Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
kembali datang


__ADS_3

Della berjalan memasuki kost untuk mengambil barang-barang miliknya.


Della menatap isi kamar tidak berubah sama sekali bahkan barang milik riri masih ada di sana.


Della mulai mengemasi barang-barang nya kedalam koper, della meraih satu foto yang terdapat riri, dirinya dan dengan seorang gadis lain.


Della tersenyum menatap foto itu,.."gue pengen ikut lo, tapi gue belum siap" ucap della pelan.


Della melanjutkan mengemasi barang dengan tangis yang begitu pilu.


Della terisak bahkan rasa nya ingin mati saja hari ini.


Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa della sudah menjadi istri brian selama satu minggu.


Selama satu minggu della selalu saja di perlakukan seperti pembantu oleh brian.


Brian terus menyuruh della untuk mencuci kain yang sama dengan Mengunakan tangan.


Dia bahkan tidak boleh makan sebelum brian pulang, sedangkan brian selalu sengaja pulang larut malam.


Della selalu saja tidak dapat makan malam dengan tenang.


Brian bahkan dengan kejam nya menyuruh della belanja dengan berjalan kaki tidak boleh menaiki gojek atau bahkan angkot sekali pun.


"Gue capek banget ya allah, pengen pulang ke panti" ucap della


Della kembali mencuci piring dan gelas yang tidak tau kapan di pakai ini.


Saat della pulang berbelanja, della sudah di sambut dengan piring dan gelas yang kotor di wastafel.


Wanita dengan rambut berwarna coklat terang itu terus menatap langit yang begitu cerah.


Sebentar lagi dia akan bertemu dengan pujaan hatinya.


Dia terus tersenyum menatap foto lelaki dengan wajah tampan yang menjadi wallpaper di ponselnya.


Setelah memakan waktu beberapa jam


Perempuan dengan baju mini bahan itu telah sampai di bandara.


Dia berjalan Berlengak lengok bagaikan model dengan satu tangan Memegang koper hitam.


"Aku pulang sayang" ucap nya pelan saat mobil hitam yang di naiki nya melaju.


Rizal memasuki ruangan brian dan menyerahkan surat pengunduran dirinya.


Brian menatap surat itu dengan kening mengerut,apa maksud sahabatnya ini.


"Ini surat pengunduran diri gue" ucap rizal menggeser kertas itu kepada brian.


"Maksud lo apa.?" tanya brian.

__ADS_1


"Gue akan keluar dari perusahaan ini, dan gue udah dapat kerjaan baru" ucap rizal


"Kenapa.?" tanya brian heran


"Gue ga bisa kerja sama orang yang keras kepala kayak lo, dan satu lagi mulai hari ini gue ga akan tinggal di apartemen lo lagi" ucap rizal meninggalkan ruangan brian


Brian mengepalkan tangan nya, dia hanya ingin rizal melihat bagaimana della menderita atas apa yang sudah di perbuat nya.


Dia hanya ingin membalas sakit hati yang di rasakan oleh diri nya dan rizal waktu itu.


Tetapi rizal sama sekali tidak mendukung dirinya.


"ARGH!!,... Ini semua gara lo della" ucap brian merobek surat pengunduran diri rizal.


Chika ,rere dan anggun sendang makan siang bersama, mereka sangat merindukan della.


Sudah hampir satu bulan della tidak ada kabar sama sekali, mereka bahkan tidak tau della tinggal di mana.


Nomor della juga tidak aktif.


"Mbak, gue kangen della" ucap chika. Mengaduk jus nya


"Gue juga" ucap rere


"Kita sama cuma gue ga tau della tinggal di mana" ucap anggun


"Gimana kalau kita tanya sama stella sekretaris baru pak brian" ucap chika


"Bener banget mbak, gue juga kurang suka tuh sama anak" sambung rere


"Kenapa.? Anak nya kelihatan baik kok" ucap chika


"Rambut boleh sama hitam tapi kalau hati siapa yang tau chika" ucap rere


Chika menghembuskan napasnya, ada benar juga perkataan rere.


Waktu berjalan begitu cepat della sudah menyiapkan makan malam untuk brian,walaupun brian tidak pernah memakan Atau mencoba masakan della.


Della melirik jam di dinding sudah menunjuk pukul sebelas malam,tetapi brian tidak pulang juga.


Della terus menatap pintu itu berharap brian membuka nya.


Perut della terasa nyeri, della lapar saat ini tetapi dia takut untuk makan sebelum brian pulang.


Della menekan perutnya yang terasa sakit,pintu berbunyi menandakan brian pulang.


Della langsung berdiri dan Menghampiri brian untuk membuka jas dan meraih tas kerja brian.


Tetapi brian malah mendorong della hingga terjatuh ke lantai.


"Mau apa lo.?" ucap brian sinis

__ADS_1


"Aku cuma mau bantuin bawa tas" ucap della pelan memegang tangan nya.


"Jangan sekali-kali lo nyentuh gue, paham!!" ucap brian dan berlalu pergi kedalam kamar.


Della menghela napas nya,mencoba bersabar dengan sikap suaminya itu.


Della berdiri dan menatap makanan yang sudah dingin itu.


Della kembali memasukan makanan nya untuk di panaskan besok pagi.


Seketika lapar di perut della menghilang, dia tidak lapar lagi sekarang.


Della ingin beristirahat saja sekarang.


Riyan duduk termenung memandangi nomor della di ponselnya entah kenapa riyan ingin mendengar suara della bahkan sebentar saja.


Ponsel riyan berbunyi terdapat nomor baru, riyan menghela napas dan mengangkat telfon itu.


"Halo sayang, kamu ga kangen ya sama aku, aku udah di bandung loh" ucap gadis di seberang sana


Riyan terkejut, suara yang kemarin dia dengar kini terdengar lagi.


Reyhan datang melihat brian duduk di luar sedang menelfon.


Reyhan penasaran dan mendekat.


"Siapa.?" tanya reyhan pelan


Riyan hanya diam dengan wajah pucat pasi, reyhan bingung melihat raut wajah riyan.


"Kenapa.?" tanya reyhan lagi


Riyan tetap diam, reyhan mengambil alih ponsel riyan ,saat dia akan berbicara, gadis di seberang sana berucap kembali.


"Aku bakalan pastiin kalau kamu jadi milik aku lagi dan aku ga akan pernah lepasin kamu" ucap gadis itu.


Reyhan kenal betul dengan suara manusia ular ini.


"Jangan pernah lo telfon riyan lagi anj*ng!!" ucap reyhan mematikan ponsel riyan


Reyhan memblok nomor gadis itu, dan menatap riyan tajam.


"Gue ga akan biarin dia datang di hidup lo lagi" ucap reyhan.


Riyan hanya diam, tidak berniat menjawab perkataan reyhan.


Dia begitu terkejut mendengar suara gadis yang pernah mengisi hatinya.


Gadis yang tengah duduk di tepi kasur itu tersenyum,menatap foto yang ada di meja samping kasur nya.


"Kamu pasti akan kembali lagi sama aku" ucap gadis itu .

__ADS_1


__ADS_2