Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
bertemu della


__ADS_3

Riri menatap cafe yang tutup dari seberang jalan, dia ingin menemui dua lelaki itu.


Riri ragu apa mereka akan mau menolong riri,karena terlalu banyak berpikir tanpa memperhatikan sekitar,ternyata Mobil reyhan keluar meninggalkan area cafe.


Riri kembali Menatap ponselnya, dia tidak tahan lagi kalau harus lari terus seperti ini.


Riri mencari kontak della dan menghubungi sambungan terhubung.


"Halo riri" sapa della


Riri terdiam, perlahan air matanya turun, dia tidak menyangka della akan menerima telfon dari nya.


"Riri, lo masih di sana kan.?" tanya della lagi


"Halo del, iya gue masih di sini" ucap riri menahan suara nya.


"Ada apa ri.?" tanya della lagi


"Gue pengen ketemu sama lo, bisa.?" tanya riri


"Boleh tapi gue ga bisa lama ya, soal nya pak brian lagi sakit" ucap della


"Iya gue ga akan lama kok" ucap riri


"Ya udah mau ketemu di mana.?" tanya della


"Gue ke sana aja biar nanti lo bisa balik cepat" ucap riri lagi


"Oke kalau gitu gue serlok ya" ucap della lagi


"Oke" balas riri.


Della mengirim lokasi dirinya saat ini, riri melihat lokasi yang della kirim, ternyata apartemen milik brian.


Riri pernah datang ke sana sekali.


Riri melajukan mobil nya, Dia akan mencoba berbicara dengan della terlebih dahulu.


Della menatap brian yang sudah tidur,.."kalau gue keluar bentar gapapa kan" pikir della.


Della melangkah pelan meninggalkan kamar brian,dan turun ke bawah untuk menemui riri.


Della berdiri di depan lift menunggu pintu itu terbuka,dan saat Terbuka della mendapati Reyhan hendak keluar.


"Riri" ucap reyhan.


"Kakak reyhan!" ucap della


Mereka berdua sama-sama kaget.


"Lo ngapain di sini.?" tanya reyhan


Della memainkan jari nya, tidak tau harus berucap apa kepada reyhan.


Tiba-tiba riyan muncul dari pintu apartemen nya mendapati della dan reyhan yang berbicara.


Riyan mendekati mereka berdua.


"Rey" panggil riyan

__ADS_1


Mereka berdua sama-sama melihat kearah riyan.


Riyan menatap della, dan mengatakan kepalanya menyuruh della untuk pergi.


Della mengerti dengan arahan riyan dan berlalu pergi meninggalkan riyan dan reyhan.


"Della" panggil reyhan karena della langsung masuk kedalam lift.


Reyhan menatap riyan, keningnya berkerut seakan meminta jawaban dari riyan.


"Masuk dulu ntar gue ceritain" ucap riyan berjalan memasuki apartemen nya.


Reyhan mengikuti langkah riyan.


Della berlari saat pintu lift terbuka, dia takut kalau reyhan mengejar nya.


Della terus berlari hingga sampai ke taman yang ada di belakang apartemen.


"Della" panggil riri


Della sedikit berlari menghampiri riri dan sesekali melihat kebelakang, untuk memastikan reyhan tidak mengikutinya kemari.


"Lo kenapa lari-lari.?" tanya riri


Della tidak mungkin mengatakan kalau dia bertemu dangan reyhan kepada riri.


"Gapapa, sekalian olahraga aja" ucap della.


"Oh, della! Gue mau ngomong sama lo" ucap riri meremas ujung kaosnya.


"Mau ngomong apa.?" tanya della


Della terus menatap riri yang tidak bersuara sama sekali.


Bibir riri terbuka dan mulai berucap.


"Gue ma-u.."..perkataan riri terhenti saat della berucap terlebih dahulu.


"Gue gapapa riri, gue baik-baik aja dan gue ga pernah benci sama lo.gue tau lo pasti mau minta maaf kan!" ucap della dengan cepat.


