Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
chintya


__ADS_3

Brian berdiri tepat di depan pintu berwarna coklat itu, sedari tadi dia sudah ada di sana menunggu pemilik rumah ini.


Gadis dengan hells merah itu berjalan pelan,tampa memperhatikan sekeliling nya.


"Chintya" panggil lelaki yang sedari tadi berdiri di depan pintu rumah nya.


Chintya terdiam Mendongak menatap lelaki tampan dengan baju santai itu menghampiri dirinya dan Memeluknya begitu erat.


"Kamu kemana aja, aku kangen banget sama kamu" ucap lelaki itu yang tidak lain adalah brian anggara Syahputra.


Chintya mematung tubuhnya seakan tidak dapat di gerakan,brian merasa aneh dengan chintya.


Brian melepaskan pelukan dan menatap chintya.


"Kamu kenapa hm.?" tanya brian merapikan rambut chintya yang berantakan akibat ulah nya.


"Kamu kenapa bisa ada di sini.?" tanya chintya


Brian mengerutkan kening nya,.."kamu ga senang lihat aku di sini" ucap brian dengan wajah cemberut


"Brian kita udah putus, kamu lupa!" ucap chintya mengingatkan brian


"Kamu yang mau putus dari aku tapi aku ga chintya! Aku masih cinta sama kamu, aku sayang sama kamu" ucap brian menggenggam tangan chintya.


"Brian!! Kita udah putus dari lama bahkan sekarang rasa aku ke kamu udah ga ada lagi" ucap chintya menghempaskan tangan brian.


Chintya hendak masuk tetapi di tahan oleh bria.


"Tunggu dulu chintya, kamu dengarin aku dulu" ucap brian.


"Aku harus dengerin apa lagi dari kamu brian!! Di hati aku udah ga ada kamu lagi bahkan seujung kuku rasa cinta aku ke kamu ga ada!!" ucap chintya.


Brian terdiam menatap chintya, kenapa chintya begitu kejam kepada dirinya, padahal selama ini brian terus menunggu kepulangan chintya.


"Aku harus gimana supaya kamu maafin aku.?" ucap brian melepaskan pegangan tangan nya dari lengan chintya.


"Pergi jauh dari hidup aku brian, itu yang terbaik buat kita" ucap chintya memasuki rumah nya.


Brain menghela napas panjang,.."apa aku beneran ga bakalan bisa milikin kamu lagi chintya" ucap brian pelan.


Brian melangkah meninggalkan rumah chintya dengan lesu.


Della merasa bosan di rumah,kerja nya setiap hari hanya itu-itu saja yang berbeda hanya brian yang selalu marah-marah kepadanya.


Padahal della sudah berusaha sebaik mungkin untuk tidak melakukan kesalahan tetapi di mata brian semua yang della lakukan salah.


"Mungkin kalau dia lihat gue bernapas gini pasti marah juga" ucap della.


Della berjalan ke arah balkon dan melirik balkon sebelah rumah,ternyata riyan sedang duduk santai di sana.


della hendak masuk tetapi suara bariton riyan menghentikan langka nya.


"Della" panggil riyan


Della berbalik menatap riyan, riyan tersenyum.

__ADS_1


"Gue udah tau semua nya jadi lo ga perlu menghindar kalau ketemu gue" ucap riyan


"Maaf ya kak, aku ga bermaksud gitu" ucap della pelan


"Gue tau kok, oiya selamat ya atas pernikahan lo" ucap riyan.


Della merasa sakit di hati mendengar riyan mengucapkan kata selamat kepadanya.tetapi dia mencoba untuk tegar.


"Makasih ya kak" ucap della tersenyum paksa


"Oiya, suami lo mana.?" tanya riyan


Riyan tidak pernah bertemu dengan brian sekali pun karena brian yang selalu berangkat pagi sedangkan riyan yang selalu menginap di cafe kadang di apartemen milik reyhan.


"Lagi keluar kak, ada urusan kata nya" ucap della pelan


"Oh gitu! oiya lo udah berapa lama tinggal di sini?" tanya riyan


"Hampir satu bulan kak, tapi suami della udah lama tinggal di sini" ucap della lagi


"Oh ya, kok gue ga pernah ya lihat suami lo" ucap riyan lagi


"Emang kakak udah berapa lama tinggal di sini.?" tanya della.


