabut deh" ucap rizal


"lah kenapa semua nya pada cabut sih" ucap reyhan


"gue ada urusan,oke!" ucap rizal meninggalkan cafe


"hati-hati kak" ucap reyhan sedikit berteriak.


******


Kediaman kevin


Saat ini mereka sudah ada di ruang tamu, Mereka duduk dengan berhadapan sedangkan della duduk di samping brian.


"Kedatangan aku sama brian ke sini mau melamar della vin" ucap elang


Kevin dan Shila terkejut, mereka memang sudah tau kalau brian menyukai della tetapi mereka tidak menyangka brian akan menikahi della secepat ini.

__ADS_1


"Apa ga terlalu cepat mas" ucap Shila


"Iya lang, mereka baru aja ketemu" sambung kevin


"Brian serius sama della om, brian udah lama kenal sama della, brian juga udah suka sama della semenjak della kerja di kantor brian" ucap brian tenang.


"Tapi brian, kamu sama della belum genap satu bulan bertemu" ucap Shila menatap della yang sedari tadi menunduk.


"Tapi tante, brian serius sama della, brian janji bakalan buat della bahagia" ucap brian meyakinkan Shila


"Della, apa kamu mau nak menikah dengan brian.?" tanya Shila


Della mendongak menatap Shila, bibirnya seakan sulit mengucapkan kata 'tidak'.


Della mencoba tersenyum kearah Shila.


"Della mau tante" ucap della tersenyum.


Brian meraih tangan della dan mengenggam dengan kuat,della meringis merasa sakit di tangan nya.


"Brian mohon sama om dan tante buat kasih restu sama brian" ucap brian.


Kevin menatap Shila, dan mengelus lengan Shila.


Shila berat melepaskan della bersama brian mengingat brian adalah putra dari sahabat nya yang dulu terlibat dengan della di masa lalu.


Pintu terhempas dengan kuat, menampilkan riri dengan raut wajah khawatir menatap della.


"Riri ga kasih izin della nikah sama lelaki itu" pekik riri kuat


Riri berjalan mendekati della dan menatap brian sinis.


"Papa ga boleh nikahin della sama dia" ucap riri menunjuk brian.


"Sayang, duduk dulu ya ga sopan kayak gitu" ucap Shila menarik lengan riri agak duduk di samping nya.


Riri menatap brian dengan sinis,tidak suka akan kehadiran brian di rumahnya.


Berbanding balik dengan Brian, dia malah tersenyum mengejek kearah riri.


"Kamu yakin sama keputusan ini brian.?" tanya kevin


Riri menatap papanya itu dengan horor, apa maksud pertanyaan itu.


"Yakin om, brian yakin seratus persen bahkan seribu persen" ucap brian


"Papa!!" ucap riri tidak suka


"Sayang tenang dulu" ucap Shila


Riri berdiri dan menatap brian tajam,.."pokok nya della ga boleh nikah sama laki-laki jahat ini ma" ucap riri

__ADS_1


"Riri jaga ucapan kamu, sekarang kamu masuk ke kamar!!" ucap kevin


"Tapi pa.." ucap riri terhenti kala kevin mengatakan.


"Masuk papa bilang!! Dan jangan keluar sebelum papa suruh" ucap kevin dengan nada tinggi.


Riri mengepalkan tangan nya dan menatap brian dengan tajam,seakan ingin membunuh brian hari itu juga.


Riri melangkah menaiki lantai dua, kamarnya.


Kevin menghela napas nya,.."maafin anak om ya brian" ucap kevin tidak enak atas perlakuan putrinya itu.


"Gapapa om, mungkin riri ga mau sahabatnya brian ambil" ucap brian tersenyum


"Jadi gimana, apa kita bisa lanjutkan pernikahan ini.?" tanya elang


"Kalau della bersedia kami juga akan turun mendukung" ucap Shila


"Kalau gitu besok pagi brian akan menikah dengan della" ucap elang


Kevin dan Shila terkejut bukan main, ada apa dengan brian,apa begitu sukanya terhadap della.pikir mereka berdua.


"Tapi mas, kita bahkan belum mempersiapkan apa pun" ucap Shila menatap elang.


"Tante tenang aja, semua nya udah brian urus tidak ada yang terlewat sedikit pun" ucap brian.


Kevin dan Shila mengangguk mengerti,.."baiklah kalau begitu om sama tante kasih kamu restu buat nikahi della" ucap kevin.


Brian tersenyum lebar,.."terima kasih om,tante.brian bakalan jaga della dan buat della bahagia" ucap brian mengelus rambut della.


Shila tersenyum melihat brian begitu perhatian kepada della, Shila menepis pikiran buruk yang sempat terlintas di benaknya tadi.


"Kalau begitu besok della dan brian akan menikah, semua keperluan della sudah aku urus dan della akan ikut kami pulang" ucap elang.


"Iya mas, aku ga keberatan tolong bantu anak aku ya mas" ucap Shila


"Kalau begitu brian sama della pamit pulang ya om, tante" ucap brian


"Iya sayang" ucap Shila dan di angguki oleh kevin


Shila memeluk della dengan kuat, tidak menyangka bahwa della akan menikah secepat ini.


"Tante bakalan bilang sama bunda hana, mudah-mudahan bunda hana bisa ya datang" ucap Shila melepaskan pelukan nya dari della.


"Makasih ya tante, kalau gitu della pamit pulang dulu, titip salam sama riri ya tante" ucap della menatap lantai dua.


"Iya sayang,kamu hati-hati ya.. Jangan ngebut bawa mobil nya brian" Shila mengingatkan brian


"Iya tante, ayo sayang" ucap brian menuntun della masuk ke dalam mobilnya.


Mobil brian dan elang melaju meninggalkan pekarangan rumah megah itu, dari lantai dua riri menatap mobil itu dengan air mata yang terus jatuh.

__ADS_1


"Maafin gue della" ucap riri terus menangis.


*****


__ADS_2