"Gue benar-benar minta maaf sama lo del, lo boleh hukum gue atau ga tampar gue del!! gue ga mau lo benci sama gue" ucap riri dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Riri mengarahkan tangan della ke pipinya.


Della buru-buru menarik tangan nya dari genggaman riri.


"Gue beneran gapapa riri, brian baik kok sama gue, hidup gue juga enak-enak aja" ucap della berbohong.


Nyatanya dia selalu saja salah di mata brian, bahkan brian selalu memarahinya.


Apa pun yang terjadi selalu della yang di salahkan.


Della tersenyum dan mengelus bahu riri,dia sangat merindukan sahabatnya ini.


"Gue beneran gapapa dan gue juga bakalan baik-baik aja,lo percaya deh sama gue" sambung della lagi mencoba membuat riri percaya atas perkataan nya.


Riri memeluk della, tangis nya pecah kala itu juga, dia tau della tidak baik-baik saja.


Terlihat dari tubuh della yang kurus dan tangan della yang memiliki luka.

__ADS_1


Riri menangis sejadinya, dia tidak bermaksud membuat sahabat nya itu mengalami semua ini,dia benar-benar menyesal.


Reyhan menatap riyan meminta penjelasan kenapa della bisa ada di sini.


"Kenapa lo liat gue gitu.?" tanya riyan


"Lo belum jelasin!" ucap reyhan


"Jelasin apa.?" tanya riyan balik


"Oh! Atau jangan-jangan lo nyulik Della, iya!!" ucap reyhan melotot kearah riyan.


"Gila lo ya!! mana mungkin gue nyulik della" ucap riyan tidak terima.


"Terus kenapa della bis ada di sini.?" tanya reyhan


Riyan Menghela napas pelan,.."della tinggal di sebelah, ternyata suami della tinggal di sini juga" ucap riyan


"Apa!!" reyhan kaget semakin melotot menatap riyan.


"Gue serius" ucap riyan lagi


"Terus.?" tanya reyhan


"Ya terus apaan!! Kan gue udah kasih tau" ucap riyan lagi


"Maksud gue lo!!" reyhan menggantung ucapan nya menatap riyan dengan tatapan sedih.


"Lo kalau ngomong jangan berbelit-belit langsung inti nya aja!!" ucap riyan tidak mengerti dengan tatapan reyhan.


"Lo gapapa tetangga'an sama della.?" tanya reyhan


"Ya gapapa, lagian gue juga jarang balik kan." ucap riyan cepat.


Reyhan mengangguk saja, dia tau riyan pasti tidak baik-baik saja saat ini.


Terlebih lagi saat tau bahwa della tinggal bersebelahan.


Riri menatap della dengan sendu, dia belum mau berpisah dengan sahabatnya ini.


Tetapi dia juga tidak mau kalau nanti della akan di marahi brian.


"Kalau gitu gue balik ya,takut di cariin sama brian" ucap della mengelus bahu riri


Riri mengangguk paham,. "Gue juga balik" ucap riri.


"Lo hati-hati, jangan ngebut bawa mobilnya" ucap della mulai melangkahkan kakinya


"Della" panggil riri


Della berbalik dan menatap riri,.."iya, kenapa.?" tanya della


"Kalau lo perlu bantuan jangan sungkan bilang sama gue, kalau lo kesulitan dan lo bagi butuh apa-apa, tolong cari gue del." ucap riri dengan mata berkaca-kaca.


"Gue tau, gue akan cari lo" ucap della tersenyum hangat


Riri terus menatap della sampai della tidak bisa terlihat lagi.


Riri kembali menangis terisak bersamaan dengan della yang juga menangis ketika memasuki apartemen itu.

__ADS_1


"Gue tau lo bohong del!! Maafin gue.!" ucap riri terus menangis sejadi-jadinya


__ADS_2