"Dari gue masuk kuliah," ucap riyan


"Wah udah lama juga ya kak" ucap della


"Karena itu gue tanya sama lo, masalahnya selama gue tinggal di sini ,gue ga pernah lihat gorden di balkon itu terbuka" ucap riyan menunjuk gorden yang della buka tadi.


"Suami della sibuk kerja kak, jadi ga sempat buat santai bahkan di hari weekend" ucap della tertawa kecil.


"Della" panggil riyan


"Iya kak" ucap della


"Lo masih mau ga kerja di tempat gue.?" tanya riyan


"Della mau sih kak cuma della tanya dulu ya sama suami della" ucap della


"Oh ,oke kalau lo mau kabarin gue ya" ucap riyan


"Siap kak, kalau gitu della masuk ya kak, masih banyak kerjaan" ucap della


"Semangat della" ucap riyan sedikit berteriak.


Brian melangkah dengan lemah hendak masuk kedalam kamar nya, dia terus teringat akan ucapan chintya.


"Pak" panggil della


Setelah mereka menikah,panggilan pak untuk brian seakan tidak bisa tergantikan dengan panggilan lain.


Brian menatap della tajam, tidak meyaut sama sekali


"A-nu pak,..apa saya boleh bekerja.?" tanya della cepat supaya bisa mengakhiri berbicara dengan brian.

__ADS_1


Brian berjalan mendekat dan berucap di sebelah telinga dell.


"Terserah lo!! Mau lo kerja mau ga, gue ga perduli dan asal lo tau mau lo mati sekali pun gue ga akan perduli,Paham!!" ucap brian dingin dan kembali melanjutkan langka nya.


Della tersentak kaget mendengar ucapan brian pasalnya walau pun brian terus memarahi della tetapi dia tidak pernah berbicara sekejam ini.


Della berjalan hendak ke dapur,..."prang.!!!"


Della menatap pintu kamar brian, suara yang barusan della dengar berasal dari kamar brian.


Della mendekat hendak membuka pintu tetapi della ragu.


"Prang!!,...argh!!!" brian berteriak.


Della panik takut brian kenapa-napa, della menerobos masuk ke dalam dan mendapati brian yang duduk bersandar di samping kasur dengan kepala menunduk dan memegang pecahan kaca di tangan kanannya.


Della menatap sekeliling kamar, semua barang-barang Brian berserakan di lantai bahkan botol parfum milik Brian sudah tidak berbentuk lagi.


Della mencoba mendekati brian, mata della terus tertuju pada pecahan kaca yang ada di Tangan brian.


Bahkan tangan brian sudah berlumuran darah,akibat pecahan kaca itu.


"Pak" panggil della saat sudah dekat dengan brian.


Della takut,tetapi mencoba memberanikan diri, della berjongkok di depan Brian dan mengelus lengan brian.


"Bapak, ini bahaya!! Boleh kasih sama saya aja" ucap della menunjuk kaca di tangan brian.


Brian hanya diam saja masih dengan posisi kepala menunduk.


Tangan della perlahan menyentuh kaca di tangan brian.


"Biar saya aja ya pak" ucap della lagi.


Perlahan genggaman tangan brian pada kaca itu melonggar.


Della mengambil alih kaca dari tangan brian.


"Mari pak saya bantu" ucap della pelan.


Brian seakan Kehilangan arah, dia hanya diam saja saat della membantu nya untuk naik keatas kasur.


"Bapak jangan turun dulu, saya akan mengambil obat untuk mengobati tangan bapak" ucap della berjalan keluar untuk mencari kotak p3k.


Setelah dapat della kembali ke kamar brian, dan Mengobati Tangan brian.


Brian tetap dia tatapan nya kosong, bahkan sakit di tangan tidak terasa lagi.


Della dengan cekatan membalut tangan brian, della meniup pelan perban nya.


"Sudah pak,saya akan membersihkan ini dulu, bapak istirahat ya" ucap della tersenyum


Della manarik selimut sedada Brian dan dia mulai membersihkan kamar brian yang sudah hancur.


Brian menatap della yang sibuk menyapu semua pecahan yang dia buat.

__ADS_1


Terasa ada yang mengusik hati brian saat melihat della tetapi segera di tepis nya.


Brian memilih untuk tidak memperdulikan keberadaan della.


__ADS_2